Perjalanan Remaja Lemah Menjadi Kuat

Perjalanan Remaja Lemah Menjadi Kuat
Bertemu Krisna Kembali


__ADS_3

Kaila merubah tangan raksasa miliknya menjadi pedang kristal dan menusukkan ke patung batu itu.


Patung batu yang tidak memiliki rasa sakit langsung menarik tombak miliknya menusukkan ke kaki raksasa kristal.


Raksasa kristal menarik kakinya dari tancapan tombak patung batu itu namun tiba tiba muncul satu patung batu lagi di belakang raksasa kristal dengan memegang pedang.


Patung batu yang berada di belakang raksasa kristal menebas kan pedangnya hingga tubuh raksasa kristal terbelah menjadi 2.


Kaila keluar dari tubuh raksasa kristal karena tubuh raksasa miliknya sudah terbelah menjadi dua.


Muncul tiga raksasa batu di depan mereka berlima, mereka berlima terdiam menatap patung batu yang sangat besar dan gerakannya yang luar biasa.


“Satu saja tadi mustahil apalagi sekarang di tambah empat," Ucap Xeta yang tercengang melihat kelima patung batu itu.


“Aku punya rencana," Ucap Youra dengan muka serius.


“Apa?" Tanya serentak mereka berempat penuh harapan.


“Lariiiii!!!"Bentak Youra berlari sangat kencang meninggalkan mereka berempat.


Mereka berempat ikut lari mengikuti Youra namun kelima patung itu berlari mengejar mereka.


Namun tiba tiba salah satu patung terpental hingga terjatuh di tanah, satu persatu patung batu terpental jauh seperti ada yang menyerang.


Mereka berlima berhenti berlari menatap patung batu yang tergeletak di tanah, tiba tiba Mikael muncul di dekat mereka berlima dan yang paling mengejutkan muncul Krisna di depan mereka.


“Krisna!," Serentak mereka berlima terkejut melihat Krisna kembali.

__ADS_1


“Hai, sudah lama tidak bertemu ya," Ucap Krisna sembari tersenyum menatap mereka.


“Bagaimana kamu tau kita di sini?" Tanya Diana yang curiga.


......Flash Back......


“Aaaaa!!!" Teriak Mikael terbang di udara mulai jatuh.


Mikael melesat jatuh di suatu atap rumah dan itu adalah tempat Krisna tersegel.


Krisna terkejut melihat Mikael yang jatuh dari langit, dia menghembuskan nafas kencang hingga Mikael berbalik menghadap ke hembusan angin itu.


“Krisna!" Teriak Mikael yang terkejut melihat Krisna.


“Sudah terkejut nya, terbangkan seluruh pedang melayang di sekitar ku," Ucap Krisna dengan posisi melayang.


Krisna mengubah matanya menjadi normal sembari berdiri tegak kembali, dia membungkukkan badannya mengambil satu pedang yang tergeletak di lantai dan berdiri tegak kembali.


“Bagaimana kamu bisa menemukan ku?" Tanya Krisna sembari mengusap pakaiannya yang kotor banyak noda darah.


“Hmmm aku tadi terpental jauh di pukul oleh raksasa batu hingga aku mendarat kesini," Jawab Mikael yang menggerakkan tangannya dari atas ke bawah memberikan gambaran.


“Ooh," Ucap Krisna yang pura pura paham.


......Kembali Lagi......


“Begitu lah penjelasan nya," Ucap Krisna dengan pupil mata keatas karena menghayal.

__ADS_1


“Ahaha kamu memang Ter the best di sini Mikael," Ucap Diana yang menepuk pundak Mikael dengan tawa.


“Iya betul, tidak sia sia kamu berada di sini," Ucap Youra dengan senyuman.


“Woi, bukannya kalian bilang satu beban teratasi di saat dia terbang terpental," Bisik Xeta dengan tatapan datar menatap Diana dan Youra.


“Apa yang kau katakan! kami tidak Setega itu dengan teman kami sendiri!" Serentak Youra dan Diana dengan nada tinggi.


Kelima patung itu berdiri kembali memegang pedang dan tombak mereka.


Krisna memutar pedang yang dia ambil tadi sembari maju ke mereka berlima, dia berlari kencang melemparkan pedangnya ke kepala salah satu patung batu.


Krisna mengeluarkan chidori namun tiba tiba chidori itu menghilang, dia terkejut menatap chidori menghilang seketika.


Salah satu patung menebaskan pedangnya selagi Krisna lengah, namun Youra sigap mengeluarkan petir ungu dari tangannya.


Petir Youra mengenai patung batu yang ingin menebaskan pedangnya ke Krisna.


Krisna terkejut melihat Youra yang bisa mengeluarkan petir, Mikael menancapkan pedangnya di tanah berlari menuju Krisna.


Mikael menarik Krisna dan langsung teleportasi kembali ke pedangnya.


Krisna masih terdiam menatap chidori yang lenyap seketika di tangannya.


“Krisna," Ucap Diana yang khawatir.


“Chidori," Ucap Krisna yang memfokuskan energi ke tangannya.

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻


__ADS_2