Perjuangan CEO Untuk Mendapatkan Gadis Bar Bar

Perjuangan CEO Untuk Mendapatkan Gadis Bar Bar
cemburu


__ADS_3

kini nia, mawar dan niko sudah di rumah


"ko mau baliin kakak gado gado ngak" ucap nia


"emng kenapa kak, kan pelayan udah pada masak" tanya niko


"kakak pengen gado gado, beli nya juga dekat kok, di gang depan" ucap nia


"oke kak" ucap niko


sudah 30 menit dari tadi niko keluar tapi belum pulang


"niko mana sih, beli gado gado cuman di gang depan lama amat" ucap nia sambil memegang perutnya yang lapar



"kak, ni gado gadonya"ucap niko


"nah ini baru mantap, kok lama amat"tanya nia


"Ngantri kak" jawab niko


"ko ini cuman 2 bungkus " tanya nia sambil memegang plastik gado gado


"iya kak, niko juga mau makan gado gado" ucap niko


"bukan itu niko ganteng, kakak mu mawar kagak kamu beliin" ucap nia


"kan dia ngak nitip" jawab niko


saat itu davin datang bersama dino dan raka


"assalamualaikum " ucap davin


"Waalaikumsalam "ucap semuanya


mawar yang baru turun langsung mempercepat langkahnya


"kok kak davin malam malam datang ke sini" tanya mawar yang sok baik


"kakak cuman mau makan malam bareng aja, sekalian ajak teman dan kakak bawakan makanan" ucap davin


"Ouh kalau gitu ayo ke meja makan kakak semua" ucap mawar


melihat tingkah mawar niko seakan pusing melihatnya

__ADS_1


"kak, niko mau ambil HP dulu di kamar, " ucap niko


"kalau gitu sekalian HP kakak, jangan Pekek lama" ucap nia


"siap bos" ucap niko dengan senyum


kini nia sedang fokus membuka gado gado yang ada di depannya


"hai" ucap davin menyapa nia


"Hm ada apa, ada yang bisa saya bantu" ucap nia yang masih fokus membuka gado gado


"nona nia, davin itu cuman nyapa untuk memulai percakapan" ucap raka


"jadi tuan tampan itu memulai percakapan dengan kata hai ya" ucap nia


"bukan begitu nia, dia bicara aja seperti biasa kek orang ngumpul gitu" ucap dino


"o" ucap nia


niko pun datang dan duduk di samping nia


"kak ini HP nya" ucap niko


"oke, makasih" ucap nia


"ko kita makan di sana yok" ucap nia sambil menunjuk sofa yang ada di depan tv


"ayo kak" ucap niko


melihat nia dan niko pergi membuat orang yang ada dimeja makan heran


"Woi kalian mau kemana" panggil mawar


"pergi makan " ucap niko


"makan di sini niko bukan di sana" ucap mawar


"males, aku sama kak nia mau makan sambil nonton" ucap niko


mawar tidak membalasnya lagi, mawar membiarkan mereka ke sana dan menggunakan kesempatan untuk mencari perhatian


tapi davin malah menghampiri nia


"boleh aku duduk disini" ucap davin

__ADS_1


"astagfirullah kaget aku" ucap nia sambil memegang dadanya seperti orang terkejut


davin hanya senyum senang melihat nia yang begitu lucu


" Ngapain kesini sana aja makan" ucap nia


"cemburu ya" ucap davin


mendengar itu membuat niko dan nia membulat kan matanya


"cemburu, buat apa unfaedah bangat" ucap nia


tiba tiba HP nia berdering


"halo kak" ucap nia


"ni, beberapa hari lagi kakek dan beberapa anaknya akan pulang dari luar negri, semoga aja mama kamu juga ikut" ucap laki laki di seberang telepon itu adalah revan


"oke, aku akan siap siap ka" ucap nia dengan serius


setelah nia mengangkat telpon terus nia melanjutkan makannya


"ada apa kak" ucap niko


"ngak ada apa apa kok" ucap nia


" serius, kalo ada masalah cerita aja, barangkali aku bisa bantu" ucap davin


"saya tidak meminta bantuan anda" ucap nia dengan menakutkan


mawar, dino dan raka juga menuju kesana


"Woi gabung dong" ucap mawar


"silahkan ,Lagian aku juga mau pergi" ucap nia sambil berdiri dan melangkah


"pergi kemana" tanya davin


"ngumpul bareng teman"ucap nia


"kalau gitu aku ikut" ucap davin


"kagak boleh, Ngapain ikut, kalau cuman karena alasan ngak jelas seperti khawatir ,gue bukan anak kecil kok " ucap nia sambil meninggalkan mereka


"mau aku kasih obat sabar" hujan raka di telinga nya davin

__ADS_1


.


.


__ADS_2