
kini semua nya sudah duduk di meja makan, sikap nia sungguh membuat semua orang heran termasuk clarisa yang di undang makan malam
"ni, kamu baik baik aja kan" bisik clarisa
"aku baik baik aja kok" jawab nia
mendengar jawaban nia membuat clarisa heran dan mengeleng gelengkan kepalanya seakan ia merasa bahwa nia akan membuat onar
"ayo makan, hampir dari semua makanan ini nia yang masak " ucap nia sambil tersenyum
"Emngnya nia bisa masak" tanya rita
"mama akan tau kalau mama sudah mencicipi nya " jawab nia
semuanya langsung memulai makan malam dan mencicipi masakan nia. rasa yang khas membuat semua orang heran
"ini benar kamu yang masak nia" tanya hutomo yang seakan tak percaya
"menurut papa" tanya nia
"kamu belajar masak di mana" tanya hutomo
"jadi kalian belum pernah lihat nia masak" tanya clarisa dengan mengerutkan kepalanya
"masak ?disini yang masak pelayan " jawab mawar
"Pantasan, nia kalau nginap di rumah clarisa biasa nya nia yang masak dan suka bikin cemilan " ucap clarisa
"jadi selama ini nia bisa masak" ucap hutomo terkejut
"iya om, nia pintar masak" jawab clarisa
"kalau gitu mawar belajar masak sama nia" canda hutomo dan membuat mawar kesal
"sudah cocok jadi istri idaman" ucap mamanya davin
davin hanya tersenyum
" o iya papa dengar kamu ada proyek besar keluar negri" tanya hutomo
"iya pa" jawab nia
"papa harap kamu bisa, itu proyek sangat berguna untuk perusahaan kita" ucap hutomo
"tapi.." ucap nia dan diam
"tapi apa nia,apa kamu ada masalah" tanya kakek nia
"ngak kok kek, ayo lanjut makan" ucap nia
mereka menikmati makan malam itu dan dengan perubahan sikap nia bahkan mereka terlihat seperti keluarga yang akur
"andaikan aku melihat ini sejak kecil mungkin aku tidak akan senakal ini " ucap nia melihat mereka yang bercanda satu sama lain dan tertawa
setelah selesai makan malam nia beres beres dan di bantu oleh beberapa keluarga yang perempuan sedangkan yang laki laki pada duduk di sofa mengobrol dan di temani secangkir kopi
"terkadang aku merasa bukan siapa siapa, aku merasa mereka memeiliki keluarga masing masing dan aku hanya orang yang menumpang hadir di kehidupan mereka" ucap nia dalan hati melamun
"nia, Ngapain ngelamun " tanya clarisa
"ngelamun?, siapa yang ngelamun " ucap nia dan kembali beres beres
setelah selesai beres beres mereka pun ikut duduk dan mengobrol
"davin bagaimana hubungan kalian" tanya mama nya davin dan membuat mereka canggung
__ADS_1
"hubungan, hubungan kami sampai tahap perkenalan ma" ucap davin terbata
mendengar jawaban davin membuat semua orang tertawa
"kebetulan kita semua nya disini, hubungan nia dan kak davin masih biasa biasa aja, dan nia mau nanya apa kalian serius mau jodohin nia dengan kak davin" ucap nia serius
"apa kami terlihat bercanda" ucap pak hutomo
"apa kalian semua sudah setuju dan begitu juga dengan kak davin" tanya nia
"kami semua setuju" jawab papa nya davin
"aku juga" ucap davin
"baiklah, kalau nia semuanya terserah saja, tapi kalau masalah nikah kalian harus menunggu semua pekerjaan nia selesai, dan menurut nia lebih baik kalian pertimbangkan kembali karena nia bukan termasuk orang yang baik" ucap nia
"kami rasa hari ini kami melihat sisi baik mu" ucap rita dan semua nya meangguk
"kalian langsung percaya dengan drama nia" ucap nia sambil meminum secangkir kopi
"Pantasan baik, ternyata berdrama" ucap mawar
"kak mawar diam aja" ucap niko pada mawar
"nia ke belakang dulu" ucap nia permisi ke toilet
saat nia ke belakang clarisa membuka pembicaraan
"maaf bukan saya lancang, tapi saya rasa saya satu satunya orang yang dekat dengan nia dan mengetahui semua keluhannya " ucap clarisa
