Perjalanan Remaja Lemah Menjadi Kuat

Perjalanan Remaja Lemah Menjadi Kuat
Kabur, pembagian ruangan


__ADS_3

“Cukup omong kosong mu, cepat kamu menghampiri mereka bertiga saja," Ucap marved menarik kerah baju Tenz.


“Sial baiklah," Ucap Tenz yang kesal sembari menghilangkan seluruh bonekanya.


Tenz memasuki portal dan menghilang dari bumi.


Marved melakukan peregangan lengan ke atas kesamping, mereka berdua merasa bingung karena Tenz menghilang sedangkan Marved masih di sini.


Marved memutar lengannya untuk peregangan juga namun ayah Lina bergerak cepat tidak sabar menyerang nya dengan tangan penuh duri terbuat dari tulang.


Marved memegang erat lengan berduri ayah Lina dan memukul keras muka ayah Lina hingga tanduknya hancur satu.


Ayah Krisna memegang tangan marved yang memukul ayah Lina, dia mengayunkan tangannya kearah kepala marved namun lagi lagi di tangkap oleh marved dengan mudah.


Marved menarik tangan ayah Krisna hingga kepalanya kebawah dan dia menaikkan lututnya hingga kepala ayah Krisna terhantam lutut nya.


Marved menendang perut ayah Krisna hinga terpental ke sisi ayah Lina.


Mereka berdua bangun dengan tubuh bergemetar kesakitan sedangkan marved membersihkan noda darah di tangannya dengan tissue yang di ambil dari sakunya.


“Haish apakah segini saja kekuatan kalian?" Tanya marved sembari menggulung tissue nya dan membuang ke tanah.


“Belum si, tunggu dulu duel kami cuih," Jawab ayah Krisna sembari mengeluarkan ludah darah.


“Tapi pergerakannya luar biasa," Telepati ayah Lina sembari berdiri bangun.


“Iya aku tau, aku yang bawa mode ashura saja dia dapat menangkis," Telepati ayah Krisna.


“Terus bagaimana?" Tanya melalui telepati ayah Lina.


“Hanya satu cara yang sangat ampuh," Jawab melalui telepati ayah Krisna.


Mereka berdua mengeluarkan energi besar mengelilingi tubuh mereka.


Marved merasakan energi bergejolak kuat dari angin yang berhembus kencang, dia bernafas sangat cepat dan kuda kuda bertarung.


Namun ayah Krisna teleportasi kabur sedangkan ayah Lina mengibaskan sayapnya ke bawah dan terbang jauh menuju angkasa dengan sangat cepat.


“Woiii dasar kalian berdua, awas kalian!!!" Bentak Marved super kesal.


......Di Planet Stilvenus......


Mereka bertujuh berkumpul di lorong apartemen untuk membagi ruangan masing masing. Krisna berada di tengah untuk memimpin memilihkan ruangan.

__ADS_1


“Ok kalau begitu, ada 4 ruangan di lantai enam ini, kita berdelapan, jadi kita membagi dua dua dua satu di setiap ruangan paham," Ucap Krisna menunjuk keempat ruangan itu satu persatu.


“Siap paham," Serentak mereka bertujuh.


“Aku dan Mikael di ruang kiri di dekat lift, Kaila dan Youra berada di ruang kanan dekat lift, Xeta di sebelah ruangan ku, Lina dan Diana satu kamar di sebelah ruangan Kaila dan Youra ya by... Ayo Mikael," Ucap Krisna mendorong Mikael masuk ke dalam ruangan mereka.


“Woi bagaimana mungkin aku mau bersama dia!" Bentak Diana dan Lina secara bersamaan.


Mereka berdua saling menatap dan saling menggerutu satu sama lain.


Xeta masuk ke tengah mereka mendorong untuk melerai mereka berdua, sedangkan Kaila dan Youra masuk kedalam ruangan.


“Sudah tenang ya tenang," Ucap Xeta menenangkan mereka berdua.


“Tapi bagaimana mau aku dengan dia, Xeta... Aku pindah ke kamar mu dan kamu se ruangan saja sama Diana," Ucap Lina penuh kesal.


“Iya sana saja, ayo Xeta," Ucap Diana menarik Xeta.


