
“Kamu bilang aku bodoh hah, kalau aku bodoh kau juga bodoh!" Bentak Youra penuh kesal dan berdiri.
“What, memangnya apa hubungan ku denganmu bodoh," Ucap Lina mendorong kepala Youra dengan jari telunjuk nya.
“Tidak ada hubungan apa apa, tapi kau juga cinta dengan kak Krisna kan, katanya cinta bagi orang bodoh!" Bentak Youra mendorong tubuh Lina.
“Aku kenal cinta tapi aku masih bisa berpikir positif, memangnya kamu yang baru bertemu langsung cinta, memangnya kamu tau Hiko itu orang jahat atau orang baik?" Tanya Lina melipat tangannya.
“Aku tau bahwa dia baik dari wajahnya yang sangat ramah!" Ucap Youra dengan tegas.
“Sudah cukup! tujuan ku ke planet ini bukan untuk ini melainkan mencari pedang!" Bentak Krisna sembari memukul dinding.
Mereka semua terdiam saat Krisna memukul dinding.
Kaila, Mikael,dan Diana keluar ruangan melihat apa yang terjadi.
“Ada apa?" Tanya Diana yang bingung.
“Tidak apa apa, ambil barang barang kalian dan berangkat menuju tempat tujuan," Jawab Krisna memunculkan topeng di telapak tangannya dan memakai nya.
Krisna memberikan peta menuju pedang ke Diana, setelah itu dia berlari keluar jendela melompat.
Diana bingung apa yang akan di lakukan Krisna, dia melihat peta yang di berikan oleh Krisna dan peta itu seperti masih baru saja di gambar.
“Kapan Krisna bisa menggambar," Suara hati Diana yang bingung.
Mereka berenam keluar ke lorong membawa seluruh peralatan dan masuk kedalam lift menuju lantai 1.
Mereka tiba di lantai 1, pintu lift terbuka dan mereka berenam berlari cepat keluar apartemen menuju tempat yang akan di tuju.
Di puncak istana ada Hyunh, Shawn, dan Alexia mengamati pergerakan mereka berenam.
“Mereka berenam sudah bergerak," Ucap Shawn mengamati mereka berenam.
“Iya tau, aku sudah tau siapa Krisna," Ucap Alexia tersenyum licik mengamati mereka berenam.
“Siapa yang mana?" Tanya Hyunh yang bingung.
“Krisna itu adalah nama cowok, dari keenam orang itu hanya ada 1 cowok yang berarti itu Krisna," Jawab Alexia menunjuk Mikael.
“Hmm betul juga si, baiklah yok bergerak," Ucap Shawn melompat kebawah.
__ADS_1
Mereka berdua melompat kebawah mengikuti Shawn, mereka mendarat dengan aman dan berlari cepat mengejar mereka berenam.
Di balik itu Krisna mengikuti mereka bertiga, dia berpindah ke satu pohon dan pohon lainnya untuk bersembunyi tidak di ketahui mereka bertiga.
Lina yang di paling belakang di antara mereka berlima mendengar suara orang berlari mendekat, dia mengambil tiga jarum dan melemparkannya ke setiap pohon di belakang.
Di saat mereka bertiga mendekat ke pohon yang terdapat jarum Lina, tiba tiba mereka bertiga terpental entak kenapa.
Krisna berhenti di balik pohon karena mereka bertiga terpental.
Alexia mengambil pisaunya, dia menusukkan ke depan dan seperti ada dinding energi yang menghalangi mereka.
“Huft terlalu ceroboh kita ini," Ucap Alexia memasukkan pisau kembali ketempat nya.
“Ada apa?" Tanya Shawn yang bingung dan berdiri.
“Ada dinding energi sepertinya," Jawab Hyunh menatap dinding energi.
“Eh bagaimana kamu tau?" Tanya Alexia yang bingung.
“Aku mempunyai kekuatan sensor juga, ketiga pohon di samping jalan ini terdapat jarum yang menjadi patokan dinding energi," Jawab Hyunh menunjuk pohon yang terdapat jarum.
“Baiklah," Ucap Shawn menempelkan kedua telapak tangannya.
