
kini hari yang di nantikan pun tiba, pesta keluarga wijaya yang besar dan megah,banyak tamu tamu spesial dan terpandang
"salam buk rita" ucap seseorang kepada rita sambil tersenyum
"salam, apa kabar lama tak berjumpa" balas rita dengan senyum bahagia
"tentu, sudah 16 tahun pergi dan sekarang baru pulang, buk rita tambah cantik aja,
Oh ya buk, anak yang memakai gaun biru muda itu siapa " basa basi dan satu tanya yang terlontar
"Oh itu, itu anak angkat saya" ucap buk rita sambil tersenyum memandang gadis itu
"Oo, saya kira itu anak buk rita" jawab balik wanita itu
senyum tiba tiba hilang di wajah rita, batinnya menyebut nama nia dengan kerinduan mendalam,rita pergi meninggalkan pembicaraan dan pergi mendekati tuan wijaya
"pa, aku mau bicara sebentar" ucap rita sambil menarik tangan pak wijaya
"mau bicara apa"tanya pak wijaya dengan bingung
"apa papa ada mengundang keluarga hutomo " tanya rita dengan penuh harap
"untuk apa papa mengundang penghianat itu, yang telah menduakan kamu dan membuktikan ketidak setiaannya"ucap pak wijaya dengan nada tegas
"tapi pa, bagaimana dengan anakku nia" tanya rita dengan kesal
"kau akan bertemu dengannya, jika sudah saatnya" pak wijaya pergi meninggalkan rita
rita yang hanya berdiri dan menikmati pesta itu dengan lamunan, tiba tiba 2 orang gadis masuk ,gadis itu membuat rita memandang dengan mendalam dan sebuah senyuman indah, mereka adalah nia dan clarisa
entah bagaimana mereka bisa masuk, padahal penjagaan yang ketat
__ADS_1
rita berdiri lurus dan tepat di hadapan nia, nia yang terlihat tersenyum ke pada rita batin mereka merasakan suatu kebagian tapi tidak tau apa itu, rita tidak begitu mengenali nia, karena sudah berpisah selama 16 tahun, tapi batin seorang ibu tetap lah kuat terhadap anaknya
"ma, mama" ucap nisa yang membangunkan lamunan rita, nisa adalah anak angkat rita
tiba nia heran, dan bertanya kepada clarisa
"ris, siapa wanita itu,kenapa dia memanggil mama kepada mama" tanya nia dengan pandangan yang masih fokus kepada rita dan nisa
"aku juga ngak tau ni, mending kita hampiri " ucap clarisa dan menarik nia untuk mendekati rita dan nisa
"hai tante, salam" ucap clarisa dengan kaku
"salam" jawab rita dengan senyum sambil memandang nia
"kalau tante boleh tau nama kalian siapa, soalnya tante baru melihat kalian" ucap rita sambil bertanya
mendengar pertanyaan itu membuat nia terkejut
"ka kami " belum selesai nia berbicara revan datang menolong
" bibik, mereka teman revan " ucap revan sambil memegang pundak rita
"Oo teman kamu, boleh perkenalkan sama bibik" tanya rita yang membuat mereka bertiga bingung
"perkenalkan nama saya clarisa tante" ucap clarisa sambil menyalami rita
"perkenalkan nama saya putri" ucap nia sambil menyalami rita,nia menyembunyikan nama aslinya
"putri dan clarisa, mana orang tua kalian" tanya rita dengan senyum
"Oh, orang tua kami, sedang sibuk tante, jadinya kami yang datang"ucap clarisa dengan sungkan
__ADS_1
"Oh begitu, Yaudah perkenalkan ini anak saya nama nya nisa wijaya" ucap rita sambil memperkenalkan nisa
"ni nisa wijaya? anak tante?" ucap nia dengan terbata sekalian bertanya
"iya, nisa anak angkat tante dan kami memberikan marga wijaya kepadanya" jawab rita dengan senyum
revan dan clarisa mengerti apa yang di rasakan nia, hal yang ia tunggu tunggu ternyata tak sesuai dengan apa yang ia harapkan
nia yang berusaha menahan air matanya dan sekeliling mata nia memerah karena menahan air mata
"maaf tante, saya bukan bermaksud lancang, tapi saya dengar kalau tante punya putri kandung bukan" tanya nia dengan serius
" jangan tanya kan hal itu kepada mama" ucap nisa kepada nia
"emang kenapa" tanya nia dengan heran
"mama terpisah dengan anaknya, mereka sudah perpisah selama 16 tahun" nisa menjelasknnya
"Oh, maaf saya bukan bermaksud apa apa" ucap nia dengan nada rendah
"ngak pa pa kok putri" ucap rita kepada nia sambil memegang pundak nia
"tante, jika tante bertemu dengan putri tante apa yang akan tante lakukan" tanya nia sambil melirik rita
"tante akan memeluknya " ucap rita
"jika dia menolak gimana tante" ucap nia dengan serius memandang rita
"lupakan"ucap nisa dengan kesal dan menarik rita
.
__ADS_1