
Alexia mengamati di istana namun di istana hanya mereka bertiga,dia pun mencari Mikael lewat lensa sniper nya dan menemukan marved yang sedang bermain bersama anak anak.
Marved mengangkat bola milik anak anak namun tiba tiba ada suara tembakan dan peluru menembus bola hingga berlubang.
“Sudah di bilang jangan main main."Ucap Alexia yang masih berada di gubug petani sembari mengamati lewat lensa sniper nya.
Pasukan yang berada di istana sudah dalam keadaan tanpa nyawa dan Tenz menancapkan pedangnya kembali ke salah satu mayat pasukan.
“Dimana Diana,Youra,dan Mikael?."Tanya Tenz yang menancapkan pedangnya ke tubuh mayat.
“Mereka berada di bumi,kami tidak tau apa yang mereka lakukan."Jawab mayat pasukan yang berubah menjadi zombie.
Tenz mencabut pedangnya kembali dan menaruh di pundaknya. Hyunh menancapkan tombaknya ke setiap mayat dan melemparkan mereka di suatu ruangan.
Alexia berjalan menuju istana dengan menggendong sniper nya. Marved juga berjalan menuju istana untuk melakukan misi berikutnya.
“Bagaimana ini Tenz?."Tanya Hyunh yang bingung.
“Target kita adalah Diana dan Mikael sekarang."Jawab Tenz yang kesal sembari mengepalkan tangannya.
“Kalau mereka berdua seperti semur kecil,tapi tidak tau seberapa kuat kekuatan Youra."Ucap Shawn yang tiba tiba muncul.
__ADS_1
“Tidak perlu takut oleh mereka bertiga,yang perlu di takutkan adalah pemuda bernama Krisna,dia berhasil membunuh raja dan pasti kekuatan nya melebihi raja."Ucap Tenz yang bingung.
“Jadi kita kemana?."Tanya Alexia melangkah masuk istana lewat belakang.
“Kita berangkat ke bumi."Jawab Tenz sembari menatap ke langit.
“Oi kalian sudah bermain nya kah."Ucap Marved yang berjalan masuk istana lewat belakang.
“Darimana saja kamu?."Tanya Shawn dengan tatapan datar.
“Dia tadi bermain dengan anak anak."Jawab Alexia sembari menunjuk Marved.
“Memangnya tidak boleh kah."Ucap Marved tersindir.
......Di Bumi......
Diana di pojok ruangan sembari memakan cemilan karena merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Sedangkan Lina,Mikael,dan Youra sedang makan sembari mengamati Diana yang merenung di pojokan.
“Ada apa dengan dia?."Tanya Lina yang mengamati Diana sembari makan.
“Lagi galau mungkin."Jawab Mikael yang mengamati Diana sembari makan.
__ADS_1
“Oi kalian cepat makan,setelah makan kita pergi mencari setengah kekuatan Krisna."Ucap Diana dengan khawatir dan berdiri.
“Kemana?."Tanya Youra sembari membuang bungkus makanan.
“Ke museum dimana pedang yin yang Krisna di sembunyikan...Lina,tolong antar kami ke museum itu."Jawab Diana dengan tatapan serius.
“Baiklah,mari berangkat."Ucap Lina yang tersenyum sembari membuang bungkus makanannya.
“Ehhh aku kan lagi makan."Ucap Mikael sembari memegang sendok.
“Sudah lah,ayo kita berangkat."Ucap Youra sembari menendang bungkus makanan milik Mikael ke tempat sampah.
“Hiks makanan ku."Ucap Mikael yang menangis sedih melihat makanan nya masuk ke tempat sampah.
Mereka berempat berangkat teleportasi menuju di dekat museum. Mereka berempat memauski semak semak untuk mengamati pengamanan museum itu,namun mereka terkejut melihat Xeta menjaga di dekat pedang yin yang.
“Dia seperti ancaman di misi ini."Ucap Mikael yang kesal melihat Xeta.
“Dan sangat sulit untuk di kalahkan."Ucap Lina yang mengamati Xeta.
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻
__ADS_1