
Rumah Sakit Ibu dan Anak Grand Family.
"Ada yang bisa saya bantu Pak,?" tanya Dokter kandungan.
"Saya mau menanyakan usia kehamilan istri saya Dok," Adam menyerahkan kertas hasil USG Alya "Disini tertulis usia kehamilan istri saya dua bulan, apa hasil ini benar atau ada kesalahan tulis?" tanya Adam.
"Sebentar Pak," Dokter itu memanggil asistennya dan meminta data pasien yang bernama Ibu Alya. "Kalau dari hasil USG ini memang benar usia kandungan Ibu Alya sudah dua bulan, tapi memang hasil USG ini bisa selisih satu minggu dari hasil HPHT. Sedangkan di catatan buku hasil pemeriksaan Ibu Alya kemarin, Ibu Alya lupa kapan terakhir dia datang bulan." ujar Dokter tersebut menerangkan pada Pak Adam.
"Jadi hasil USG ini bisa selisih satu minggu, dengan kata lain bisa jadi kurang dari dua bulan?" tanya Adam.
"Benar Pak, kalau Bapak mau hasil usg yang lebih tepatnya. Nanti saat kandungan Ibu Alya sudah dua belas minggu maka hasil dari usg itu akan sangat akurat."
"Jadi saya harus menunggu satu bulan lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat?" tanya Adam.
"Benar Pak," jawab Dokter tersebut.
"Kalau saya mau melakukan tes DNA pada kandungan istri saya apa bisa Dok?"
"Tentu saja bisa tapi harus menunggu kandungan Ibu Alya berusia di atas tiga bulan, untuk meminimalisir resikonya."
"Memang ada resikonya Dok?"
"Tentu saja ada, jika tidak dilakukan dengan benar dan tepat maka akan terjadi keguguran pada kandungannya. Dan saya menyarankan jika memang ingin melakukan tes DNA lebih baik saat bayinya sudah lahir."
Adam terdiam dan hanya menganggukan kepalanya saat Dokter tersebut menjelaskan pada Adam tentang tes DNA pada bayi yang masih di dalam kandungan. Setelah mendengarkan semuanya Adam pun langsung pergi.
"Jadi hasil usg ini masih belum akurat, dan ada kemungkinan Lima puluh persen anakku dan lima puluh persen bukan anakku" Adam berfikir sambil terus mengemudikan mobilnya.
Adam pun mengingat kembali kejadian saat di hotel itu, Adam berusaha mengingat sesuatu yang dilupakannya. Saat kejadian itu tidak ada bercak darah sama sekali di atas seprei, dan ada dua kemungkinan hal itu bisa terjadi yang satu adalah Alya sudah tidak perawan dan yang kedua dirinya tidak melakukan apa pun pada Alya.
__ADS_1
"Sial, seandainya saja ada kamera cctv di setiap kamar hotel. Pasti dirinya sudah memeriksanya jauh-jauh hari," gumam Adam mencengkaram kemudi mobilnya dengan sangat kuat.
Dan sekarang yang bisa Adam lakukan adalah menunggu satu bulan lagi, untuk bisa mengetahui usia kehamilan Alya yang lebih akurat dan bila perlu dirinya akan melakukan tes DNA. Adam pun menghentikan mobilnya untuk menghubungi Anindita, Adam ingin menyampaikan semua berita ini pada istri tercintanya itu. Namun lagi-lagi Anin tidak mengangkat ponsel darinya.
"Aku harus kerumah pak Salim."
Adam pun langsung menghubungi Intan sekertarisnya untuk mengatur ulang jadwal pertemuannya dengan seluruh kliennya. Dan langsung mengendarai mobilnya menuju rumah Pak Salim, Adam sudah tidak sabar untuk memberikan kabar berita ini dan juga membawa kembali Anin ke Jakarta.
Sementara itu didalam rumah Adam, Alya yang sudah bangun dari tidurnya langsung membereskan tasnya yang kemarin dia lemparkan begitu saja. Alya yang teringat pada kertas hasil usgnya langsung mencarinya dengan cepat.
"Di mana kertas itu?" gumam Alya dengan panik dan mencarinya dengan sangat gusar. "Kenapa tidak ada," pekik Alya yang sudah terduduk dilantai kamarnya. Dan berusaha mengingat kembali di mana terakhir kali dirinya menyimpan kertas tersebut.
