PESONA GADIS SINTAI(Tamat)

PESONA GADIS SINTAI(Tamat)
Belajar Dari Masa Lalu


__ADS_3

"Pada suatu hari, ada seorang pria lajang yang datang mampir ke warung Mami untuk sekedar minum kopi atau duduk-duduk. Katanya, dia baru saja pulang merantau dari kota Batam. Sejujurnya, Mami tidak terlalu mengenal sebelumnya orang itu, karena semenjak kecil dia sudah di bawa oleh orang tuanya untuk merantau ke kota ini. Tapi, karena hampir setiap hari dia datang dan menghabiskan waktunya di warung Mami, lama-kelamaan Mami jadi kenal dan akrab dengannya.


Setiap hari dia bercerita tentang kota ini dan betapa pesatnya kemajuan industri di pulau ini. Dia juga bilang bahwasanya membuka usaha sendiri di pulau ini enak, apalagi usaha rumah makan seperti yang sedang Mami geluti. Selain lokasi tempatnya yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia serta merupakan jalur sutra yang  sudah sangat terkenal. Kota Batam juga merupakan salah satu tempat tujuan wisata domestik dan luar negeri. 


Apalagi, di huni oleh banyak pendatang dari luar kota yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di pabrik-pabrik besar milik perusahaan asing. Gaji mereka juga besar-besar, dan sudah tentu mereka sangat royal dengan uang karena mayoritas pekerja itu merupakan anak gadis yang masih muda-muda. Intinya, mencari uang di Batam itu mudah. 


Mendengar itu, awalnya Mami tidak tertarik sama sekali saat dia mengajak Mami untuk merantau ke sini. Tapi seiring berjalannya waktu, Mami tergiur juga. Apalagi, dia terlihat sangat akrab dan sangat sayang sama Sobirin. Sampai-sampai Sobirin menganggap pria itu adalah ayahnya yang pergi merantau jauh. Setelah mempertimbangkan matang-matang, akhirnya Mami mau menikah dengannya karena itu merupakan syarat mutlak yang di berikan oleh orang tua Mami jika Mami memang berniat ingin pergi ikut dengannya. Agar mereka tidak kepikiran dan merasa tenang melepas Mami karena sudah ada yang menjaga.


Kamu tau, Ra! Mami rela menjual semua perhiasan yang Mami punya dan menyerahkan uangnya pada suami baru Mami itu. Awalnya, dia masih biasa saja, baik dan mau menurut sama Mami. Setelah kami sampai di sini, memang benar ada ruko yang sudah dia sewa dan isinya juga sudah lengkap untuk di jadikan tempat usaha. Di tempat itu, nasib baik belum menghampiri. Dagangan sangat sepi dan akhirnya kami kehabisan modal. Itu hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja. 


Tapi tak mau menyerah sampai di situ, Mami berinisiatif untuk membuka warung kembali di tempat yang lain. Setelah mendapatkan tempat yang cocok dan lokasinya juga strategis, kami tidak memiliki modal yang cukup. Akhirnya, Mami nekat menggadaikan surat rumah orang tua Mami di pulau Jawa buat modal awal lagi.


Setelah itu, usaha kami lancar dan ramai  pengunjung. Kami pun bisa membeli mobil untuk belanja ke pasar. Tibalah saatnya di mana Mami mengandung anak yang kedua. Sehingga Mami tidak bisa lagi untuk full time membantu Bapak. Melihatnya yang sangat kerepotan mengurus warung seorang diri, Mami merasa kasihan. Jadi, Mami sarankan agar dia mencari karyawan saja untuk sekedar bantu-bantu. Pada awalnya bapak menolak dengan mengatakan dia sanggup mengerjakannya sendiri. Tapi lama-kelamaan dia lelah juga yang  kemudian menerima tawaran Mami untuk memakai jasa karyawan dari luar. 


Setelah masuk beberapa grup publik Lowongan Pekerjaan di Facebook, Mami mendapatkan seorang wanita yang menurut Mami  cocok. Mami akui, gadis itu cantik dan menarik, karena memang sengaja Mami pilih yang cantik dan muda untuk dijadikan sebagai waitres, agar tamu-tamu yang datang ke warung kami merasa betah dan ingin datang lagi di lain waktu. 

