Perjuangan CEO Untuk Mendapatkan Gadis Bar Bar

Perjuangan CEO Untuk Mendapatkan Gadis Bar Bar
(S 2) awal


__ADS_3

SEASON 2 


Ujian dan cobaan akan tetap dilalui nia dan davin setelah menikah agar rumah tangga mereka tetap baik, tapi tidak semua orang selalu kuat dengan beban yang ia pikul


Sedikit sinopsis untuk season 2


Awal season dua


👇


kehidupan baru davin dan nia sudah di mulai, setelah mereka menikah davin mencoba untuk memahami nia bahkan nia juga mencoba memahami davin. Dan mawar yang dipenjara membuat mira harus berpikir tenang agar tidak begitu emosi dan merusak rumah tangga nya dengan hutomo . Setelah menikah davin dan nia tinggal dirumah yang sudah davin beli sebelum mereka menikah


"sekarang kita akan tinggal disini" ucap davin sambil memandang rumah baru mereka 


"hm, lumayan " jawab nia sambil meangguk anggukan kepalanya 


"ayo masuk" titah davin sambil melirik nia


Tanpa berpikir panjang nia langsung masuk, tapi tidak seperti umumnya para wanita yang biasa nya melihat semua ruangan di rumah baru, nia hanya duduk di sofa sambil menghela nafas


"kamu gak mau liat liat dulu" tanya davin


"males, nanti seiring aktivitas yang aku jalani aku akn tau" jawab nia sambil mengambil hp di dalam tasl


Davin hanya mengangguk karena davin masih canggung , davin hanya melirik nia yang sibuk dengan hp dan akan menelepon seseorang 


"halo ris" ucap nia memulai


"halo, ada apa ni" jawab clarisa di seberang 


"btw kita pernah janji nikah bareng kan, tapi gue udah duluan dan lu kapan" tanya nia terus terang


"astaga gue kira ada apa, belum tau tapi ada rencana " jawab clarissa


"sama siapa" tanya nia kepo


"sama teman suamimu yang namanya dino" jawab clarisa ,mendengar jawaban clarisa nia langsung melirik davin dan membuat davin bingung 


"oke kalau gitu gue harap secepatnya " jawab nia dan mengakhiri percakapan


Setelah menutup telepon nia bertanya kepada davin soal temannya 


"kak bener teman kakak yang bernama dino mau nikah" tanya nia kepo


"dengar dengar ia sih tapi gak tau kapan" jawab davin rileks 


"kabar nya dia mau nikah dengan sahabatku " jawab nia 


"serius" tanya davin melotot terkejut


"iya " jawab nia sambil mengangguk imut


"doain aja mereka, kalau gitu ayo kita makan " ucap davin dan mengajak nia makan


"makan?  Bukan art kita mulai bekerja besok" tanya nia bingung 


"iya, maksud aku kita makan di luar" jawab davin

__ADS_1


"diluar?  Males kalau gitu kita makan di rumah aja dan biar aku yang masak " ucap nia sambil mencari ikat rambut dan mengikat rambutnya 


"oke " jawab davin dan diam diam tersenyum 


Nia mulai memasak tapi ia tidak tahu dapur nya ada di mana


"kak dapur ada di mana" teriak nia


"dibelakang" jawab davin


"iya, tapi yang mana" tanya nia


Davin langsung pergi menyusul nia


"sekarang di tempat kamu berdiri itu dapur" jawab davin sambil tertawa kecil 


"iya aku tau, tapi mana peralatan masak nya " jawab nia


"besok di kirimin" jawab davin


"terus kenapa kita pindah hari ini kalau semua nya belum cukup" ucap nia kesal


"biar bisa berdua " jawab davin 


"gue tonjok mau" jawab nia kesal


Davin langsung pergi setelah nia melihatkan tinju nya 


"dasar wanita nakal" gumam davin tersenyum kecil 


 Sekarang nia hanya duduk santai di sofa sambil scroll hp untuk memesan makanan online 


