
langkah nia di hentikan oleh sebuah suara
"nia, anakku" ucap buk rita dengan meyakinkan
nia berhenti dan menaikkan kepalanya, di benaknya terlihat semua kenangan yang begitu singkat bersama mamanya. rita mendekati nia yang berdiri kaku di sana
"nia" panggil rita dengan memegang punggung nia dan meneteskan air mata
nia sontak terkejut
"apa menurutmu aku adalah nia mu" tanya nia yang masih membelakangi rita
"tentu kau adalah nia ku" jawab rita dengan pilu
"buktinya apa, jika aku niamu" tanya nia yang membuat orang heran
"buktinya aku yang melahirkanmu" jawab rita
"kau hanya melahirkannya tapi tidak merawatnya, dan kau pergi meninggalkanku saat aku masih kecil yang masih perlu kasih sayang seorang ibu, dan kau mencari anak angkat dan papa mencari istri baru" jawab nia dan membalikan badan dan memandang rita, tentu itu membuat semua orang terkejut
"bukan seperti itu nia" jawab rita dengan meraba wajah nia
"jika bukan seperti itu, terus seperti apa" tanya nia kepada rita dan memandang semuanya
"aku yang membawa rita" jawab tuan wijaya sambil memandang nia
__ADS_1
"alasan apa" tanya nia melirik tuan wijaya dengan dalam
"untuk bisnis rita yang pernah saya janjikan, dan juga untuk menguji kesetiaan hutomo, karena kami tau kalau di mencintai wanita lain" jawab tuan wijaya meyakinkan nia
"jadi aku yang di korban kan" jawab nia dengan meneteskan air mata
clarisa yang begitu mengerti nia daripada keluarganya sendiri, clarisa mendekati nia
"lebih baik hentikan ini" ucap clarisa dan memegang pundak nia dan memapahnya berjalan untuk pergi
melihat clarisa yang mencoba membawa nia rita ingin menghentikannya tapi di hentikan oleh revan
"tante, biarkan nia pergi " ucap revan pada rita yang masih menangis
"tapi" jawab rita yang masih ingin bersama anaknya
"mungkin nia benar karena keegoisan kita,malah nia yang kita jadikan korban" jawab tuan wijaya sambil tertegun
" nia melakukan berbagai cara untuk bisa bertemu dengan kalian, tapi hal yang membuat nia sakit ia lihat dengan sendiri" jawab revan
"maksud kamu"tanya rita
"kemarin nia pura pura menjadi putri karena ia sakit hati dengan kemesraan tante dengan nisa"jawab revan
"maaf, karena aku sudah membuat masalah besar dalam keluarga ini, nia memang pantas marah karena kalian menjadikan aku bagian dari keluarga ini"jawab nisa yang merasa bersalah
__ADS_1
"kamu tidak salah nak, kami yang salah" jawab tuan wijaya
kini nia sudah berada dirumah dan dirumah sedang ada davin tapi nia langsung berbicara kepada pak hutomo dengan sekeliling mata yang merah
"apa benar sebelum papa menikah,wanita ini adalah selingkuhan papa"tanya nia dengan marah
"nia kamu kenapa"tanya pak hutomo yang bingung dan memandang clarisa
"jawab nia" teriak nia dengan emosi, davin hanya bisa diam
"papa tidak pernah selingkuh " jawab pak hutomo
"terus kenapa papa bisa menikahi wanita ini dan kenapa papa tidak mencari mama"tanya nia dengan emosi meluap
mawar, niko, davin, clarisa, mira dan pelayan hanya diam karena melihat marah nia yang begitu meluap
"karena mama kamu sendiri yang ninggalin papa dan kamu, dan papa juga mencintai mira"jawab hutomo dengan nada menjelaskan
"jadi maksudnya papa tidak cinta lagi dengan mama"tanya nia dengan nada sedikit pelan
"maafkan papa nia" jawab pak hutomo dengan nada bersalah
"mengapa kalian harus menikah dan memiliki aku, jika aku hanya bisa melihat kebahagiaan kalian dengan yang lain dan itu tanpa aku" jawab nia dengan berlinang air mata
"nia,kenapa kamu berpikiran seperti ini" tanya pak hutomo dengan nada yang mulai tinggi
__ADS_1
"cinta kalian begitu murah dengan sekejap bisa hilang" jawab nia dengan menekankan
mohon dukungannya