
niko berusaha melepaskan pegangan tangan mawar
"lepasin ,lepasin niko Lagian tak ada yang peduli dengdenganniko kecuali kak nia" ucap niko
"niko tetap dirumah"teriak hutomo
"niko mau ikut kak nia" teriak niko
"berhenti seperti anak kecil niko, keadaan kacau jangan menambah kacau" ucap mira memarahi niko
"kalian biarkan niko menemui kak nia dan keadaan kacau ini akan baik baik saja" ucap niko
"emang nya dengan kamu bertemu nia keadaan bisa baik baik saja" teriak mira
"sebelum nya kami minta maaf atas ketidak nyamanan nya"ucap pak hutomo kepada keluarga alexander
"tidak apa apa hutomo, lebih baik selesaikan masalah ini "ucap tuan alex dan pamit pulang
setelah keluarga alexander pulang, niko mencoba pergi
"berhenti niko" teriak hutomo
niko tidak menghiraukan, terpaksa pak hutomo memerintahkan bawahannya untuk mencegah niko
niko menagis dan membontak bontak ingin pergi sedangkan niko di pegang oleh bodyguard, hal tersebut membuat niko lemah dan pingsan
"niko" teriak
keadaan yang lemah dan demam tinggi membuat niko harus di rawat di rumah sakit
"ini semua gara gara nia, andaikan nia tidak bertingkah seperti anak kecil niko tidak akan seperti ini" ucap mira kesal
"jangan salahkan anak saya, justru kehadiranmu membuat nia seperti ini" ucap rita
"sudah, sudah hentikan biarkan niko beristirahat " ucao hutomo
"kak nia, jangan tinggalkan niko " ucap niko sambil menangis tak sadarkan diri
melihat keadaan niko, mereka mencoba menghubungi nia, tapi tak ada satupun yang bisa
"mana HP niko"tanya rita
"untuk apa"tanya hutomo
"berikan" ucap rita
hutomo memberikan HP niko, rita mencoba menghubungi nia dengan HP niko, tapi juga tidak bisa, rita mengirimkan pesan kalau niko di rawat di rumah sakit
malam itu nia tidak datang
nia bangun dan mencabut charger HP dan melihat pesan
nia langsung bergegas untuk Kerumah sakit
sampai di rumah sakit mereka mempersalahkan nia masuk seorang diri
"kak nia, jangan tinggalkan niko"ucap niko tak sadarkan diri
"kakak ngak ninggalin kamu kok, kamu cepat sehat " ucap nia sambil mencium kening niko
__ADS_1
perlahan niko membuka mata
"kak nia, jangan tinggalkan niko" ucap niko memegang tangan nia
"ngak, kakak di sini" ucap nia
"nanti kakak pergi lagi" ucap niko
"kakak banyak kerjaan" ucap nia
"niko ikut kak nia boleh" tanya niko
"boleh tapi kapan kapan" ucap nia
"niko ingin sekarang kak" ucap niko
"niko masih sakit" ucap nia
"suster, suster"niko memanggil suster
"kenapa, ada yang sakit niko" tanya nia
suster pun datang mereka juga masuk
"niko, kamu baik baik aja" ucap pak hutomo panik
"suster niko boleh pulangkan" tanya niko
"untuk sekarang anda memerlukan perawatan " ucap suster
"kak nia bersedia merawat niko, jadi niko ingin pulang " ucap niko
mendengar itu nia membulatkan matanya kepada niko
susterpun pergi
"kamu merawat niko dan pulang Kerumah kan nia" ucap pak hutomo
"nia merawat niko di apartemen "jawab nia
"mana bisa " bantah mira
"sudah, sudah biarkan saja, asalkan niko cepat sembuh " ucap hutomo
mereka mengantarkan niko sampai parkiran, dan niko pergi dengan nia
"sudah sampai" tanya niko
"sudah" jawab nia
"ini kan tidak jauh dari rumah" tanya niko
"dekat dari rumah, dan kakak tinggal di lantai 11" ucap nia
"buset " ucap niko
mereka pun turun dan pergi menuju lantai 11
"sudah sampai"jawab nia
__ADS_1
"Waw besar sekali, kamar niko yang mana" tanya niko
"pilih aja, kecuali kamar kakak, kakak mau masak" ucap nia
"kalau gitu niko ingin kamar itu, disebelah kamar kak nia" ucap niko
"bisa beres beres" ucap nia
"bisa" ucap niko
saat memasak nia mendengar suara seperti orang terjatuh ,nia bergegas
"niko" ucap nia panik
nia melihat nia terbaring lemas
"niko, kalau ngak sanggup bilang" ucap nia sambil memapa niko untuk duduk
niko mimisan dan nia mengambil tisu dan membersihkan mimisan niko
"kamu istirahat dulu, kakak masak makanan buat kamu" ucap nia dan membaringkan badan niko di kasur
setelah masak, nia memapa niko duduk di sofa
"ayo makan" ucap nia dan mengarah sendok berisi nasi ke mulut niko
niko memakan semua nya dan meminum obat
"kamu mau tidur atau gimana" tanya nia
"niko duduk disini aja kak, niko mau nonton ditemani kak nia" ucap niko
nia menghidupkan tv dan menemani niko
beberapa menit kemudian niko tertidur di pundak nia
"pasti kamu merasa bersalah, tapi kakak tidak pernah menyalahkan kamu, kamu berbeda dengan mama dan kakak kandungmu, semoga kamu mengerti keadaan ini ,kakak janji akan merawat kamu seperti adik kandung kakak sendiri " ucap nia dalam hati sambil mengelus kepala niko
nia membiarkan niko tidur di pundaknya, nia berfikir untuk menolak davin karena ia merasa tak pantas untuk laki laki yang sesaat davin
keesokan pagi nya nia menelpon hutomo
"halo, assalamualaikum pa" ucap nia
"Waalaikumsalam nia" ucap hutomo gembira
"pa aku ingin menolak perjodohan ini " ucap nia
"menolak gimana, bukan nya kamu sudah setuju " ucap hutomo
"pokoknya nia ingin menolaknya, assalamualaikum " ucap nia dan mematikan telpon
niko mendengar dan bertanya
"kenapa kakak tolak, kakak sangat cocok sama kak davin" ucap niko
"kami tidak cocok" ucap nia
"padahal selama ini kak davin berusaha mendapatkan hati kakak" ucap niko
__ADS_1
"tau dari mana kamu, masi kecil ngak usah jago dalam cinta " ucap nia
"pandangan niko begitu kak" ucap niko