
Krisna merona terdiam seluruh lukanya di obati oleh Lina.
Mikael membuka matanya perlahan tersadar kembali, dia bangun dengan kepala pusing dan memegang kepala nya yang sakit.
“Sudah sadar kah? apa yang terjadi?" Tanya Krisna terkejut melihat Mikael sadar.
“Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Mikael sakit kepala sembari memegang kepalanya.
“Lah ku tanya malah tanya balik, tadi kutemukan kamu dalam keadaan pingsan di hutan setelah terjadi ledakan," Jawab Krisna yang bingung.
“Eh ledakan apa? terbakar apa? aku hanya teringat di saat aku pamit ada urusan dan setelah itu aku tidak ingat apa apa," Ucap Mikael memegang kepalanya yang sakit.
“Ada yang aneh terhadap Mikael," Suara hati Krisna.
Krisna berdiri merasa bingung karena ada sesuatu yang dia lupakan, dia berjalan mondar-mandir berpikir apa yang dilupakannya.
Lina mengamati Krisna yang mondar-mandir dan dia terpikirkan oleh Youra yang daritadi tidak terlihat.
“Oh ya dimana Youra?" Tanya Lina sembari melihat sekitar.
“Oh itu dia!" Bentak Krisna yang teringat dan melompat langsung lewat jendela.
Lina berlari melompat lewat jendela langsung membuat tubuhnya tidak tersentuh hingga mendarat ke tanah dengan selamat, dia mengubah tubuhnya kembali dan mengejar Krisna.
Youra bersama Hiko saling menyuapi makanan, di sekitar restoran di kelilingi oleh bayangan hitam yang mengintai mereka berdua dan jalan di sekitar sangat sepi.
Krisna bersama Lina berlari mencari keberadaan Youra, mereka berdua bertanya ke warga sekitar yang tinggal di sekitar sawah dan ada yang melihat Youra bersama seorang cowok.
Mereka berdua berlari berpencar mencari keberadaan Youra.
Lina berlari di daerah yang sangat sepi, dia tetap berlari menatap sekitar dan merasakan kalau ada seseorang mengamatinya.
Lina mengeluarkan jarumnya, dia mengubah jarumnya menjadi tak tersentuh dan melemparkannya tepat di seorang yang mengamatinya.
Orang itu melompat di balik pohon namun jarum Lina menembus batang pohon, jarum nya masuk kedalam tubuh orang itu dan Lina langsung mengubah jarum itu menjadi tersentuh kembali.
Jarum itu tepat di pusat pembuluh darahnya dan tergeletak di tanah dalam riwayat mati bila tidak ada yang menolongnya.
Lina tiba tiba di hadang oleh lima orang dengan pakaian hitam hitam seperti ninja, dia mengeluarkan lima jarum lagi.
__ADS_1
“Cepat katakan dimana Youra atau mati kalian," Ucap Lina menjepit kelima jarum di sela tangan kanannya.
Namun kelima orang itu hanya diam tidak menanggapi Lina.
Lina sadar kalau mereka mungkin pembunuh bayaran, dia mendengar suara dari jauh ada beberapa orang lagi yang mendekat.
Lina tidak ingin bertarung lebih lama, dia melemparkan kelima jarumnya ke mereka dan mengubah tubuhnya tak tersentuh masuk kedalam tanah.
Tiba tiba Krisna dibelakang mereka berlima membawa dua kantong darah, dia merobek kantong darah itu dan membekukan darah menjadi shuriken.
Krisna melemparkan kedua shuriken darah beku itu ke arah merek berlima, shuriken itu bergerak membelah kelima tubuh mereka.
Ada tiga orang mendekat namun dua orang itu tertusuk jarum tepat di jantung mereka hingga tumbang.
Pembunuh dari ketiga orang yang belum mati terkejut karena melihat kedua temannya langsung mati, dia tiba tiba di selimuti darah dan tubuhnya beku seketika kecuali di kepalanya.
“Sekarang dimana Youra berada?" Tanya Krisna mengendalikan darah di atas telapak tangannya.
