
dirumah sakit nia menjaga clarisa ,saat nia tidur clarisa sadar
"nia" panggil clarisa suara samar samar
"jika lu belum bisa bicara jangan paksaan, gue panggil dokter" ucap clarisa dan memanggil dokter
clarisa diam dengan wajah pucat, setelah di periksa clarisa kembali ingin bicara
"nia, riki udah ketangkap" ucap clarisa dengan suara agak jelas
"udah, udah di bawa polisi" ucap nia
"gue takut ni" ucap clarisa
"gue jagain lu kok, kan ada gue" ucap nia pilu daa memberi senyum
"orang tua gue tau soal ini" ucap clarisa
"belum mereka belum tau " ucap nia
"jangan beritau mereka, dan gue minta tolong jagain gue, karena riki orang nya nekat" ucap clarisa lemah
"gue pasti jagain lu" ucap nia
nia mengurus clarisa bahkan sudah 1 bulan dan clarisa boleh pulang, sampai clarisa pulih clarisa tinggal apartemen nia
"assalamualaikum " ucap nia masuk apartemen
"Waalaikumsalam " jawab niko dan senyum
"kamu di sini ko" tanya nia sambil memapa clarisa duduk
"maaf kak, niko ngak pulang kerumah 1 bulan ini niko di apartemen kakak aja" ucap niko
"terus kamu makan gimana" ucap nia
"niko belajar masak dan makan makanan yang niko buat meskipun tidak enak" jawab niko
nia menggeleng gelengkan kepalanya
"kalau gitu aku akan masak buat kalian" ucap nia dan menyinsing lengan baju
mereka meangguk, nia mulai masak, ia memasak sayur,dan beberapa makanan, nia menghidangkan makanan
"ni, lu makan yang banyak, biar kita bisa bikin heboh lagi" ucap nia
"gue bakal sehat kalo lo yang rawat gue" ucap clarisa
"udah udah, ayo makan" ucap niko
mereka makan sambil canda tawa
"oh iya, ni Btw alasan lo batalin perjodohan apa" tanya clarisa
"pertama kak davin itu orang baik dan ngak pantas buat gue orang yang tak berhati ini, kedua gue tau kalau selama ini papa niat nya menjodohkan mawar bukan gue, karena papa takut gue marah dan bikin onar maka nya di ganti " ucap nia
"dari mana lo tau" tanya clarisa
"saat gue ngurus perusahaan, asisten papa papa keceplosan bicara, maka nya aku tau" ucap nia
"kalau alasan kakak ngudur diri" tanya niko
"kamu masih kecil" jawab nia
"cerita aja" ucap clarisa
"oke oke, masalahnya proyek itu pihak satunya lagi mandarin kita" ucap nia
"kenapa ngak kakak kasih tau papa" ucap niko
__ADS_1
"kakak capek" jawab nia
"kak niko ingin sesuatu dari kakak" ucap niko dengan serius
"apa" jawab nia
"kakak mau maafin mama niko" ucap niko
nia hanya diam
"kalau kakak belum bisa maafin mama ngak papa kok kak" ucap niko
nia hanya memberi senyum
"satu lagi kak, niko mau tanya kakak sayang niko ngak " tanya niko
"kakak hanya marah pada mamamu bukan kamu" jawab nia, niko memeluk nia
"kalau gitu jangan tinggalkan niko" ucap niko
clarisa tersenyum melihat mereka ,melihat nia tersenyum juga membuat ia bahagia
"kak, kak davin nitip ini" ucao niko sambil memberikan paperbag
"apa ini" ucap nia dan membuka
isi paperbag itu jam tangan, nia hanya menutup dan meletakan
"kakak dengar hari ini kak davin dan mawar akan bertemu untuk bicara perjodohan " ucap nia
"mungkin sedang berbicara kak" ucap niko
"lu cinta ngak sama kak davin" tanya clarisa
"benih mulai tertanam, tapi mau di cabut" ucap nia
mereka membisu, nia membereskan meja dan mencuci piring niko membantu nia hingga selesai
"Ngapain ngelamun " ucap clarisa
"gue cuman kepikiran keputusan gue benar ngak" ucap nia
