
semua berkumpul di rumah alexander, hutomo yang tampak segan sedangkan nia berusaha tenang
"silahkan diminum teh nya " ucap alex kepada keluarga hutomo
mereka meminum teh itu, hutomo bingung ingin memulai nya dari mana, tapi nia mencoba untuk memulai
"begini om, maksud kami datang kemari ingin mengatakan sesuatu yang sebelumnya sudah kita setujui om" ucap nia
"maksud kamu perjodohan kamu dengan davin" ucap alex dan melirik davin
"iya om, saya ingin membatalkan perjodohan ini om" ucap nia sambil tertunduk
"batal, kenapa begitu nia" ucap davin terkejut
"apa alasan kamu membatalkan perjodohan ini" tanya alex
"karena nia merasa kami tidak cocok om" ucap nia
"tidak cocok? hanya itu" ucap davin
"masih banyak hal lainnya, jadi saya mohon jangan paksa nia" ucap nia
davin langsung antara marah dan melampiaskan dengan memukul paha nya sendiri
"saya minta maaf untuk itu alex, karena nia sendiri yang ingin menolaknya " ucap hutomo dengan malu
"jika om masih ingin perjodohan ini di lanjutkan, mawar bisa menggantikan posisi nia" ucap nia
"aku" ucap mawar
"apa kamu mau" tanya nia
"saya hanya ingin dengan kamu" ucap davin
"kalau gitu nia menolak" ucap nia
"mari bicara berdua" ucap davin
mereka menuju balkon rumah
"kenapa kamu menolak" ucap davin
"bukan urusan kak davin, jika nia sudah menolak jangan paksa nia lagi" ucap nia
"jika saya sudah jatuh cinta kepadamu gimana, apakah mudah mencari dan mencintai yang lain"ucap davin
"itu bukan urusan saya " ucap nia
__ADS_1
"kalau gitu, akan ku pastikan akan mendapatkan dirimu, sekarang lakukan saja apa yang kamu inginkan " ucap davin dan pergi
tiba tiba nia berlari tergesa menuju mobil, sambil menahan air mata
"nia, kamu mau kemana" panggil hutomo
mereka berpikir kalau nia menanggis karena davin, tapi davin menjelaskan dan mereka di buat bingung dengan tingkah nia
tak lama kemudian niko berkata
"kak, clarisa kecelakaan " ucap niko terkejut
"berarti nia menyusul kesana"ucap hutomo dan mereka bergegas untuk pergi
nia menuju langsung Kerumah sakit, dan nia tepat bertemu clarisa yang terbaring keluar dari ambulan
"sa bangun, kenapa kamu bisa begini" tangis nia melihat kepala clarisa berdarah dan di tambah sebuah darah bekas tusukan pisau di bagian perut
disana juga ada polisi
"maaf apa anda keluarga korban" ucap polisi
mengingat keluarga clarisa di luar negri nia mengatak kalau nia keluarga clarisa
"iya pak" ucap nia
"apa pelakunya sudah di tangkap pak" ucap nia
"sampai sekarang kami belum mengetahui wajah pelaku, kami akan mengirimkan video ny ke ibuk barangkali ibuk memgetahui" ucap polisi
"baik pak, kalau gitu saya permisi dulu" ucap nia
saat nia menuju kedalam davin dan hutomo sekeluarga juga sampai dan mengikuti nia
"nia, apa yang terjadi " ucap hutomo
"clarisa di aniaya " ucap nia
pesan berbunyi di HP nia, video itu sudah sampai dan di lihat nia, dan nia mengetahui pelaku itu,pelaku itu juga ada di rumah sakit dengan pura pura tak tau apa apa
"apa itu menyenangkan " tanya nia sambil melihat kearah ruang operasi
semua orang heran
"maksud kakak apa" tanya niko bingung
nia menampar wajah laki laki yang sok polos itu dengan punggung tangan dengan keras
__ADS_1
"apa kamu yang bermain" ucap clarisa dengan marah
"maksud kamu apa nia" tanya laki laki itu, bernama riki
"drama apa yang mau kamu mainkan" tanya nia dengan nada pelan tapi geram
"kak tenang kak" ucap niko
nia tidak menghiraukan niko
"drama seru dan akan membuat aku bahagia " ucap riki dan wajah yang sudah berubah
"dramamu terlalu jauh dan berbahaya " ucap nia
"itu salah dia sendiri, gara gara dia menolak cinta ku aku di permalukan teman temanku" ucap riki kesal dan geram
"tapi kamu keterlaluan riki" ucap nia marah dan menagis
"aku akan bahagia jika dia mati" ucap riki
mendengar itu nia ingin memukul riki tapi di tahan oleh niko dan davin
polisi datang, dan membawa riki. nia hanya duduk sambil menangis menunggu clarisa yang masih operasi
"kak udah, jangan Nangis lagi, kak clarisa pasti selamat "ucap niko
nia tetap menangis dan niko memeluk nia untuk menenangkan
dua jam sudah operasi sudah selesai
kini clarisa sudah selesai operasi tapi masih dalan keadaan lemah, nia menemani clarisa bahkan juga mengurus biaya rumah sakit
"apa clarisa begitu penting bagimu" tanya hutomo di depan semua nya
"tentu, semenjak kalian berpisah aku hanya mendapatkan kasih sayang teman dan itu hanya clarisa dan dia juga selalu ada untukku, bahkan waktu aku kecelakaan sepeda motor saat sma juga dia yang mengurus nia, sedangkan papa cuma kerja " jawab nia
"papa kamu bukan bermaksud begitu nia" ucap mira membela hutomo
"bukankah aku juga penting bagi papa, tapi papa menunjukkan kalau aku tidak penting bagi papa, sudah pa aku tidak ingin berdebat, kalian boleh pulang dan untuk sekarang niko pulang kerumah" ucap nia dan pergi
mereka tidak bisa berbicara apa apa, dan pulang
niko tidak pulang ke rumah, tapi ia di apartemen nia ia merasa lebih nyaman dengan nia
"bukan hidup yang tidak adil kepadamu kak tapi papa yang tidak pernah adil untuk mu dan niko juga tau ini semua karena mama niko, maafkan mama niko kak" ucap niko duduk di sofa
niko merasa bersalah karena mama nya , bahkan niko pun tidak begitu mendengarkan mama nya, ia lebih mendengarkan nia
__ADS_1