__ADS_1


Tapi itu hanya bertahan beberapa tahun saja, Ra! Setelah itu, wanita yang menjadi waitres dan sudah Mami anggap sebagai adik sendiri itu tiba-tiba minta di antar untuk pulang ke kampung halamannya ke Pekan Baru sebagai kampung asalnya. Dan setelah itu juga, Mantan suami Mami sering bepergian keluar kota dengan alasan ingin membuka cabang yang baru. Karena alasannya yang tidak masuk akal itu, kami sering berantem dan berdebat suami istri. Mami merasa aneh, kenapa dia berusaha keras ingin membuka usaha di tempat lain, sedangkan yang sudah ada di sini saja malah jadi tidak terurus berantakan.


Semakin hari, perdebatan kami semakin panas dan menjadi-jadi. Aku merasa menyesal sudah termakan bujuk rayunya pada saat itu. Mami mulai curigai dia sedang bermain api di belakangku. Dan akhirnya dugaan Mami itu terbukti benar. Ternyata mantan suami Mami itu memang benar-benar sudah selingkuh dengan karyawan Mami sendiri.


Segala cita-cita dan harapan Mami selama ini seketika musnah begitu saja. Orang yang Mami percayai selama ini, sudah tega berkhianat. Apalagi setelah Mami tau dia meninggalkan banyak hutang. Di situ, Mami baru sadar bahwa niatnya dari awal mendekati Mami hanya untuk memeras uang Mami saja. Mami merasa telah dibodohi dan merasa sudah tertipu oleh pria itu selama ini. Dan pernikahan itu merupakan suatu keputusan yang paling Mami sesali hingga saat ini.


Untuk itu, sebelum terlanjur, Mami ingatkan padamu, Ra! Jangan sampai mengambil keputusan yang salah seperti yang sudah Mami lakukan. Sebab, kebahagiaan yang kamu impikan dan harapkan itu hanya semu semata seperti fatamorgana. Jika pun bahagia, itu hanya bertahan sebentar. Tidak lama. Mungkin hanya sekitar tiga bulanan saja. Dan setelah itu, Mami tidak tau lagi," ucapnya menutup pembicaraannya.


Mendengar penuturan Mami, hatiku terasa bergejolak. Apa mungkin Bang Johar seperti itu? Kayaknya kagak lah. Mana mungkin dia berkeinginan untuk menguras hartaku. Memangnya aku punya apa?


Kalau Bang Johar juga tidak serius dan hanya ingin bermain-main saja denganku, kenapa dia tidak melakukannya saja. Bukankah aku bakalan mau melayaninya jika sudah di bayar. Tapi, kenapa dia ingin segera melamarku? Apakah aku harus meragukan ketulusan cintanya?


"Tidak mungkin Bang Johar berniat seperti itu." Tanpa sadar aku mengeluarkan kata-kata membantah seperti itu. Merasa tidak yakin jika Bang Johar benar-benar seperti itu.


"Ya udah, kalau kamu memang benar-benar sudah yakin dengan keputusanmu dan siap menerima segala resikonya, Mami dukung. Lanjutkan!"

__ADS_1


*


Aku baru saja mendapatkan kabar dari Bang Johar, bahwasanya dia bilang mereka sudah kembali memasuki perairan nusantara. Tapi kali ini mereka tidak menuju Batam melainkan Kota Surabaya sebagai pelabuhan tempat kapal bersandar. Aku yang mendengar itu merasa sangat kecewa. Apa bedanya laut Surabaya dengan laut Karibia jika kami tetap saja tidak dapat bertemu.


"Jadi, kapan abang akan datang ke sini?"


"Belum tau, Ra! Nanti kalau kapalnya menuju ke sana, baru abang kabari lagi."


"Kalau tidak kembali ke sini, dan kemudian pergi lagi melancong, bagaimana?"


"Berarti kita belum berjodoh."


"Oh, gitu ya." 


Aku langsung saja mematikan panggilan video call darinya dengan menekan tombol merah. Merasa kesal dengan jawaban sederhana yang keluar dari celah bibirnya. Ternyata, benar seperti yang Dewi katakan, hanya aku saja yang merasa ke Baperan dan Bucin sama dia. Sedangkan dia sendiri, mungkin benar seperti yang Mami katakan tempo hari, hanya ingin bermain-main atau mempermainkan perasaanku saja.

__ADS_1


Oke lah! Jika itu memang sudah menjadi  kemauannya, mulai detik ini juga, aku tidak akan mengharapkan dia lagi.


*****


__ADS_2