
kini nia sedang sibuk menyiapkan alat alat yang dibutuhkan nya untuk melakukan pekerjaan nya beberapa hari kedepan, sedang kan keluarga hutomo dan keluarga alexander sedang sibuk mempersiapkan acara pertunangan mawar dan davin
"niko saat kakak pergi kamu pulang kerumah, oke. Kamu bantu papa sama mama kamu untuk mempersiapkan pertunangan kakak mawar kamu dan tolong kasih ukuran ini kepada papa dan bilang ini ukuran baju kakak" ucap nia yang super sibuk
"kakak masih sempat hadir, kalau kakak lelah jangan paksakan diri kakak" ucap niko
"masih bisa kok, yang penting baju seragam untuk kakak tetap dibuatkan oke " ucap nia masih beres beres
"oke, oh iya kak btw kado buat davin udah kakak siapin" tanya niko
"udah, aman aja " jawab nia
"mending kita sarapan dulu sebelum pergi " ucap clarisa yang sudah selesai membereskan barang nya
"ayo " jawab niko semangat
Nia memasak nasi goreng buatan ala nia dengan rasa yang khas
"wah ini benar enak kak" ucap niko tersanjung
"siapa dulu, nia donk"l jawab clarisa sambil senyum dan tertawa
"ini rasa nya biasa aja kok"ucap nia
"pokok nya setelah kakak pulang dengan kerja kakak masakin niko nasi goreng ini" ucap niko dengan paksaan
Nia hanya tersenyum dan mengelus rambut niko
Mereka sudah selesai makan dan pergi
"hati hati ya kak" ucap niko
"iya, kamu juga jangan bandel" ucap niko
Niko hanya tersenyum dan pergi berlari menuju mobil yang dikirimkan hutomo untuk mengantar niko sekolah
"ayo berangkat " ucap clarissa
"oke " jawab nia
Mereka berangkat untuk pekerjaan ini hanya nia sendiri yang pergi, nia mengantarkan clarisa pulang dan baru pergi
Di perjalan nia hanya mendengarkan musik dan sekali kali terpikir davin
__ADS_1
"maafkan nia kak, sebenarnya nia sudah memiliki sedikit rasa untuk kakak, tapi nia tau kalau perjodohan itu bukan untuk nia dan nia juga merasa tidak pantas untuk laki laki seperti kak davin " ucap nia sambil bergumam
Disisi lain
"ini hanya pertunangan, masih bisa mendapatkan kamu nia" ucap davin dengan tekad kuat
"davin menurut kamu mana bagus warna biru muda ini atau abu abu " tanya mama davin dan mira
"warna abu abu untuk keluarga alexander dan warna biru untuk keluarga hutomo " jawab mawar yang datang
"oke, kalau gitu kita kirim ke desainer nya" ucap mama nya davin
"oh iya jangan lupa ini ukuran baju untuk nia, kalau masih sempat dia akan datang " ucap hutomo sambil memberikan ukuran baju nia
"niko rasa kak nia pasti datang, ma bilang sama desainer nya baju untuk kak nia jangan terlalu banyak model soal nya kak nia nggak begitu suka " ucap niko yang mampir sebelum pergi sekolah
"oke, pasti mama atur" jawab mira yang pura pura perhatian
"kalau gitu niko pamit pergi sekolah " ucap niko sambil salam
Setelah itu davin pergi kerja dan di kantor sudah ada dino dan raka
"sejak kapan kalian disini" tanya davin
"sejak tadi pagi, kami pulang satu pesawat" ucap dino sambil muter muter di kursi kerja davin
"hm"jawab davin
"la bukan nya sama nia" tanya raka
"nia nolak, dan dia bilang kalau perjodohan ini sebenarnya untuk aku dan mawar" ucap davin kesal
"t cewek memang aneh " jawab raka
"kalau gitu ada kesempatan buat gue donk" jawab dino
Dan davin menjawab dengan tatapan sinis
"gue cuman bercanda, tapi kenapa lu marah" tanya dino
"mungkin suka sama nia" ucap raka
"itu masalahnya, ketika gue jatuh cinta sama gadis super duper aneh" jawab davin
"kenapa kamu gak nolak perjodohan dengan mawar" ucap dino
__ADS_1
"gimana mau nolak, papa sama mama pengen banget gue nikah cepat" jawab davin
"serius, tapi menurut gue masih mending nia daripada mawar" ucap raka
"gue setuju, meskipun mawar cantik tapi masalah hati masih mending nia" jawab dino
"gue akan tetap berusaha mendapatkan nia" ucap davin
"perlu gue kasih obat biar hati nia luluh gak" ucap raka ngeledek davin
"ngak perlu, obat biar hati nya luluh cuman gue" jawab davin
Mendengar itu dino langsung tertawa
"lu bucin nya parah" ucap dino
"biarkan saja, skali skali pak bos bucin" ucap raka
"oh iya vin, gue juga ada berita baru lo tau gak kalau raka juga udah di jodohkan sama keluarga nya dengan gadis cantik tapi hubungan asmara mereka untuk gak seperti lo, kalau juga seperti elu kapan gue dapat jodoh" ucap dino sambil melirik raka
"apa hubungannya " ucap raka
"ada hubungannya, pertama jika hubungan asmara kalian sama maka itu akan membawa dampak buruk untuk gue karena bisa menyebabkan trauma dalam asmara, kedua yang pasti gue ngebantu kalian dulu" jawab dino
"ini obat yang perlu lu ambil ke apotik, biar otak lu aman" ucap raka sambil memberikan sebuah kertas
"apaan sih lu" jawab dino
"udah udah, tapi apa beneran kata dino kalau elu di jodohkan juga" tanya davin
"iya gue dijodohin sama teman papa, namanya Fadila dia juga dokte " jawab raka
"dokter, waw mantap ,besok ajak dia datang di acara pertunangan gue biar gue tau" ucap davin
"oke, tapi kami masih canggung " ucap raka
"nama nya juga di jodohkan pasti canggung la" ucap dino
"betul t dino " ucap davin
"oke oke gue bawa " jawab raka
Mereka kembali ke pekerjaan mereka masing masing
Davin tidak fokus bekerja karena masih memikirkan pertunangan nya dan juga nia
__ADS_1
"kenapa ada cewek seperti lu, yang aneh bahkan juga gila. Tapi jujur aja baru lu yang berhasil buat gue jatuh cinta untuk pertama kalinya " gumam davin