
kini semuanya sedang bercanda bersama, sedangkan nia pergi ngumpul, lebih tepatnya bertemu clarisa
nia dan clarisa bertemu di cafe
"ris, kata kak revan bentar lagi kakek akan pulang dengan anaknya, kemungkinan di sana ada mama gue" ucap nia
"terus lo udah ada rencana untuk bisa bertemu" ucap clarisa dengan serius
"itu yang gue pusingin, keknya gue harus cepat ngambil ahli bisnis paa"ucap nia
" tapi kapan papa lo mau menyerahkan bisnis nya ke elo" ucap clarisa
"arg tambah pusing gue ris" ucap nia dengan menyandarkan punggungnya ke kursi
"kalau gitu kita lihat situasi dulu, baru bisa bertindak" ucap clarisa
setelah nia dan clarisa berbicara dan pulang, revan datang ke rumah nia dan udah menunggu nia dari tadi
"assalamualaikum "ucap nia seperti orang yang kurang semangat
"Waalaikumsalam "ucap mereka serentak
dirumah davin dan teman temannya belum pulang di tambah 2 orang cewek yang tidak lain adalah teman mawar
"kak revan ada disini" ucap nia
"kakak udah dari tadi kesini" ucap revan
"ada perlu apa malam malam kak" ucap nia penuh tanda tanya
__ADS_1
"kakak mau bicara 4 mata sama kamu" ucap revan
"kalau gitu kita di teras aja kak" ucap nia
kini nia dan revan menuju balkon di lantai 2
"ni, soal pulangnya kakek, apa kamu sudah ada rencana supaya bisa ketemu"ucap revan sambil memandang langit malam
"belum kak itu yang bikin aku pusing, pasti sulitkan bertemu keluarga besar wijaya " ucap nia yang juga memandang langit
"kenapa kamu tidak meminta bantuan davin" ucap revan
"minta bantuan davin" ucap nia dan melirik revan
"iya, kan Lagian kalian sudah di jodohkan, waktunya kalian untuk saling mengenal, sekilas kakak liat davin orang nya baik dan perhatian kok, jadi cocok buat kamu" ucap davin masih memandang langit
"kakak dengar kakek akan mengadakan pesta,jadi kamu bisa datang dengan davin, kalau keluarga papa kamu kakak belum pasti kalau akan di undang" ucap revan
"ngak, aku ngak akan minta bantuan davin, soal nya aku tau kalau perusahaan dia sedang melakukan bisnis besar besaran, jadi dia mencoba meluangkan waktunya cuman karena perjodohan ini kak, aku ngak mau merepotkan, dan aku tidak akan melibatkan banyak orang sebelum waktunya" ucap nia dengan tegas
"terus bagaimana caranya kamu bisa bertemu mama kamu" ucap revan dan melirik nia
"aku akan mencoba membujuk papa, untuk mewariskan bisnis nya ke aku kak,dan aku akan datang meskipun tak di undang" ucap nia
"kamu pikir segampang itu untuk datang, penjagaan ketat nia" ucap revan
" kalau gitu biar otak nia yang melakukannya kak" ucap nia dengan serius
"oke, terserah kamu, ingat jika butuh bantuan bilang kakak" ucap revan sambil mencubit pipinya nia dan memeluk nia
__ADS_1
"kak nginap sini aja" ucap nia sambil melihat wajah revan yang masih memeluknya, seperti kakak beradik
"oke demi kamu, kalau gitu ayo kita turun" ucap revan
nia dan revan pun turun
"kak davin belum pulang " ucap nia sambil menuju mengambil air
"aku mau nginap sini" ucap davin sambil memainkan HP, sontak membuat dino dan raka membulatkan matanya
"oke kalau gitu, itu kamar kak davin, dino, dan raka dan itu kamar kak revan" ucap nia sambil menunjuk dua kamar yang ada di lantai bawah
padahal aku cuma canda, tapi di anggap serius, tapi ngak papa la selagi calon istri perhatian ucap davin dalam hati
"ni teman aku nginap di sini juga, boleh kan" ucap mawar dengan sok akrab
"boleh kalian sekamar aja" ucap nia dan mawar membulatkan matanya
"tapi kan kamar kosong masih ada" ucap mawar dengan protes
"cari aja,kalau gitu aku mau istirahat "ucap nia
"kak, aku juga mau istirahat"ucap niko dan mengikuti nia
nia dan niko pergi ke kamarnya masing masing di lantai 2,dan semuanya juga sudah menuju kamar yang sudah di sediakan
.
.
__ADS_1