Shawn melontarkan ledakan api yang sangat besar melambung tinggi ke langit, ledakan itu membakar habis pohon yang berjarak 80 kilometer dari mereka bertiga.
Krisna selamat dari ledakan itu tanpa bergerak sedikitpun, dia melontarkan energi di sekitar tubuhnya untuk menghalau api menyentuh tubuhnya.
Mereka berenam terhenti menatap ledakan api yang luar biasa besarnya, namun mereka mengabaikan dan tetap berlari.
“Kenapa kamu melontarkan api sebesar itu?" Tanya Alexia sembari menatap ke atas.
“Ya sebagai peringatan kalau mereka mengganggu orang yang salah," Jawab Shawn di dalam kobaran api.
“Sudah sudah, mari kita kejar mereka kembali," Ucap Hyunh mengendalikan perisai angin untuk Alexia beserta dirinya.
Mereka bertiga berlari mengejar kembali dan Krisna mengikuti kembali.
Namun tiba tiba Hiko menikung jalan mereka berenam, dia membawa bunga mawar di tangannya sembari melihat Youra.
Hiko melemparkan satu bunga itu ke tanah, di saat jatuh ke tanah tiba tiba muncul mereka bertiga di sisi Hiko.
__ADS_1
Krisna yang mengikuti mereka bertiga dari belakang merasa terkejut karena tiba tiba menghilang seketika, dia merasakan hal buruk akan terjadi ke mereka berenam dan berlari kencang menuju mereka berenam.
Namun Hiko terkejut tidak melihat Krisna diantara mereka berenam, dia merasa bingung dan melihat sekitar.
“Dimana Krisna?" Tanya Hiko melihat sekitar.
“Kepo," Jawab Lina dengan muka datar.
“Lah bukannya itu Krisna," Ucap Alexia menunjuk Mikael.
“Bukan, itu adalah teman Krisna," Ucap Hiko sembari menepuk jidatnya.
“Hiko, apa hubungan mereka denganmu?" Tanya Youra menatap ke tanah.
“Oh iya lupa untuk memperkenalkan diri, namaku Hiko pengguna kekuatan api dan aku seharusnya anggota keenam dalam regu elite tapi raja tidak mengizinkan ku, haish," Jawab Hiko yang sedikit kesal.
“Jadi benar perkataan kak Lina kalau kamu ingin mengincar pedang ini," Ucap Youra penuh emosi menarik pedang yin yang dari sarungnya.
“Dia langsung menarik pedang yin yang nya," Suara hati Diana mengamati Youra.
“Ya betul si, tapi aku juga ingin tubuhmu yang indah itu," Ucap Hiko berjalan menghampiri Youra.
Tiba tiba Xeta melepaskan tembakan ke jantung Hiko dengan memegang pistol miring ke kanan sembari berkata “Jauhkan dirimu dari temanku,"
Hiko memegang dadanya yang tertembak sembari berjalan ke belakang, namun dirinya tetap berdiri tegap dan membuka lukanya.
Xeta terkejut lukanya sembuh total, dia mengambil senapan nya yang berada di punggungnya.
“Hei gadis penembak, lawan mu adalah aku!" Bentak Alexia penuh semangat menarik sniper nya.
Xeta mundur kebelakang sembari mengarahkan senapannya ke Alexia dan menekan pelatuk senjatanya.
Senapan Xeta memuntahkan peluru ke arah Alexia namun Alexia menghindari dan menargetkan ke Xeta.
Lina, Mikael, dan Diana maju kedepan Youra untuk melindunginya.
Shawn bersama Hyunh memegang erat tombak mereka maju kedepan, namun tiba tiba Krisna datang di tengah mereka berdua.
Krisna meletakkan telapak tangannya di muka mereka berdua dan menekan kepala mereka berdua hingga menghantam ke tanah.
Bukan sampai situ saja, dia mengangkat kembali kepala mereka berdua dan menghantamkan ke tanah hingga berkali kali.
__ADS_1
Hiko datang mengayunkan kakinya ke kepala Krisna, namun Krisna memegangi kaki Hiko dan bergerak cepat memukul kepala Hiko.
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