"kakak?  Kita udah nikah setidak nya kamu jangan panggil kakak" ucap davin yang sedikit kesal dengan panggilan nya 


"tapi nia suka dengan panggilan itu dan anggap saja itu panggilan sayang nia ke kakak" ucap nia sedikit serius


"oke" jawab davin


"ups jangan baper" ucap nia sambil tertawa puas


Mendengar itu davin sedikit kesal dan langsung memilih menu makanan


"ini aku pesan bakso" jawab davin 


"oke " jawab nia melirik hp


Setelah beberapa lama mereka menunggu makanan pun datang, mereka langsung menyantap makan itu nia yang juga ikut ikutan memesan bakso ia menambah cabe pada makanan nya 


"jangan kebanyakan itu pedas" tegur davin heran 


"aku suka makanan pedas dan ingat jangan larang apa yang aku suka" jawab nia dan membesarkan matanya 


"oke oke " jawab davin pasrah


Davin hanya bisa melihat nia menyantap makanan nya dengan rasa pedas itu bahkan nia sangat senang


"kenapa berhenti, ayo makan" ajak nia melirik davin yang tampak ngilu melihat nia

__ADS_1


Davin hanya mengangguk saja dan melanjutkan makan nya 


Drrt… drrt.. Bunyi hp di meja


"halo" ucap davin mengangkat telepon


"halo, sudah lama tak berjumpa " jawab seorang wanita di seberang telepon 


"maaf ini siapa " tanya davin nia langsung membesarkan volume hp davin agar ia juga bisa mendengarkan nya 


"aku shela teman satu kelas yang pernah naksir kamu dan alumni kelas kita akan mengadakan reunian jangan lupa datang" ucap shela di seberang telepon


Mendengar ucapan shela davin bingung harus jawab apa tapi nia memberikan anggukan untuk davin menjawab iya 


"baiklah" jawab davin


Setelah davin mematikan telepon  nia menatap davin


"kenapa" tanya davin


"jangan lupa ajak aku" jawab nia


"pasti " jawab davin tapi nia masih memandang davin dan membuat nya gugup


"wajar" ucap nia sambil meangguk 


"wajar apa" tanya davin


"wajar ada orang yang suka sama suami ku yang ganteng ini " jawab nia sambil bermuka remeh


"pastilah kan aku ganteng " ucap davin sambil so cool


"terus udah pernah pacaran donk" tanya nia kepo


"pernah" jawab davin spontan dan ia berfikir nia akan cemburu ternyata tidak


"waw nama nya siapa, seperti apa dia dan sekarang dia gimana dan apa rasa pacaran itu" tanya nia super kepo


"kamu gak cemburu " tanya davin bingung 


Nia langsung tertawa 


"aku bukan wanita kek gitu, akan akan marah kalau kamu benar benar selingkuh " jawab nia sambil tertawa


"ayo ceritakan " ucap nia


"nama pacar aku dulu azura dia teman sekelasku orang nya ceria dan selalu memberikan semangat kamu pacaran cukup lama tapi kami putus karena salah paham dan sekarang dia menjadi direktur di perusahaan papanya " jawab davin


"apa itu sebab kakak menjadi laki laki dingin dan sulit membuka hati " tanya nia


"hm" jawab davin


"terus apa alasan kakak menyukai ku dan mau menikah dengan ku" tanya nia


"aku hanya merasa kamu wanita yang tepat" jawab davin 


"alasannya " tanya nia yang masih kepo

__ADS_1


"sudah lama tidak begitu membuka hati untuk wanita lain tapi ketika mama dan papa berinisiatif menjodohkan kakak dengan kamu entah kenapa saat bertemu kamu pertama kali kakak bisa tersenyum " jawab davin


Mendengar itu nia hanya mengangguk angguk sok paham


__ADS_2