“Sampai kapanpun aku tidak akan jawab," Ucap pembunuh bayaran.
“Oh jadi begitu," Ucap Krisna menarik dagu pembunuh bayaran itu.
Pembunuh itu tiba tiba merasakan perutnya penuh gejolak, tubuhnya gemetar merasakan rasa sakit yang luar biasa di dalam perutnya.
“Aku bisa saja menghentikan rasa sakit itu, namun beritahu dulu dimana Youra," Ucap Krisna memutar mutar jarinya.
“Apa yang kamu lakukan di tubuhku ini?" Tanya pembunuh dengan tubuh bergemetar kesakitan.
“Oh aku hanya menggerakkan darah yang tadi ku masukkan ke lambung mu, salah satu kekuatan ku adalah mengendalikan darah ku sendiri atau ada campuran sedikit darahku," Jawab Krisna memutar mutar jarinya.
Krisna menggerakkan darah di dalam tubuh pembunuh itu hingga membuat pembunuh itu menahan sakit luar biasa dan matanya mulai memerah tidak kuat menahan rasa sakit itu.
Lina mengamati sekitar apabila ada yang datang namun tidak ada yang mendekat.
Krisna merasa bosan karena pembunuh itu tidak membuka mulutnya sama sekali, dia mengarahkan darah yang di dalam tubuh pembunuh ke ginjalnya.
Krisna mengepalkan tangannya dan seketika salah satu ginjal pembunuh itu hancur beserta dirinya memuntahkan darah banyak.
“Aaaaa!!!" Teriak pembunuh yang kesakitan.
__ADS_1
“Cepat katakan dimana Youra atau ku tambah rasa sakitmu," Ucap Krisna yang merasa kesal.
“Aku telah berjanji tidak akan membongkar rahasia dari pemimpin ku walaupun aku dalam keadaan buruk," Ucap pembunuh menahan rasa sakit.
“Lina, ku berikan dia kepadamu," Ucap Krisna yang malas dan berlari mencari kembali.
Lina keluar dari batang pohon sembari memegang pedangnya, dia berjalan dengan muka datar.
Pembunuh itu memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit, namun Lina menebas leher pembunuh itu hingga kepalanya terjatuh di tanah.
“Mana mungkin aku berurusan dengan orang najis seperti ini," Ucap Diana mengambil tissue dan membersihkan pedangnya.
Krisna berlari namun tiba tiba menabrak Youra yang sudah berpakaian seperti biasanya, dia terkejut menatap Youra yang baik baik saja.
Youra terjatuh di tanah karena tabrakan Krisna sangat kuat dan dirinya di bangunkan oleh Krisna.
“Huft ku kira kamu kemana, untung kamu baik baik saja," Ucap Krisna memeluk Youra.
“Aku tadi tertidur kak, maaf membuatmu khawatir," Ucap Youra yang berbohong dan tersenyum palsu.
Lina berjalan dari kegelapan mengamati Youra, dia sadar kalau Youra sedang berbohong ke Krisna.
Youra memalingkan wajahnya dari tatapan Lina yang sangat tajam, dia merasa khawatir bila Lina mengetahui kalau dirinya berbohong.
“Youra sudah ketemu, mari kita pulang," Ucap Lina berjalan kebelakang sembari menatap Youra.
“Oh baiklah, ayo Youra," Ucap Krisna menarik Youra sembari tersenyum lega.
Youra menelan ludahnya menatap muka Lina yang menyeramkan seperti ingin menerkam nya.
Hiko di dampingi seseorang di tempat kegelapan yang berada di puncak kerajaan tersenyum menatap mereka bertiga yang kembali ke apartemen.
“Bagaimana, menarik bukan?" Tanya seorang misterius.
“Iya cukup menarik, ku buat Youra menjadi milikku beserta pedang yin yang itu," Jawab Hiko menggoyangkan lidahnya membasahi bibir atasnya.
“Ahaha baiklah baiklah... Silahkan ambil siapapun di kelompok itu, namun Krisna adalah hidangan utama kami," Ucap seorang misterius.
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻
__ADS_1