
“Bagaimana bisa?."Tanya guru Exel yang tercengang dan tidak bisa bergerak sama sekali.
“Itu apa tadi."Ucap Kaila yang tercengang.
“Itu naga berwarna merah yang pernah di keluarkan oleh guru Kenshi."Ucap Exo yang ikut tercengang.
“Ahahaha gila,pasti kita akan menang di pertandingan 2 hari lagi karena kita punya kartu as."Ucap Yunli yang percaya diri dan tertawa senang.
“Aku tadi tidak sengaja."Jawab Krisna yang mengarang untuk menutupi keberadaan mereka berdua.
“Sekarang kemungkinan kalian hidup menjadi 50 persen,semoga saja kalian terus berkembang selama 2 hari ini untuk memperbesar peluang hidup."Suara hati guru Exel yang sedikit lega.
Niko melihat jam tangan nya dan kaget karena sudah hari berikutnya padahal mereka baru saja di situ selama 1 jam. Krisna melihat ke Niko yang kaget.
“Ada apa Niko?."Tanya Krisna yang kebingungan dan menghampirinya.
“Kita di sini cuma 1 jam doang kan,kok di jam tangan ku sudah di jarum hari esok."Jawab Niko yang bingung.
“Oh aku lupa bilang kalau dimensi ku mengalami perlambatan waktu,di sini 1 jam sama saja 1 hari di bumi."Ucap Krisna sembari menggaruk kepalanya karena merasa bersalah.
__ADS_1
“Hah!."Bentak mereka semua yang kaget kecuali guru Exel.
“Berarti pertandingan di mulai besok."Ucap Lina yang mondar mandir karena merasa waktu sudah mepet.
“Iya maaf ya,ayo kita latihan selama satu jam.'Ucap Krisna dengan semangat dan menggenggam erat pedangnya.
“Iya."Serentak semuanya dengan nada malas.
Mereka berlatih dengan kekuatan masing-masing,Krisna bersemedi untuk mengumpulkan seluruh energi untuk pertarungan mendatang,dia mulai memikirkan cara untuk membuatnya sebagai pertahanan dan petarung.
“Gunakan kekuatan tanah mu,kekuatan yin yang sudah tertanam di tubuh sejak kamu di sambar petir,bayangkan lah ada 5 elemen yang bisa kamu kuasai."Ucap harimau di dalam penjara yin yang.
“Kalian semua sudah siap?."Tanya guru Exel yang sedih.
“Hmmm aku si masih ragu ragu."Jawab Setianza dan Niko secara bersamaan.
“Aku siap untuk menghadapi kematian."Ucap Yunli yang menguatkan tekadnya karena dia arwah yang tinggal di tubuh robot.
Yang lain tidak menjawab yang berarti sudah siap,Krisna menaruh pedang yin yang di pundaknya sedangkan pedang yang di belinya berada di pinggangnya.
__ADS_1
“Ayo Krisna,kita ke tengah area pertarungan."Ucap guru Exel dengan tersenyum.
“Baiklah."Ucap Krisna sembari menarik pedang yin yang dari sarung dan mengangkatnya ke atas.
Seketika mereka berada di tengah lapangan pertarungan,mereka kaget karena mereka di saksikan oleh seluruh ketua inti dari berbagai organisasi,Krisna memasukkan pedangnya ke sarungnya karena tidak ingin memperlihatkan pedang yin yang miliknya sebelum pertarungan.
Ketua inti baru/ayah Lina berada di kursi VIP dan melihat regu milik guru Exel yang akan bertarung dengan regu luar.
“Semoga kalian bisa menang."Bisik ketua inti baru/ayah Lina dengan tersenyum.
“Apakah tidak apa apa mengirim Lina ke arena pertarungan yang sangat berbahaya?."Tanya asisten Lina yang khawatir dan bersikap tegas.
“Aku hanya menguji seberapa besar Krisna akan melindungi Lina karema aku dengar kalau Lina dekat dengan anak bernama Krisna,dan juga aku ingin dia menjadi dewasa di pertarungan ini karena dia biasanya sangat egois."Ucap ketua inti baru/ayah Lina sembari tersenyum dan melihat Krisna.
“Tapi,regu yang akan mereka lawan terkenal dengan kekejaman nya,regu not human."Ucap asisten Lina sembari membaca dokumen berisi informasi tentang regu not human.
Namun ada delapan orang yang berjalan dari gerbang masuk arena,Krisna merasakan energi sangat dahsyat pada mereka. Kedelapan orang itu adalah regu not human.
“Mereka adalah musuh yang akan kalian hadapi."Ucap guru Exel yang berkeringat melihat energi luar biasa dari mereka.
__ADS_1
“Sial!."Ucap Krisna yang tidak bisa bergerak karena energi luar biasa mereka semua.