
semua persiapan sudah lengkap, nia sudah menyiapkan dirinya, nia turun dengan baju yang rapi dan memakai make up yang terlihat cantik di wajahnya, semua orang terpesona melihat nia, terutama davin
Ya Allah, sungguh cantik bidadari ini, tapi kenapa begitu sulit untuk mendekatinya apalagi mendapatkannya , ya Allah luluhkan lah hati wanita ini untuk hamba mu yang sedang jatuh cinta
ucap davin sambil berdoa,bahkan nia yang sudah begitu dekat davin masih memandangnya dengan senyum kagum
"hm" nia mendehem kepada davin dan memecahkan lamunannya
"ada apa, apa ada yang salah dari ku" ucap davin dengan bingung, dengan keadaan menjaga image (cowok tampan nan bersifat hangat dingin)
"tak ada yang salah, keknya mata kak davin keseleo" ucap nia sambil mencari seseorang
"keseleo? mata" ucap davin dengan tanda tanya
"kalau gitu aku pergi dulu" ucap nia dan meninggalkan davin dan menuju revan
revan yang melihat nia menuju ke arahnya, membuat ia tersenyum karena nia yang begitu cantik dan menuju ke arahnya dengan senyuman yang indah yang jarang di lihat oleh orang orang yang ada di sekitar nia
"kak" ucap nia dengan gembira
__ADS_1
"iya, tumben kamu cantik" ucap revan dengan nada menggoda adik sepupunya
"kan bujukan ku berhasil" ucap nia dengan senyum kemenangan
"Waw, pintar sekali adik ku ini, kalau gitu ayo kita pergi ke sana acara pelantikannya bentar lagi" ucap revan dan melirik ke arah meja yang sudah siap untuk pelantikan nia
"ayo, jika aku sudah benar benar di lantik, aku akan memberimu satu ciuman di pipi kananmu kak" ucap nia sambil menuju meja
"cuman satu" ucap revan
"iya" ucap dengan dengan senyum gembira
revan melirik nia dan batinnya berkata
kini acara pelantikan nia sudah di mulai, dan pak hutomo sudah melantik nia, begitu gembira nia dengan pelantikan itu
nia memberi satu ciuman kepada revan di depan semua orang, sesuai dengan janjinya.karena itu membuat davin sedikit cemburu meskipun ia tau kalau itu kakak sepupunya
dino dan raka yang datang ke acara itu, ikut memanaskan davin yang sedikit meradang melihat nia
__ADS_1
"vin, tu calon bidadari lo mencium cowok, ya sih itu kakak sepupunya, tapi bagi orang yang ngak tau pasti mereka mengira kalau revan pacarnya" ucap dino yang membisik di telinga davin seperti setan
"davin ngak cemburu kok din, cuman meradang aja, ni gue kasih obat sabar" ucap raka
"diam, kalian hanya membuat aku agar panas bukan" ucap davin dengan serius
tentu itu membuat dino dan raka tertawa senang dan puas, saat mereka tertawa mawar datang
" kak" panggil mawar menghentikan tawa dino dan raka
"iya" ucap dino dengan santai
"kok berdiri aja, Btw kakak sedang mentertawai apa" ucap mawar dengan suara lembut dan seperti orang yang polos
"ngak ada, cuman tadi ada cacing yang meradang" ucap raka dengan tampang pura pura melihat ke lantai, tapi davin melirik sinis raka, tapi raka pura pura tak tau
"cacing? tapi mana mungkin ada cacing kak" ucap mawar dengan bingung
" tapi kami melihatnya" ucap dino dan tertawa
__ADS_1
mawar pun ikut tertawa,meskipun tak mengerti siapa yang di maksud
.