
Anin yang kini berada di dalam mobil Mas Adam menyempatkan dirinya untuk berdandan, dengan cepat Anin mengeluarkan bedak, dan lipstik serta sisir yang tadi dia masukan kedalam tas kerjanya.
"Adam... eh maksudku Mas Adam bisa tidak lebih cepat jalannya, aku takut terlambat," ujar Anin yang sudah selesai memakai bedak dan mengambil lipstiknya.
Adam yang mendengar permintaan Anin hanya menatap sekilas pada Anin, lalu menanjapkan gasnya tanpa melihat Anin saat itu sedang memakai lipstik. Hingga membuat lipstik Anin belepotan.
"Mas Adam," pekik Anin yang menatap kearah cermin kecil, lipstik yang ia pakai sudah melewati garis bibirnya.
Adam yang melihat wajah Anin langsung tertawa dengan keras. "Kau yang menyuruhku untuk cepat," ujar Adam masih dengan tawanya yang sangat lepas.
"Kau itu menyebalkan," gerutu Anin dengan suara yang sangat kecil, dan langsung mengambil tisu didalam tas nya.
"Wajahmu jadi lucu Anin" ujar Adam masih dengan tawanya.
Baru kali ini Anin melihat Adam yang tertawa dengan lepas, dan entah mengapa tawa nya itu membuat hati Anin ikut merasa bahagia.
Setelah menurunkan Anin, Adam pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju kantornya. Sementara Anin yang kini berada di ruangan kerjanya, disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk sampai Mita datang keruangnya pun tidak di hiraukan oleh Anin.
__ADS_1
"Sudah selesai belum?" tanya Mita yang masih menunggu Anin diruangannya.
"Sedikit lagi," jawab Anin.
Dan setelah selesai mengerjakan semua laporannya, Anin pun langsung keluar menuju kantin di dalam gedung perkantoran tersebut. Anin memesan bakso sedangkan Mita memesan mie ayam.
"Yang benar kau sudah memutuskan untuk merebut Adam dari tangan Alya?" tanya Mita dengan bersemangat.
"Iya, tapi aku pesimis. Aku tidak yakin bisa membuat Adam jatuh cinta padaku."
"Ikan kali klepek-klepek," canda Anin, membuat keduanya tertawa dengan kompak.
"Tapi Mit, selain Alya kan ada satu orang lagi. Kau masih ingat tidak Intan sekertaris Adam?" ujar Anin.
"Oh Intan? kemarin saat aku bertemu dengan Adam di Mall tempo hari, kau masih ingatkan? aku sudah bertanya padanya tentang Intan, Adam bilang mereka ke hotel karena ada meeting dengan kliennya. Dan Adam bilang, dia bisa memberikan bukti rekaman cctv di hotel tersebut, karena adam bertemu dengan kliennya di restaurant di dalam hotel tersebut."
"Oh... " ucap Anin.
__ADS_1
"Aku merasa tidak terima jika kau itu sampai di tipu oleh Adam dengan dua wanita sekaligus, makannya ketika aku bertemu dengan Adam di Mall aku damprat tuh si Adam." ucap Mita dengan menggebu.
"Kau memang sahabat terbaikku," ujar Anin merasa terharu pada Mita.
"Tentu dong," ucap Mita, mereka pun kembali tertawa. "Ingat Anin kau harus menang melawan Alya, aku akan bantu dengan doa," ujar Mita dengan terkekeh.
"Tapi aku binggung Mita, bagaimana cara aku merayu Adam." ujar Anin dengan menggarukan kepalanya.
"Di mulai dengan kau harus bisa bersikap lembut seperti Alya," ucap Mita.
"Itu yang susah, entah mengapa jika bertemu dengan Adam. Bawaannya pengen ngajak ribut terus," ujar Anin dengan menghela nafasnya.
"Susah juga sih secara kau itu kan kaya preman," ejek Mita dengan tertawa.
"Preman tapi cantik kan," ucap Anin.
"Cantik sih, tapi oon kalau urusan cinta. Secara pacaran aja kau belum pernah," ejek Mita kembali, membuat Anin langsung memanyunkan bibirnya.
__ADS_1