Pernikahan Anindita

Pernikahan Anindita
Part 49


__ADS_3

Alya yang sedang berada di dalam taksi, hanya menatap kosong kearah jendela samping. Alya merasa bingung dan pusing menghadapi kegagalan rumah tangganya bersama pria yang dicintainya.


"Seandainya aku tidak hamil, pasti saat ini aku masih bersama Mas Adam." gumam Alya dalam hati. Memegang perutnya yang sudah mulai terlihat sedikit buncit. "Seandainya aku bisa menahan hasrat itu," lirih Alya dengan menitikan air matanya.


Disaat dirinya menatap jalanan yang ada disampingnya. Alya tidak sengaja melihat Bayu yang sedang berbicara dengan seorang wanita, Alya yang sedang sedih bercampur emosi langsung meminta Pak supir taksi untuk menghentikan mobilnya.


"Oh jadi begini tingkah kamu? Aku yang mendapatkan kesulitan karena perbuatanmu. Kamu malah asik bermesraan dengan wanita lain!" seru Alya menghampiri Bayu.


"Alya... !"ucap Bayu dan Mita bersamaan.


Alya terkejut saat melihat Mita sahabat baik Anindita, Alya tidak tahu jika wanita yang membelakangi dirinya adalah Mita. Bayu pun tak kalah terkejutnya saat mendengar perkataan Alya, Bayu yang saat itu sedang membujuk Mita untuk memaafkan dirinya justru mendapatkan cacian dari wanita masa lalunya.


"Kamu kenal Alya?" tanya Mita dengan menatap tajam pada Bayu.


"Tidak dia tidak mengenalku," jawab Alya dengan cepat.


"Ada apa ini? Tadi jelas-jelas kau memanggil nama Bayu. Tapi kau bilang tidak kenal?" tanya Mita menyelidik.


"Alya, apa maksud ucapanmu tadi?" Bayu memotong pembicaraan antara Alya dengan Mita.


"Aku, -- " Alya pun langsung membalikkan tubuhnya untuk pergi dari tempat itu. Namun langkahnya terhenti saat Bayu menarik tangannya.


"Katakan padaku? Apa maksud ucapanmu tadi?" tanya Bayu dengan tegas. "Jadi benarkan anak itu anakku?"


Mita yang mendengar ucapan Bayu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Mita tidak menyangka wanita masa lalu Bayu yang sedang hamil adalah Alya.


"Kamu itu ngomong apa? Aku tadi hanya asal bicara," Alya berusaha untuk menutupi kebohongannya. Dan menghempaskan tangannya.

__ADS_1


"Alya... " teriak Anin dari belakang.


"A-Anin," Alya terkejut saat melihat Anin yang sudah berada di belakangnya. Dan berjalan menghampiri dirinya dan Bayu.


Mita yang melihat kedatangan Anin pun langsung menghampiri sahabatnya itu, dan kini mereka bertiga menatap pada Alya yang terlihat pucat sambil memundurkan langkahnya.


"Bayu, jadi wanita itu Alya?" tanya Mita. Yang dijawab anggukan kepala oleh Bayu. "Apa kau tahu Bay, Alya ini wanita yang aku ceritakan yang sudah membuat rumah tangga Anin dan Adam rusak." Ujar Mita yang kini menatap pada Alya.


"Kalian ini bicara apa?" Bentak Alya. "Aku harus pergi," ucap Alya yang tidak ingin berlama-lama berada di situasi yang menyulitkan dirinya.


"Tunggu... !" Bayu menarik tangan Alya kembali. "Al, jika memang anak itu anakku. Aku akan bertanggung jawab," ucap Bayu menatap kedalam mata Alya.


"Bertanggung jawab untuk apa? ini anak Mas Adam," Alya bersikeras dengan suara meninggi.


"Eh pelakor, udah ngaku aja... !" Bentak Mita dengan kesal karena percintaan dirinya dan Anindita hancur karena Alya. "Jelas-jelas tadi kau bilang mengalami kesulitan karena perbuatan Bayu!"


Sementara itu di jalan raya, tampak seorang pria sedang menendang ban mobilnya dengan kesal. Dia pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Pak Adam, orang yang menyewa dirinya untuk membuntuti wanita yang bernama Alya.


"Maaf Pak Adam, ban mobil ku bocor. Jadi aku tidak bisa mengejar mereka," ucap Rizal. Detektif yang disewa oleh Adam.


"Kau ada dijalan apa?" tanya Adam masih merasa cemas dengan keadaan Anin.


Setelah memberitahu lokasinya, Rizal pun mematikan ponselnya menunggu Tuan Adam. Dan selang sepuluh menit Pak Adam datang menjemputnya, mereka pun kembali mencari Anin dan Alya.