Alya sangat bingung dan ketakutan, Alya takut kalau Mas Adam menemukan kertas hasil usgnya. Alya pun kembali mencarinya keseluruh kamarnya namun hasilnya tetap saja nihil.
"Apa kertas itu terjatuh di dalam taxi," gumam Alya kembali dengan penuh harap. "Ya, pasti kertas itu terjatuh di dalam taxi. Karena kalau kertas itu sudah di temukan oleh Mas Adam, pasti saat ini Mas Adam sudah menanyakan padanya mengenai usia kehamilannya."
..........
Di tempat lain pada saat jam istirahat kantor, seperti biasanya Mita bertemu dengan kekasihnya Bayu. Namun ada yang lain di wajah Bayu saat Mita memperhatikan wajah kekasihnya itu.
"Sayang, kau kenapa?" tanya Mita yang melihat wajah Bayu yang muram.
"Aku tidak papa," jawab Bayu tanpa menatap Mita.
"Sayang, kau jangan bohong. Aku bisa lihat dari wajahmu, apa kau sedang kesulitan keuangan?" tanya Mita dengan hati-hati tidak ingin melukai hati kekasihnya itu.
Bayu hanya terdiam dengan menggelengkan kepalanya. "Mita, jika aku mempunyai masa lalu yang buruk. Apa kau masih mau menerimaku?" tanya Bayu menatap pada mata Mita.
"Masa lalu yang buruk?" tanya Mita, yang dijawab anggukan kepala oleh Bayu. "Tergantung seberapa buruk masa lalu itu?" Mita menatap pada Bayu dengan tatapan menyelidik. "Memangnya keburukan apa yang sudah kau lakukan?"
__ADS_1
"A-aku... Seandainya aku sudah memiliki seorang anak dengan wanita lain, apa kau masih mau menerimanku?" tanya Bayu dengan gugup.
"What? kamu sudah punya anak? berarti kau sudah menikah?" tanya Mita dengan terkejut.
"Bukan seperti itu, maksudku aku belum menikah tapi kemungkinan besar aku akan memiliki anak!" lirih Bayu.
"Kau gila ya bay, maksdumu kau akan memiliki anak? itu artinya kau selingkuh dari ku!" seru Mita dengan marah dan langsung meninggalkan Bayu.
"Mit, Mita... !" teriak Bayu mengejar Mita yang terus berjalan tanpa menghiraukan dirinya. "Tunggu sayang," Bayu menarik tangan Mita.
"Mau apa lagi? aku tidak pernah menyangka kalau kau sebejad itu!" Mita menatap Bayu dengan tajam.
"Mit, aku tidak pernah selingkuh. Itu semua masa lalu ku." ujar Bayu dengan tatapan sedihnya karena takut kehilangan Mita.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan bay," ucap Mita dengan wajah kesal bercampur binggung.
Bayu pun membawa Mita untuk duduk di bangku taman, dan menceritakan semuanya pada Mita tanpa ada yang disembunyikan.
"Jadi mantan kekasihmu yang sudah menikah itu sedang hamil, dan kemungkinan besar anak yang dikandungnya adalah anakmu?" tanya Mita dengan wajah sedihnya.
"Ya, kemungkinan besar dia anakku."
Mita yang bingung hanya bisa terdiam dan tak mampu berkata-kata lagi. Semua impiannya untuk merajut masa depan bersama Bayu hilang sudah, kekasih yang selama ini di kiranya pria yang baik ternyata memiliki masa lalu dengan wanita lain. Dan yang lebih parahnya hubungan itu membuat wanita masa lalu Bayu sedang hamil.
"Aku harus pergi Bay," ucap Mita beranjak dari duduknya.
"Tunggu Mit," Bayu mencoba menahan Mita. Namun tangannya langsung dihempaskan oleh Mita.
Bayu pun kini hanya bisa menatap Mita yang pergi meninggalkan dirinya, Bayu merasa sangat sedih melihat hubungan dirinya dan Mita yang hancur berantakan. Walaupun hubungan mereka baru sebulan, tapi Bayu sangat mencintai Mita. Karena Mita satu-satunya gadis yang baik yang mau menerima dirinya apa adanya.
__ADS_1