
Youra berjalan menyusuri desa namun tidak kunjung ketemu dengannya, dia berjalan menuju daerah sawah yang sangat luas dan udara yang sangat segar.
“Segar sekali udara di sini, mengantuk rasanya," Ucap Youra yang menarik nafas dalam-dalam.
Tiba tiba Hiko di belakang Youra dan menepuk pundak Youra hingga dirinya terkejut.
Youra terkejut menatap kebelakang dan merona melihat Hiko di depan matanya.
“Hai, bertemu lagi ya Youra," Ucap Hiko tersenyum ramah menghadap Youra.
“Iya bertemu lagi ahaha, hmmm ngapain di sini?" Tanya Youra yang canggung dan merona.
“Aku hanya ingin mencari udara segar dan tentunya ingin melihat pemandangan yang cantiknya seperti kecantikan mu," Jawab Hiko sembari menarik dagu Youra.
“Hueeekkk buaya," Ucap Krisna dan Mikael muntah yang berada di atas pohon di dekat mereka.
“Darikapan kalian ada di situ!?" Tanya Youra dengan tegas.
“Sejak tadi," Jawab serentak Krisna dan Mikael.
“Sejak kapan!!!" Bentak Youra penuh emosi.
“Sejak tadi," Ucap Krisna dan Mikael sembari tersenyum kecil.
“Ehem aku ada urusan, aku pamit ya," Ucap Hiko yang pura pura batuk sembari berjalan pergi.
Krisna dan Hiko saling menatap satu sama lain dan muncullah dendam di antara mereka berdua.
Krisna menatap Hiko merasakan kalau ada sesuatu yang buruk di dalam dirinya beserta energi yang cukup kuat.
“Jadi dia yang namanya Krisna, tunggu saja," Suara hati Hiko tersenyum licik sembari berjalan cepat.
Krisna menarik tangan Youra dengan kasar dan Youra teriak kesakitan.
Krisna tidak menyadari kalau dirinya menggenggam tangan Youra terlalu keras hingga tangan Youra memerah.
“Kakak kenapa si hah, datang mengganggu saja!" Bentak Youra yang kesal sembari berjalan pergi.
“Hei Youra!" Bentak Mikael.
“Sudah biarkan saja dia, biarkan dia sendirian dulu," Ucap Krisna menatap Youra.
“Apa perlu ku kejar?" Tanya Mikael menunjuk Youra.
__ADS_1
“Tidak perlu, dia sudah dewasa dan tau mana yang baik mana yang tidak," Jawab Krisna sembari berbalik badan menuju apartemen.
Mereka berdua berjalan kembali ke apartemen sedangkan Youra berlari penuh kesal menuju bawah pohon yang besar.
Mikael menatap Krisna yang tidak seperti biasanya, dia terpikirkan tentang cowok tadi yang bersama Youra yang kemungkinan membuat Krisna seperti ini.
“Krisna, aku ada urusan sebentar," Ucap Mikael berbalik badan berlari.
“Oh baiklah, hati hati," Ucap Krisna yang merasa aneh.
Krisna mengangkat bahunya sebentar merasa tidak tau apa yang di lakukan Mikael.
Hari memasuki malam dan di hutan dimana Mikael berada sangat gelap.
Mikael melayang menggunakan kekuatan anginnya mengikuti Hiko dari belakang, dia merasa aneh terhadap Hiko karena semakin masuk kedalam hutan yang sangat gelap.
Mikael mengikuti Hiko dan mengamati hutan yang kering tidak ada air sama sekali.
Dia semakin curiga terhadap Hiko mungkin dia mengetahui dirinya mengikuti nya.
“Kau kira aku tidak tau hah!!!" Bentak Hiko sembari membalik badannya ke arah Mikael.
Krisna sedang duduk di jendela ruangannya sembari mengunyah permen karet mengamati pemandangan sekitar, tiba tiba muncul ledakan besar di tengah hutan.
Krisna mengangkat matanya lebar lebar untuk mengeluarkan rinnegan namun mata itu tidak keluar, dia teringat kalau kekuatan nya menghilang dan terpaksa berlari menggunakan energi menuju ledakan itu.