"apa kamu bisa menceritakan keluhan nia pada kami" tanya rita yang sangat ingin tau
"ku harap kalian memperbaiki suasana hati nia yang kacau puluhan tahun, nia selalu berpikir kalau dia hanya orang yang menumpang hadir di kehidupan ini" ucap clarisa
"kenapa nia berpikir seperti itu" tanya pak hutomo
"maksud kamu, nia lebih baik dari ini" ucap mawar
clarisa tidak menghiraukan mawar
semuanya hanya bisa diam
tiba tiba nisa (putri angkat rita) datang dan memberikan kado dan nia kebetulan sudah kembali dari toilet
"selamat ulang tahun ma" ucap nisa sambil memeluk rita
nia hanya terdiam karena ia tak tau kalau hari itu hari ulang tahun mama nya
"makasih sayang " ucap rita dan rita menoleh dan memanggil nia
"nia kemari, mama ingin memeluk mu di hari spesial mama" ucap rita sambil mengembangkan tangan kanan nya
nia memeluk rita hanya sebentar dan melepaskan
mereka kembali mengobrol tapi nia hanya diam saja
"nia, kenapa diam aja, apa kmu baik baik saja" tanya kekek
tiba tiba telpon nia berbunyi ,nia hanya mengatakan
"batalkan" dan nia menutup telpon
"apa yang di batalkan nia" tanya hutomo
"proyek besar itu pa" ucap nia, sikap nia perlahan mulai berubah
__ADS_1
semua orang terkejut dengan keputusan nia
"kenapa kamu batalkan" tanya hutomo yang sedikit bingung dengan keputusan nia
"nia capek ngurus proyek besar pa" ucap nia
"kalau capek ngak usah kerja nia, kan kalau kek gini perusahaan kita rugi" ucap mawar
"terserah aku, perusahaan aku yang kendalikan jadi terserah mau aku apaan ngak ada urusannya dengan lu" ucap nia kepada mawar
"tapi nia, itu sangat penting untuk perusahaan kita" ucap pak hutomo
"jika ada masalah kami siap membantu" ucap papa nya davin
"perusahaan tidak dalam masalah kok om" jawab nia
"ngak dalam masalah gimana, jelas jelas kamu membatalkan proyek besar nia" hutomo yang mulai panas
"perankan suara mu " ucap rita
"sudah hentikan debat kalian, papa percaya atau tidak dengan kerja nia" tanya nia
"papa percaya, tapi kalau kek gini papa sudah kurang percaya " ucap hutomo
"kalau nia kembalikan jabatan ini kepada papa, dan tolong jangan halangin nia untuk pindah ke apartemen nia, nia juga ingin hidup mandiri" ucap nia sambil tertunduk
"jangan bikin onar lagi nia" ucap mira yang kesal dengan tingkah nia
"selama ini nia memang membuat onar untuk kalian nia minta maaf" ucap nia dan pergi menuju kamar
mereka semua hanya duduk dan membisu sedangkan niko dan clarisa menghampiri nia
di kamar nia membereskan barang barang nya
"kak nia jangan tinggalkan niko, niko paham perasaan kakak" ucap niko di pintu sedikit takut kalau nia akan marah
"kamu bisa mampir kok" ucap nia
dan kembali membereskan barang barang nya
"clarisa bantu aku" ucap nia
clarisa membantu nia beres beres
tak lama kemudian nia turun dengan beberapa koper
nia kembali duduk di depan pak hutomo
"pa ini nia kembalikan semua aset yang papa berikan mobil hitam, dan kartu atm ini " ucap nia
nia langsung berdiri dan pergi dengan mobil putih yang ia beli sendiri
"nia pamit, assalamualaikum " ucap nia dan pergi
"kak nia, niko ikut" teriak niko dan berlari
nia tetap pergi
"kak nia, niko mohon niko ikut, papa tahan kak nia" teriak niko yang tak ingin nia pergi
dan sudah masuk kedalam mobil dan pergi dan disusul clarisa
sebuah tamparan di pipi kanan hutomo membuat semua orang terkejut
"puas kamu, wajar nia seperti ini, karna didikan mu, dan ini kacau gara gara wanita ini, dan sekarang mending kamu sadar diri" ucap rita marah
__ADS_1
sedangkan niko mengambil kunci mobil yang di berikan nia kepada pak hutomo, untuk pergi menemui nia
"niko jangan gila" ucap mawar memegang tangan niko