Perjuangan CEO Untuk Mendapatkan Gadis Bar Bar

Perjuangan CEO Untuk Mendapatkan Gadis Bar Bar
motif cantik di bibir(luka tamparan)


__ADS_3

kini semuanya menuju mobil,


"aku bareng kak revan ya, soalnya dia mau mampir ke rumah" ucap nia sambil membuka pintu mobil revan


"terus kita aku bareng davin"ucap clarisa


"iya" ucap nia seakan tak bersalah meninggalkan temannya itu


"bareng kita juga boleh, kita juga mau mampir ke rumah nia, itupun kalau di izinin" ucap raka


"aku izinin kakak ganteng ini kerumah" ucap niko


"aku bareng niko aja, naik mobil davin" ucap clarisa


kini semuanya sudah siap 4 mobil sudah berangkat menuju rumah nia,saat itu nia turun lebih dulu dari yang lain dan masuk duluan, tiba tiba ia mendengar pembicaraan papanya dan mama tirinya


"mas, aku Beneran bingung sama nia, kenapa dia ngak bisa menganggap aku sebagai mamanya"tanya mira


"aku juga ngak tau mir, mungkin dia belum bisa melupakan rita" ucap hutomo


"rita, kenapa wanita itu lagi, kenapa nia masih menginginkannya, sedangkan rita tidak peduli dengan anaknya sendiri, atau mungkin saja sekarang dia sudah tiada" ucap mira dengan marah marah


ucapan mira di dengar langsung oleh nia, tentu itu membuat nia marah. nia langsung mendekati pak hutomo dan mira


"barusan anda bilang apa" ucap nia dengan memegang kera bajunya mira dan sekekeliling matanya nia merah dan meneteskan air mata


"mas, tolong aku"ucap mira ketakutan


PAK tamparan itu mengenai pipi kanan mira, itu membuat semua orang terkejut baik itu pelayan, pak hutomo, revan, davin, clarisa, dan yang lain yang baru masuk


"nia kamu apa apaan ini kenapa kamu semakin kurang ajar" ucap hutomo dengan nada tinggi


"mama"ucap mawar berlari menuju mira dan memegang luka akibat tamparan nia

__ADS_1


"Oh, papa masih bela wanita itu, papa tau apa yang dia ucapkan, tentu ucapan itu membuat aku marah pa" jawab nia dengan nada kesal


"tapi seperti itu cara nya, papa tidak pernah mengajarkanmu untuk bersifat kasar" ucap hutomo dengan nada yang masih tinggi


"sepertinya pikiran papa memang sudah di racuni oleh wanita tak tau diri ini," ucap nia sambil menunjuk ke arah mira


"tutup mulut kamu" jawab hutomo dengan nada tinggi dan marah yang luar biasa


"kenapa, apa aku salah" ucap nia yang pipinya sudah basah dengan air mata


PAK.. tamparan dari tangan hutomo untuk nia, itu membuat niko terkejut


"kakak" ucap niko sambil berlari menuju nia


"masuk kamar" ucap nia dengan tegas


"tapi kak" bantah niko


"jangan membantah, kakak bilang masuk masuk"ucap nia dengan nada tinggi, ia takut niko akan terpengaruh dengan masalah ini karena Bagaimanapun mira adalah mamanya niko


"ini tamparan yang cukup kuat papa, papa lihat motif cantik dibibirku ini, cantik bukan"ucap nia sambil melihatkan luka dibibirnya


hutomo hanya diam membisu dengan perbuatannya barusan


"ingat ya pa, papa tidak pernah mengajarkanku untuk bersifat baik, sopan santun, itu semua adalah ajaran mama dan mama belum tiada" ucap nia dengan menekan kata kata itu


nia langsung menuju bagasi mobil di rumah nya, ia memasuki mobil hitam yang ada di bagasi itu


"nia, nia" panggil revan


nia tidak memghiraukannya nia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"gawat nia Beneran marah" ucap clarisa

__ADS_1


clarisa pun buru buru menuju mobilnya


"mau kemana kamu" tanya davin


"ngejar nia" ucap clarisa


"aku ikut" ucap davin seakan cemas melihat wanita mengendari mobil dengan kecepatan tinggi


kini 3 mobil mengikuti nia,satu mobil damar, kedua mobil revan dan ketiga mobil clarisa yang di kendarai oleh davin sedangkan dino dan raka juga ikut masuk ke mobil clarisa


tapi usaha mereka sia sia mobil nia tidak tampak.


kini nia berada di apartemen miliknya, tidak ada satu yang tau alamat apartemen nia. nia menenangkan dirinya sana. sedangkan semua orang cemas dengan keadaannya yang tidak ada kabar


pak hutomo menyesali perbuatannya dengan menampar nia


"om nia ngak ketemu" ucap davin


itu membuat hutomo semakin cemas apalagi niko yang sangat menyayangi nia


"aku rasa besok nia akan ke kampus, soalnya Bagaimanapun nia tidak akan bolos" ucap clarisa


"baiklah kita besok akan melihat nia ke kampus"ucap davin


kini semuanya sudah bubar, tiba tiba di perjalanan pulang HP revan berdering


"halo ni, sekarang kamu dimana" tanya revan yang begitu cemas


"aku aman kok kak, kakak ngak usah khawatir aku cuman menenangkan diri, aku cuman mau ngasih kabar itu aja kak" ucap nia dengan nada yang begitu tak bersemangat


"oke, kalau gitu istirahat jangan lupa makan, soalnya kamu habis marah marah" ucap revan seperti seorang kakak laki laki nia


"oke, aku tutup dulu" ucap nia

__ADS_1


.


.


__ADS_2