Xeta berada di kamarnya menggunakan earphone mendengarkan lagu sembari mengelap senapan miliknya.
Sedangkan Diana dan Lina saling bertengkar mengeluarkan suara nyaring hingga ledakan itu tidak terdengar.
Youra yang masih di daerah sawah tiduran bersender di pohon besar terkejut mendengar ledakan itu.
Youra berdiri untuk menuju ledakan itu namun tiba tiba Hiko memegang kedua bahu Youra.
“Hiko," Ucap Youra yang merona terkejut ada Hiko di belakang nya.
“Ngapain kamu belum pulang, berbahaya kalau kesana, mari pulang," Ucap Hiko menggenggam tangan Youra sembari tersenyum manis.
“Oh baiklah," Ucap Youra tersenyum sembari berbalik arah.
Krisna berlari melompat dari ranting ke ranting pohon dengan membawa ember air, dia sampai di lokasi ledakan yang terbakar dan membasahi dirinya dengan air yang dia bawa.
Krisna menembus api yang panas, dia berjalan mengelilingi tempat terbakar itu apabila ada korban.
__ADS_1
Namun Krisna tiba tiba tersandung Mikael yang pingsan di tanah, dia terkejut melihat Mikael dan menggendongnya berlari menuju apartemen.
Sedangkan Hiko bersama Youra berada di restoran mewah.
Youra berada di ruang ganti memakai gaun cantik di berikan oleh Hiko, dia merasa sangat gugup memakai gaun itu namun dia harus keluar menunjukkan gaunnya ke Hiko.
“Bagaimana?" Tanya Youra memutar badannya dengan rasa malu.
“Kamu terlihat sangat cantik dengan gaun itu, silahkan duduk di bangku ini ratu," Jawab Hiko sembari tersenyum dan menarik kan kursi untuk Youra.
“Iya terima kasih," Ucap Youra merona duduk di kursi.
Krisna sampai di depan apartemen nya sembari menggendong tubuh Mikael, dia berpikir kalau naik lift akan di tanya manager beserta pelayan apartemen dan pula dia sudah tidak bisa melompat tinggi lagi.
“Hanya ada satu cara," Ucap Krisna menguatkan kakinya.
Krisna melemparkan tubuh Mikael ke lantai 6 tepat di jendela ruangannya, tubuh Mikael menabrak jendela bagian atas dan masuk kedalam ruangan.
“Weeee lain kali aku akan ikut ekstrakulikuler basket lah," Ucap Krisna sangat senang karena lemparan nya berhasil.
Krisna berjalan masuk ke apartemen dengan baju yang sudah tak membentuk, orang orang di dalam mengira Krisna seperti orang gila yang masuk.
Krisna sampai di lantai 6 melalui lift dan di depan lift di sambut Lina penuh dengan hawa emosi sembari melipat tangannya membawa handuk.
“Habis darimana?" Tanya Diana melemparkan handuk ke Krisna.
“Aku habis menyelamatkan orang orang korban ledakan itu termasuk Mikael," Jawab Krisna sembari menutupi badannya dengan handuk.
“Ada apa sebenarnya?" Tanya Lina penuh rasa curiga.
“Tidak tau, aku masih bingung membuat kesimpulan yang sebenarnya," Jawab Krisna berjalan masuk kedalam ruangannya.
Lina menghela nafas mencoba sabar sembari membawa kotak medis untuk menyembuhkan luka mereka berdua.
Krisna mengambil obat luka bakar dari kotak medis yang di bawakan oleh Lina, dia mengoleskan obat luka bakar itu ke tubuh Mikael yang terbakar.
Krisna mengobati lukanya sendiri namun tiba tiba tangan nya di tarik oleh Lina.
Lina memegang kapas di tetesi obat dan mengusap luka bakar di tubuh Krisna dengan perlahan.
“Sudah aku saja bisa kok," Ucap Krisna merasa tidak enak terhadap Lina.
“Shutt, diam lah," Ucap Lina mengusap perlahan.
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA DAN JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA DAN SAYA MINTA MAAF BILA ADA KOSAKATA YANG SALAH 🙏🏻