
kini nia hanya membisu, sehingga membuat revan dan clarisa bingung
"ni, kita pulang yok" bujuk clarisa kepada nia
tapi nia tetap membisu dan masih menatap panjang kemesraan nisa dan rita yang begitu tampak bahagia
"kak revan, apa mama pernah membicarakan ku" tanya nia dengan pandangan yang masih fokus kepada rita dan nisa
"aku kurang tau ni" ucap revan dengan rasa bersalah
nia langsung membalikkan badan dan pergi meninggalkan pesta itu dengan marah dan rasa kesal, nia langsung masuk mobil dan tidak menghiraukan clarisa yang sedang ikut di belakangnya. saat menuju jalan pulang nia tetap membisu dan seperti orang sebulan tak makan.clarisa yang paham dengan nia, mencoba untuk tidak mengganggunya.
kini tanpa di sadari nia sudah sampai dirumah, nia tetap membisu dan masuk dengan raut wajah kesal
"nia, kamu pulang dari mana, dan kenapa wajah seperti.." pak hutomo yang bingung dengan nia
nia tidak menghiraukan pak hutomo, ia hanya berjalan menuju kamarnya, melihat nia seperti itu pak hutomo menghampiri clarisa
"clarisa, ada apa dengan nia" ucap pak hutomo yang bingung
"ngak apa apa kok om, nia cumn kecapean aja, soalnya kami habis dari rumah teman"ucap clarisa dengan basa basi
"tapi, sepertinya nia ngak kecapean, tapi marah clarisa" ucap pak hutomo dengan menaikkan alisnya
"Hm ,itu karena tadi kami bertemu preman ,para preman bilang kalau nia jelek makanya nia kesal om" ucap clarisa mencari alasan
"Ouh, yaudah makasih ya udah ngantar nia pulang" ucap pak hutomo di iringi senyum
" iya om, kalau gitu aku pamit dulu" ucap clarisa dan pergi pulang
kini hari sudah pagi semuanya berkumpul di meja makan
"ni, kemarin kamu di ejek preman ya" tanya hutomo memecahkan lamunan nia
__ADS_1
"kak nia, pagi pagi kok ngelamun" ucap niko yang duduk disampingnya
"preman? " tanya nia
"iya, kata clarisa kamu kesal gara gara di bilang jelek oleh preman" ucap pak hutomo sambil senyum
"Oh iya pa" jawab nia dengan terbata
"nia, gue bisa bareng dengan lu ngak" tanya mawar
"jika gue punya mobil, terus gue ngak barengan sama elu, sombong amat lu" jawab mawar dengan nada kesal
"emang lu siapa gue" jawab nia
"gue saudara lu" jawab mawar dengan nada yang masih kesal
"Sorry, gue ngak pernah punya saudara kek lo, multi face" ucap nia dan beranjak dari duduknya
__ADS_1
hutomo ,niko hanya mendengarkan saja sedangkan mira dan mawar kesal
saat nia beranjak, tiba tiba davin datang datang menyalami pak hutomo dan mira, sedangkan nia tetap terus melangkah menuju mobil, davin yang melihat hal itu hanya bisa mengeleng gelengkan kepala dan batin davin berkata
***itu cewek ngak liat gue apa, padahal gue datang mau ngantarin dia, tapi sikapnya tetap sama ngak berubah, kek ngak hargain gue, padahal kan gue calon suaminya***
setelah menyalami pak hutomo dan mira davin langsung pamit untuk menyusul nia,pak hutomo yang mengerti keadaan davin yang sedang mencoba untuk mendapatkan hati nia, mengiyakan isyarat davin
"nia, bareng aku ya" ucap davin yang ikut berjalan di samping nia
"ngak usah kak, aku bisa pergi sendiri" jawab nia singkat
"kalau kamj bolak, aku akan bikin keributan di fakultas kamu" ancam davin
"berani ngancam ya, Lagian buat apa ngantarin aku, cuman Habisin waktu aja" ucap nia sambil membolak balikkan bola matanya
"gak ada namanya, Ngehabisin waktu buat calon istriku yang tercinta" ucap davin dengan serius
mendengar itu membuat nia membulatkan bola matanya
__ADS_1
.