
Happy reading..
☘️
☘️
☘️
...Jangan terlalu dalam menyimpan rasa kecewa dan luka. Bangkit dan lupakan seseorang yang membuatmu sakit. Karena aku akan berlari mendekat saat kamu memanggil namaku. Dan aku bersumpah akan mencintaimu dengan cara yang berbeda...
...Giordan Adhitama...
******
FLASHBACK.
"Terimakasih," ucap Lili pada kasir Big Market.
"Kembaliannya, kakak. Dua puluh satu." ucap kasir Big Market menyerahkan uang kembalian belanja Lili.
Lili menyunggingkan senyumnya sesaat sebelum menerima uang kembalian dari si kasir dan memasukkannya ke dalam dompet. Dia mengambil belanjaannya dari meja kasir, lantas bergegas melangkah keluar. Lili menenteng empat kantong belanjaan yang berisi stok bahan makanan di lemari pendinginnya untuk dua minggu kedepan.
Setelah menutup pintu mobilnya. Lili menghidupkan mesin mobil dan mulai mengemudikannya berbaur di jalan raya bersama kendaraan lain yang saling fokus pada tujuan masing-masing.
Senandung lagu pun mengalun merdu dari bibir Lili untuk mengusir sepi. Dia menirukan lagu yang lagi viral saat ini.
Tidak sampai dua puluh menit, Lili telah sampai di Basement Apartemen nya. Ia berhenti sejenak berdiri di dinding pembatas untuk mendongakkan kepala, menatap langit. Sapuan warna orange lembut yang terlukis indah menggantikan matahari. Menyadarkan Lili sore sudah hadir.
"Bagaimana kabar Mamah di sana? Mengapa waktu bergulir dengan cepat berlalu?" desis Lili dengan perasaan rindu yang mengendap di hatinya. Walaupun wanita itu bukan yang melahirkannya, namun Lili sangat menyayanginya. Wanita yang telah menolong dari kecelakaan maut itu dan membesarkannya seperti putri kandungnya.
Selang beberapa menit, Lili sudah sampai di Apartemennya. Dan membersihkan diri serta mengganti bajunya dengan yang bersih.
Benda pipih milik Lili yang ada di atas mini bar mendadak berdering dan membuat dia harus segera memberhentikan pekerjaannya. Dia meraup ponsel keluaran terbaru itu dengan semangat. Menandakan bahwa suasana hatinya sedang baik.
Tertera jelas nama khusus yang tertulis di kontak aplikasi berwarna hijau di ponsel Lili
PENGUASA HATI
__ADS_1
Baru tergeser tombol hijau di layar ponselnya. Suara Giordan sudah terdengar lembut di indera pendengaran Lili.
"Sayang? Di mana kau?" sapa sang penguasa hati Lili dengan lembut.
"Aku ada di Apartemen. Kenapa? Ada apa?" sahut Lili yang kemudian menghempaskan pantatnya ke kursi putar yang berada di mini bar.
"Ada kamu di pikiran aku, setiap detiknya," gombalan Giordan mulai mengudara.
"Emmm.. Ada yang penting?" beo Lili refleks mengernyit keningnya ingin tahu.
"Aku merindukanmu, sayang."
"Baru juga berapa jam berangkat ke kantor, sudah rindu aja," helaan nafas berat Lili, mengisahkan jeda selama beberapa detik.
"Aku nanti pulang agak terlambat, kau tidurlah dulu. Jangan menungguku, karena besok pagi kita akan ke Mansion utama untuk bertemu dengan Nenek Sofia." ujar Giordan.
"Harus besok?"
"Iya harus!" tegas Giordan.
"Aku belum siap bertemu dengan Nenek Sofia. Aku takut." jawab Lili, sorot matanya menerawang jauh.
Lili mendesah putus asa, lantas memantapkan suara, "Aku percaya padamu." Lili sontak mengenyahkan seluruh kekhawatiran yang sempat mengisi dadanya. Namun, dia pun mengiyakan dan setuju untuk menemui Nenek Sofia di Mansion Utama.
"Beneran mau pulang terlambat? Lembur lagi?" Lili mengulang pesan Giordan tadi.
Giordan menghela nafas panjang.
"Dengan cepat aku akan menyelesaikan pekerjaanku."
"Hmm.."
"Baiklah. Aku sangat mencintaimu." ucap Giordan.
Panggilan seketika terputus setelah Lili mematikan sambungan. Dia beranjak dari duduknya dan melanjutkan aktifitas sebelumnya yang terhenti.
