
pak mario kembali bertamu, untuk bertemu dengan nia
"silahkan duduk" ucap mira
"iya buk" jawab buk aini
"bik panggil anak anak untuk turun sarapan pagi"perintah pak hutomo kepada pelayan
sekarang semuanya sudah ada di meja makan termasuk nia, seperti biasa nia hanya berwajah datar
"nia" panggil pak mario
"iya om"jawab nia
"apa kamu suka di jodohkan dengan orang yang belum kamu kenal" tanya mario
"maksud om, kalau suka itu tergantung orangnya om" jawab nia sambil mengambil roti
"tergantung orang nya gimana nak" tanya buk aini
"maksud nia, kalau orang yang mau di jodohkan baik, sopan pasti nia mau meskipun bukan dari keluarga terpandang, terkadang mereka yang terpandang belum tentu baik, kadang kadang mereka seenaknya dengan orang lain" jawab nia dan mengambil susu coklat kesukaannya
keluarga alexander terkejut, seakan ada perubahan dari gadis ini yang malamnya tadi seperti gak punya sopan santun, tiba tiba ada sopan santun dan berbicara lemah lembut
"kalau kamu om jodohkan dengan davin gimana" tanya mario
"Oh tuan davin yang ganteng ini ya om, entahlah lebih baik tolak aja tuan davin, soalnya nia belum kepikiran untuk itu" ucap nia
"kok gitu, jika karena cita cita, kamu masih bisa mencapainya dan tidak akan terhalang oleh pernikahan kok" ucap aini
"bukan masalah cita cita tante, kalau nia mah sudah pasti nerusin bisnis papa, ada suatu hal yang nia inginkan" jawab nia
"apa itu, barangkali davin bisa bantu" tanya aini
"meskipun tuan davin bisa membantu, nia akan menolak nya" jawab nia
"jangan panggil tuan, panggil davin saja" ucap pak mario
__ADS_1
itu membuat semua orang bingung apa yang dimaksud nia
"maksud kamu apa ni, apa yang kamu inginkan"tanya hutomo
"bukan apa apa, mungkin itu hal yang kecil bagi kalian jadi nia nggak perlu memberi tahu" jawaban nia
"kak niko pengen tau ,Lagian semuanya panasaran" tanya adiknya dengan manja
"kamu masih kecil jadi ngak perlu tau" jawab nia
"terus bagaimana dengan perjodohan ini"tanya mawar, ia harap dia akan menggantikan nia
"aku akan tetap melanjutkan nya" ucap davin
"umurmu berapa tuan" tanya nia
"23 emang kenapa, tua banget apa wajahku"tanya davin dan itu membuat orang tertawa
"oke, kalau gitu kak davin, gini ya kak terserah kakak mau apa yang penting jangan membuat saya marah, kalau perjodohan boleh saja, tapi nikahnya 3 tahun lagi atau 10 tahun lagi juga gak pa pa, oke "ucap nia
"10 tahun, mana mau" ucap davin
"cari aja yang lain" ucap nia
"terserah saya Bagaimanapun saya mau melanjutkan perjodohan ini" ucap davin
"ternyata tuan muda ini keras kepala, tante dulu ngidam apa kok anaknya keras kepala kek gini" tanya nia
"nia yang sopan" ucap pak hutomo
"maaf ya tante cuman becanda" ucap nia sambil sedikit senyum
tapi senyum nia yang sedikit itu tiba tiba membuat orang yang melihat nya ikut tersenyum, tapi entah kenapa davin ketika berbicara dengan nia sifat dinginnya hilang
"assalamualaikum " ucap seseorang di pintu, itu adalah clarissa
"Waalaikumsalam "jawab semua orang yang ada di meja makan
__ADS_1
"woi, yuk serapan bareng" ucap nia sambil menyuruh niko pindah ke kursi sebelah
"ngak usah ni, aku udah serapan, kan kita mau pergi" ucap clarissa
"bentar lagi gue serapan dulu" ucap nia
"eh ini bukannya tuan yang di kampus kemarin" tanya clarisa sambil melihat davin
"iya, saya calonnya nia" ucap davin nada pd dan membuat orang tersenyum
namun nia dan clarisa tidak tapi mereka membulatkan matanya dan saling memandang
"Memangnya kalian mau kemana"tanya pak hutomo
"mau pergi belanja pa" jawab nia
"kalau gitu aku ikut kak" ucap niko dengan berdiri di belakang kakak nya
"kalau gitu ajak mawar sekalian" ucap bu mira
"yah gak asik donk"ucap niko sambil ngeles
"ajak aja, sekalian ajak davin" ucap pak hutomo.
"terserah tapi jangan buat masalah aja, soalnya nia bareng damar" ucap nia
"damar siapa" tanya buk aini
"teman tante" ucap nia
"yok berangkat kak" ucap niko
"kalau gitu kita pamit, assalamualaikum "
nia, clarisa, nico, davin, mawar pergi meninggalkan mereka
.
__ADS_1