Dipinggir jalan, Alya yang sudah terpojok langsung menarik tangan Anin dan mencekik leher Anin dengan kencang. "Ya anak ini memang anak Bayu, kalian mau apa?" bentak Alya dengan keras.


"Al, apa yang kau lakukan?" ucap Bayu dengan cemas dan khawatir. Apalagi kini dirinya sudah mendengar langsung kalau yang didalam kandungan Alya memang anaknya.

__ADS_1


"Hei, lepaskan Anindita!" teriak Mita dengan khawatir.


"Kalian jangan mendekat... !" Alya membawa Anin ketengah jalan. Alya yang sudah gelap mata merasa sangat putus asa. "Kalau aku tidak bisa bersama Mas Adam, kau pun tidak boleh bersamanya." Alya masih mencengkram leher Anin dengan kencang. Anin pun berusaha melepaskan cengkraman tangan Alya. Namun belum sempat terlepas dari cekikan Alya, dengan tiba-tiba dirinya di dorong oleh Alya ketengah jalan.


"Anin... !" teriak Mita saat melihat mobil dari arah belakang mengebut.


"Cit... !" Suara mobil mengerem dengan keras. "Bug... ! Suara tubuh seseorang terjatuh dengan sangat keras.


"Akhhh....!" Jerit Mita dengan kencang saat melihat orang yang dicintainya tergeletak dengan bersimbah darah. "Bayu... !" Mita langsung mendekat kearah Bayu yang sudah tergeletak dengan mata yang tertutup.


Sementara Alya hanya bisa terduduk saat melihat Bayu tergeletak dijalan dengan darah yang mengalir di sekitar jalanan. Bayu pria yang pernah dicintainya, Ayah kandung dari bayi yang sedang dikandungnya. Pria yang ditinggalkannya dan dihinanya, justru sudah menyelamatkan hidupnya dengan menarik tangannya.


Anin yang masih shock atas kejadian yang cepat tadi tidak bisa berkata-kata, tubuhnya langsung terjatuh dan langsung ditahan oleh Mas Adam. Adam yang tadi melihat Anin yang didorong ketengah jalan langsung berlari dan menarik tangan Anin. Hingga Anin bisa terselamatkan dan mobil itu yang hampir menabrak Anin justru membanting setir kearah Alya yang berdiri tidak jauh dari Anin. Dan terjadilah kecelakaan itu yang menyebabkan Bayu terpental jauh akibat tabrakan mobil itu untuk menyelamatkan Alya.


"Ma-Mas... " ucap Anin yang masih gemetar dan menagis dan langsung dipeluk oleh Adam.


Sementara Alya yang terguncang jiwanya hanya bisa diam menatap Bayu di depannya dengan tatapan kosong.


"Bayu... " tangis Mita yang kencang membuat hati Anin dan terutama Alya semakin terguncang. Jiwa Alya seakan lepas dari tubuhnya, dirinya merasa menjadi penyebab Bayu tertabrak.


"Pembunuh kamu," teriak Mita pada Alya yang masih terduduk diam di pinggir jalan. Alya dan Mita menatap pada jenazah Bayu yang sudah di evakuasi oleh ambulan.


Anin yang sudah tenang, tidak tega melihat Alya yang masih terdiam tanpa sepatah kata pun. Anin pun berusaha mendekati Alya bersama dengan Mas Adam.


"Alya?" panggil Anin berusaha menyadarkan Alya. Namun Alya tidak bereaksi apa pun. Alya masih terdiam dengan tatapan kosongnya. Karena khawatir, Anin dan Adam pun membawa Alya kedalam mobil.


Dan disepanjang jalan Alya masih saja terdiam dengan air mata yang menetes di pipinya. Anin yang tidak tega pun memeluk tubuh Alya yang terlihat rapuh. Adam pun hanya terdiam dengan sesekali menatap pada kaca spion melihat istrinya yang sedang memeluk Alya.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah, Alya langsung dibawa kedalam kamar. Alya yang dibawa seperti tubuh yang tanpa nyawa, yang hanya diam tidak ada reaksi apa pun. Dan kini Alya justru tertawa cekikikan dan sesekali menangis kencang. Anin yang khawatir meminta Mas Adam memanggil Dokter. Anin juga menyuruh Mas Adam untuk menghubungi Ibu Tika dan memintanya untuk datang ke Jakarta. Adam pun menganggukan kepalanya dan langsung mengambil ponselnya. Sementara itu Rizal dan Mita yang masih berada di ruang tamu sedang diinterogasi oleh polisi.


__ADS_2