
kini nia pergi meninggalkan papanya yang sedang menyesali perbuatannya
"jika papa setuju dengan permintaanku, lantik aku secepatnya" ucap nia sambil menutup pintu
nia langsung menuju kamarnya, saat nia masuk kamar, nia melangkah ke arah fhoto. ia memandang fhoto itu
apa sebenarnya yang terjadi dengan keluargaku, kenapa keluargaku hancur, kenapa mama tiba tiba hilang dan kenapa papa bisa menikah lagi, ma, pa aku rindu kasih sayang kalian, kasih sayang yang tulus, dan sebuah senyuman yang tulus
ucap nia dengan berair mata dan perih yang di rasaknnya. di pintu luar kamar nia ,niko mendengar kesedihan dan keluh kesah nia ,ia merasa simpati terhadap kakaknya,
meskipun kakak tampak biasa biasa saja, seperti orang cuek, tak peduli dengan apa yang terjadi, tapi dia memiliki hati yang baik, ia bukanlah gadis yang kuat kak nia hanya berpura pura kuat padahal ia lemah dan sering menangis, kak niko mengerti apa yang kakak rasakan, maafkan mama niko kak yang telah masuk ke dalam keluarga kakak hingga mehilangkan sebuah senyumanmu dan membagi kasih sayang seorang ayah
ucap niko di dalam hatinya dan melangkah menuju kamar
kini pagi sudah terbit, nia yang tertidur di meja rias karena menangis ,kini pun sudah bangun, hari ini nia bangun terlambat, saat nia bangun ada suara ketokkan pintu
"non, non nia" ucap bik nurul dari luar
" iya bik, ada apa, nia udah bangun kok" ucap nia dengan nada berat
"semua orang menunggu non turun untuk makan, keluarga alexander juga ada di bawah" ucap bik nurul dengan lembut
__ADS_1
"oke bik, bentar lagi nia turun" ucap nia dan bergegas untuk mandi
25 menit kemudian nia turun, dengan ekspresi seperti biasa, seakan tak terjadi apa apa dan wajah yang datar
"pagi nia " ucap aini dengan senyum memandang nia
"pagi tante" ucap nia sambil duduk di kursi
"kalau gitu mari kita serapan, sudah sedikit lama kalian menunggu" ucap mira dengan sunggkan dan senyum kepada keluarga alexander
saat mereka selesai serapan pak hutomo langsung membuka topik pembicaaan
"begini, saya ingin menyerahkan bisnis saya kepada anak saya" ucap hutomo dengan serius mendengar itu nia yang asik sendiri membulatkan matanya dan memandang papa nya, sedangkan mawar dan niko terkejut
"maksud papa, papa mau melantik nia sebagai penerus bisnis papa" ucapan hutomo membuat semua yang ada di meja makan terkejut
"pak hutomo serius" ucap mario dengan serius
"iya saya serius mar, besok acara pelantikkanya akan saya adakan" ucap hutomo dengan serius dan senyum
"tapi om, nia kan masih kuliah" ucap davin yang juga ikut bertanya
__ADS_1
"iya pa" di ikuti dengan ucap mawar yang kesal dengan keputusan papa nya
"emng kalau nia masih kuliah belum bisa berbisnis, yang penting nia sudah bisa menjalankannya dan bertanggung jawab" ucap nia dengan nada semangat
niko hanya senyum melihat kakaknya, ia tidak akan membantah keputusan papanya
"terus aku dan niko gimana pa" ucap mawar dengan menuntut haknya
"kalau kalian nanti akan saya pikirkan" ucap hutomo memandang mira yang tampak kesal
"kalau niko ngak minta apa apa kok pa, untuk kak nia aja" ucap niko sambil senyum memandang nia
nia membalas senyuman niko
"kalau kakak sudah di lantik, nanti kamu kakak jadikan sekretaris pribadi kakak" ucap nia dan membuat niko tertawa
"kalau itu keputusan pak hutomo kami mendukung, semoga nia bisa menjalankan bisnis pak hutomo dan semakin sukses untuk kedepannya" ucao buk aini dengan senyum dan menyemangati nia
"iya om, oh iya, kalau kamu bingung tanya aja sama aku " ucap davin dengan nada lembut
"baiklah tuan, itupun kalau ada" ucap nia dengan membuat semua tertawa
__ADS_1
semuanya tampak bahagia kecuali mawar dan mira, mereka tampak tak menerima keputusan hutomo
.