"emng kenapa" tanya clarisa
"gue takut mempermainkan hati orang " ucap nia
" udah udah, mending lu bantu gue untuk siap siap kuliah besok" ucap clarisa
nia membantu clarisa dan pemikiran itu hilang sementara
alrm pagi berbunyi membangun nia, nia mengambil wudhu dan solat subuh, lalu nia lanjut masak buat sarapan pagi
"niko, clarisa bangun siap siap " ucap nia
mereka bangun dan siap siap, mereka serapan pagi dan berangkat sekolah dan kampus. nia mengantar niko sekolah dan baru ke kampus
sampai di kampus semua orang terperanga melihat mobil putih yang duluan sampai dari nia dan clarisa
"ni, itu kan kak davin dan mawar" ucap clarisa
nia hanya memerhatikan mereka dan turun, nia berada di sisi kanan clarisa untuk menjaga nya
"bukannya itu calonnya nia tapi kok dengan mawar, kabar nya mereka membatalkan perjodohan, mungkin aja perjodohan sebenarnya dengan mawar, Lagian cowok seganteng itu mana mungkin cocok buat nia yang resek" ucap mahasiswa gosip
nia jalan dengan biasa, tapi davin melihat nia dengan kecewa
"hai nia" sapa mawar licik
"hai" jawab nia
__ADS_1
"gimana kabar lo, lama tak jumpa, perkenalkan ini calon tunangan mawar" ucap mawar sambil melirik davin
nia hanya senyum, davin langsung pamit pergi kerja
"selamat, jangan lupa undang gue" ucap nia
"tentu, lo pasti gue undang " ucap mawar
nia pergi ke kelas dan membaca buku
"ni lo baik baik saja" ucap clarisa
"gue baik baik aja, gue harap mereka cepat nikah" ucap nia
"serius lo" ucap clarisa
"hm" jawab nia
"ngak bakalan cemburu lo" ucap clarisa
"Ngapain cemburu" ucap nia
"terserah lo" ucap clarisa dan lanjut membaca buku
setelah kuliah nia mengajak clarisa ke tempat biasa nya nia menenangkan diri di atas bukit kecil melihat laut duduk di bangku kayu di bawah pohon rindang
"wah tempat ini indah ni, di mana lo nemuin tempat sebagus ini" tanya clarisa kagum
"gue nemuin tempat saat pertama kali kabur pakai mobil, dan gue kesini kalau gue lagi bad mood, atau butuh ketenangan dan gue ngajak lo kesini biar lo bisa relaksasi " ucap nia
"makasi ni, lo memang terbaik " ucap clarisa sambil beri jempol
mereka menikmati pemandangan itu
"tempat ngak ada yang tau kecuali lo dan gue" ucap nia
"berarti kalau keluarga lo mencari lo dan tak tau lo kemana berarti lo kesini " ucap clarisa
nia meangguk sambil menikmati angin
"besok besok kita kesini bawa pasangan kita masih masing setuju ngak" ucap clarisa
"kalau gitu kita nikah nya juga bareng" ucap nia
"kalau itu tergantung jodoh" ucap clarisa
"jodoh semoga kalian menghampiri kami bersamaan agar kita nikah nya barengan" teriak nia membuat clarisa tertawa
"untuk sekarang udah puas belom kalau udah kita pulang" ucap nia
"untuk hari ini udah" ucap clarisa
mereka pulang dan menjemput niko pulang
"kak, kita bisa Kerumah bentar ngak, niko mau ambil laptop, soal nya tugas niko ada dalam leptop" ucap niko
"bentar kan" ucap nia
"hm" ucap niko sambil senyum
nia mengantarkan niko Kerumah saat itu nia dan clarisa jug turun, dan kebetulan ada keluarga alexander datang, nia sedikit sungkan dan menunggu niko di bawa jenjang
"nia, malam ini ayo gabung makan malam" ucap mira yang sok baik
"maaf, nia ngak bisa" ucap nia
niko turun bawa leptop
"kalau niko mau kan" tanya mira
__ADS_1
niko melirik nia dan calrisa
"ngak ma, niko ikut kakz nia, niko mau ngerjain tugas" ucap niko