****
__ADS_1
Di saat musim hujan begini, hangatnya sop daging kambing sungguh tak tertandingi. Udara dingin ataupun membutuhkan ekstra nutrisi saat menjalani pemulihan.
Lili memilih resep sop kambing karya mamanya. Karena baginya dari sekian banyak resep sop, tentunya sop daging kambing spesial selalu ada di hatinya.
Selain hangat dan bergizi, resep yang ia punya itu juga mudah untuk dibuat. Kunci utama dalam memasak sop daging kambing agar terasa enak dan gurih adalah merebus daging hingga teksturnya empuk dan pas. Kaldu kuah pun harus diperhatikan, jangan sampai proses perebusan berlangsung lama hingga membuat kuah kering dan menjadi terlalu masin.
Lili masih mengingat apa yang diajarkan Mamahnya, cara membuat sop daging kambing yang terlezat itu. Dengan mempersiapkan bahan-bahan nya terlebih dulu, yang telah dibelinya tadi di Big Market.
"Kenapa tugasku berubah menjadi begini? Hehehe.. Kata mbak yang cantik di medsos itu. Kodrat wanita adalah haid, hamil, melahirkan, menyusui jadi selain itu namanya bukan kodrat. Tapi kalau masak, nyetrika, ngurusin anak, dll itu bisa dilakukan wanita ataupun pria. Bisa dipahami?"
Sedangkan di tempat yang berbeda. Giordan telah menyuruh Ardo untuk membelikan buket bunga mawar yang segar dan juga dirangkai dengan cantik, untuk memberikan sebuah kejutan pada Lili yang telah bersedia menikah dengannya.
****
Lili sedang memanjakan tubuhnya berendam di dalam bathtub. Bisa tebal menutupi sebagian tubuh polosnya yang mulus tanpa celah. Dia memejamkan matanya merasakan rileks. Bau harum lavender favoritnya dengan lilin terapi yang menghangatkan tubuhnya.
Tanpa sepengetahuan Lili, sepasang mata memandangi aktifitasnya di dalam kamar mandi.
Giordan ingin memberikan Lili kejutan, namun saat ini yang mendapatkan kejutan adalah dirinya. Ia berdiri di depan pintu kaca kamar mandi yang tidak tertutup sempurna. Ada celah yang terbuka sedikit. Dia menelan salivanya kasar, melihat Lili yang sedang berendam di dalam bathtub. Kulit putih mulus Lili, yang licin seperti marmer bening itu membuat kejantanannya menegang tanpa komando. Kentongan pemukul yang bergelantung di pos kamling itu telah mengembung sempurna dibalik persembunyian nya. Ingin rasanya dia menghampiri istrinya.
"Astaga, aku bisa gila! Kenapa sinyal kamu sangat bagus kalau berdekatan dengan Lili. Tak ada tanda E sama sekali." Giordan menggelengkan kepalanya dengan perasaan tak karuan. Dia kepanasan melihat Lili dengan bau harum lavender yang telah menjadi candunya. Gairahnya 220 volt tiba-tiba saja mendorong dirinya akan memangsa Lili malam ini.
Lili mulai membuka matanya, setelah hampir satu jam berendam di bathtub. Dia kaget dengan kehadiran Giordan yang sedang berdiri di pintu. "Apakah sudah sedari tadi dia berdiri di situ?" Segera Lili menyambar handuk yang tergeletak di dekatnya guna menutupi tubuh telanjangnya. Dia lantas keluar dari bathtub.
"Tuan Giordan?" Lili berdiri di hadapan Giordan.
"Kamu di mana, sayang?" Giordan berpura-pura meraih tangan Lili.
"Aku di hadapanmu, Tuan Giordan!"
Giordan meraup wajahnya kasar. Ingin hati segera menerkam wanita pujaan hatinya, namun apalah daya berpura-pura buta di depan Lili sangat membuat frustasi pisang tanduknya yang ingin segera mengiring tubuh Lili ke atas peraduan cintanya.
Akhirnya esmoni terbantaikan dengan es lilin rasa pisang coklat dan ditemani lolipop rasa manis jeruk lokal dipadukan dengan melon segar penghapus dahaga ditambah sepotong semangka berbiji halus.
🌟🌟🌟🌟🌟
Bersambung..
__ADS_1
Air.. Air.. Banjir.. Banjir.. 🏃🏃🏃