
tanggal 25 adalah hari bahagia yang ditunggu tunggu oleh kedua keluarga itu apalagi mawar dan itu juga menjadi hari terakhir nia di luar kota
"ma apa aku sudah terlihat cantik " tanya mawar
"sudah nak, pasti davin akan benar benar jatuh cinta kepada kamu" jawab bu mira
"baju mama warna biru muda juga bagus" ucap mawar memuji mamanya
Di tempat lain davin hanya memandang cermin
"hari ini hari pertunangan gue" ucap davin kepada dino dan raka yang menemani nya memakai pakaian
"lu yang sabar " ucap raka sambil memegang pundak davin
Tamu tamu undangan sudah banyak yang datang termasuk keluarga besar rita
"niko kak nia sudah pulang? " tanya rita pada niko
"belum tante kak nia masih dalam perjalanan " jawab niko
"o oke makasih " jawab rita dan pergi
Telepon niko berdering
"halo kak nia, kak nia udah dimana " ucap niko
"kakak dalam perjalanan, acara nya sudah mulai? " tanya nia
"bentar lagi kak" jawab niko
"baju kakak sudah di apartemen kan? " tanya nia
"udah kak" jawab niko gembira
"oke by "jawab nia dan mematikan telepon
Acara pertunangan davin dan mawar sedang berlangsung. Tepuk tangan ramai dalam ruangan itu setelah mereka memakai cincin satu sama lain
Disisi lain di apartemen nia sedang bersiap siap untuk datang menghadiri pertunangan saudara tiri nya
Nia datang dengan begitu elegan membuat clarisa, buk rita, hutomo bahkan davin pun ikut terkejut
"kak ini kado dari nia ,kado nya cuma satu tapi nia rasa ini bisa untuk mawar, maaf nia datang terlambat " ucap nia sambil menyodorkan paperbag
"makasih " jawab davin singkat
"o iya kita foto bareng " ucap mawar
Mereka berfoto bahkan terkadang davin melirik nia dengan penuh tanda tanya
"nia boleh foto berdua dengan kak davin gak" tanya nia meminta izin
"tentu boleh nak" jawab oma sambil tersenyum
Mereka berfoto layaknya pasangan yang serasi. Tujuan nia berfoto dengan davin untuk mengingatkan nia kalau davin adalah salah satu laki laki yang berani mencintai nya
__ADS_1
"kak lebih baik kado nia dibuka sekarang " ucap nia setelah berfoto
Tanpa menjawab davin mengambil paperbag dan membuka kado dari nia. Raut wajah davin langsung berubah setelah melihat jam tangan
"maksudnya apa nia" ucap davin kecewa
"nia mau kak davin memasang kan jam tangan itu kepada mawar dan disaksikan oleh semua orang " ucap nia
"apa kamu masih waras" ucap davin sontak membuat semua terkejut tapi nia biasa biasa saja
"karena waras nia memberi kak davin kado ini, karena ini bukan hak nia" jawab nia
"tapi ini hadiah untuk kamu" jawab davin memelankan suara
Nia tidak menjawabnya dan langsung memegang tangan davin dan memapa nya untuk memakaikan jam tangan itu ke tangan mawar
Itu davin benar benar marah. Setelah acara selesai nia duduk sambil minum dengan clarisa, mereka duduk di tempat meja dan kursi yang sudah ditinggalkan tamu
"davin kamu kenapa" tanya mama nya davin
Davin hanya diam dan melirik tajam nia
"davin mama mu bertanya " ucap tuan alex
Davin masih tidak menjawab bahkan mereka semua bingung dan juga melirik nia yang dari tadi di lirik davin
"apa kak nia membuat kesalahan " tanya niko
Davin langsung berjalan menuju nia
"puas atas apa kak" jawab nia santai
"kamu tau, hadiah yang kamu berikan ini sangat membuat saya marah" jawab davin
"apa ada yang salah" tanya nia
"iya ada yang salah ,karena hadiah ini saya belikan untuk kamu dan sekarang kamu jadikan sebagai hadiah pertunangan kami" ucap davin marah
Mendengar itu mawar langsung melepas jam itu dan meletakkannya di atas meja
"anggap saja saya tidak suka dengan jam tangan itu" ucap nia
"tak ada anggapan anggapan, sekarang alasan apa sehingga jam tangan ini kamu kembalikan " tanya davin kesal
"sudah sudah vin" ucap raka menenangkan davin
"nia punya alasan sendiri dan kak davin gak berhak memaksa nia untuk mengetahui alasan itu" ucap nia emosi
Davin tak tau harus bicara apalagi hingga dia geram
"kalau gitu nia pamit" ucap nia
"nia, nanti kamu ikut makan malam bersama kan" tanya oma sambil menenangkan mereka
"sepertinya tidak oma" jawab nia
__ADS_1
"kalian tidak boleh begini kalian harus akur karena kita akan menjadi keluarga, dan bagaimanapun kamu harus datang nanti malam" ucap oma memaksa nia, dan nia mengiyakan ucapan oma itu
Malam hari
"assalamualaikum " ucap nia dan clarissa
"Waalaikumsalam "jawab mereka dengan serentak
Keluarga alexander juga mengundang keluarga wijaya
"nia dan clarisa mau minum apa, mau susu coklat " tanya rita kepada nia
Nia yang baru duduk tiba tiba terdiam
"ngak ma, nia mau air putih aja" jawab nia
"clarisa juga air putih tante"jawab clarissa
"bukan kah kalian sama sama suka susu coklat " tanya rita sambil mengambil kan air putih
"iya kan nia sama clarissa sama sama suka susu coklat " ucap mira sok kenal nia
"jangan mengingat hal yang kalian rasa saja" ucap nia dengan dingin
Davin yang dari tadi hanya diam dan mawar berusaha membujuk davin
"kak mau makan apa" tanya mawar
"gak usah aku bisa ambil sendiri " jawab davin sambil memandang nia
"bro tunangan lo si mawar bukan sinia kenapa lu lirik nia tajam begitu, lagian tu anak juga nggak akan peka" bisik dino
"siapa yang gak peka " tanya clarissa
"bukan siapa siapa" jawab dino terkejut
Sepanjang makan malam nia hanya makan antara mau dan tidak cuma hanya untuk menghargai oma
"nia makan yang banyak " ucap oma
"ngak oma, nia udah kenyang " jawab nia sambil melihat jam tangan
"udah jam 8" bisik clarissa
"gue tau" jawab nia
"oma ,pa, om semuanya nia pamit duluan, soalnya nia ada janji lain" ucap nia
"janji dengan pacar" tanya oma dan membuat davin kesal
"ngak oma, janji sama teman mau latihan" jawab nia
"latihan apa kak" tanya niko
"gak usah kepo, kalau gitu nia pamit assalamualaikum " ucap nia dan langsung pamit
__ADS_1
"kak niko ke apartemen " teriak niko