Xeta langsung emosi karena dirinya ingin sendiri di ruangan bersenang senang tanpa ada yang ganggu, dia mengamuk menarik Diana dan Lina melempar mereka berdua ke dalam kamar mereka.


“Huh, mengganggu saja," Ucap Xeta masuk ke ruangan nya dan mengunci ruangannya.


Mereka berdua terjatuh di dalam ruangan dan saling menatap satu sama lain. Mereka berdua penuh kesal memasuki kedua kamar yang berada di satu ruangan.


Kaila menatap Youra yang senyum senyum sendiri seperti orang gila, dia menghampiri Youra dan menepuk pundak Youra.


Youra terkejut sembari memalingkan pandangannya ke belakang dan ternyata Kaila yang menepuk pundaknya.


“Ada apa hmm? senyum senyum sendiri seperti orang gila," Tanya Kaila yang tersenyum dan duduk di kursi.


“Tidak lho, aku hanya ingin menatap pemandangan di luar," Jawab Youra menahan senyumannya menghadap ke Kaila.


“Ngaku, apa yang terjadi tadi hmm?" Tanya Kaila yang semakin curiga.


“Tidak terjadi apa apa isss," Jawab Youra yang merona.


“Ku beritahu ya, jangan mudah percaya dengan seorang yang baru, mungkin dia menggunakan topeng atau apa lah," Ucap Kaila menasehati Youra sembari berjalan menuju kamar nya.


“Kak, bagaimana pertemuan antara kakak dengan kak Kaila?" Tanya Youra sembari duduk di sofa.


“Panjang ceritanya, intinya aku dan Krisna bertemu di sekolah," Jawab Kaila masuk kedalam kamar.


“Ish menyebalkan," Ucap Youra yang kesal.

__ADS_1


Krisna bersama Mikael memasang televisi besar dengan PlayStation 5 yang baru saja di belinya.


Mikael tidak tau kedua barang itu dan hanya mengikuti arahan Krisna.


Kedua batang itu terpasang dan Krisna memberikan Mikael stik PlayStation.


Mikael menekan tombol di stik dan merasa bingung dengan stik PlayStation itu.


“Ini apa?" Tanya Mikael yang kebingungan.


“Itu stik PlayStation untuk bermain, sudah mari bermain saja," Jawab Krisna menekan tombol di PlayStation.


Krisna memilihkan game tembak menembak dan Mikael sangat fokus menekan nekan tombol di stik nya.


Krisna bermain dengan santai, pemain yang mereka mainkan mati dan game over.


“Aaaa aku tidak bisa mainnya," Ucap Mikael melempar stik ke sofa kasur sembari memegang kepalanya kebingungan.


“Sudah tenang dulu, kamu baru pertama kali akan merasa kesusahan, lihat saja nanti kalau sudah lama main," Ucap Krisna memegang stik nya dan memulai kembali permainan.


“Haish aku tidak mau, game jelek mending aku bertarung di dunia nyata," Ucap Mikael penuh kesal karena kalah.


“Kamu ini, coba dulu beberapa kali," Ucap Krisna mengambil stik Mikael dan memberikan nya ke Mikael.


Mikael mengambil kembali stik nya mencoba untuk tenang dan hanya untuk bersenang-senang.


...... Beberapa Saat Kemudian ......


“Wuhhh aku ngebunuh bos nya, ayo lagi lagi!" Bentak Mikael penuh semangat memegang stik.


“Katanya game jelek kenapa se semangat itu," Ucap Krisna yang tersenyum kebingungan.


“Sudah cepat tekan tombol selanjutnya," Ucap Mikael penuh semangat mendorong Krisna.


Krisna menghela nafasnya mencoba sabar dan menekan tombol misi selanjutnya.


Mereka berdua kembali memainkan permainan mereka.


Youra di dalam ruangannya menatap sekitar namun tidak ada orang, dia melompat dari jendela mendarat ke semak semak.


Youra keluar dari semak semak dan berjalan jalan sekeliling untuk mencari Hiko.


Krisna merasakan kalau ada firasat aneh namun dia abaikan saja karena ingin bermain PlayStation lebih lama.

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻


__ADS_2