
Happy reading...
☘️
☘️
☘️
Ardo tergesa-gesa keluar dari mobil dan mendekati mobil sport putih yang separuh body nya sudah di pinggir jurang yang telah mengeluarkan banyak asap dari posisi depan mobil itu.
Segera Ardo memerintahkan anak buahnya untuk menolong wanita yang berseragam putih keluar dari mobil. Kondisi nya tidak begitu parah, karena dia duduk di kursi penumpang sebelah pengemudi. Sedangkan dirinya membuka pintu mobil untuk menyelamatkan wanita yang duduk dibelakang kemudi.
Ardo menarik wanita yang duduk di kursi pengemudi dengan posisi kepalanya tertelungkup di atas stang bundar di depannya. Tatapan sang assisten Giordan Adhitama itu menjatuhkan pandangannya pada cairan berwarna merah kental yang terus mengalir keluar dari kening wanita itu. Ardo sempat dibuat bingung oleh pemandangan di depannya, sesaat.
Aneh? Wajahnya bukan Nona Lili? Tapi hatiku mengatakan wanita ini adalah benar, Nona Lili!
'Ya Tuhan, selamatkan wanita ini dari maut. Nona Lili atau pun bukan. Aku tidak tega melihat keadaannya yang seperti ini.'
"CEPAT! Buka pintu mobilnya!" teriak Ardo sambil membopong wanita itu untuk segera di bawa ke rumah sakit.
Bodyguard yang sigap langsung membukakan pintu mobil untuk Bos keduanya itu. Sedangkan bodyguard yang satunya telah siap di belakang kemudi. Mereka melarikan wanita yang diselamatkan itu ke rumah sakit.
Tak jauh dari tempat kejadian, hanya berjarak kurang dari 3 kilometer, mereka pun tiba di sebuah rumah sakit di sekitaran daerah desa itu.
****
Giordan berjalan cepat ke lorong yang memanjang menuju ke salah satu kamar VIP di Rumah Sakit Love Royal milik Dokter Bayu. Dengan balutan pakaian casual dan juga memakai sepatu sneakers Nike Air Jordan dengan warna yang unik.
Dengan degup jantung yang berdetak meningkat, memacu langkah kakinya segera sampai di sebuah ruangan yang tertutup rapat. Ia bergegas meraih gagang pintu dengan tangan yang bergetar.
"My Angel.."
Panggilnya lirih, dengan tangan yang masih memegang gagang pintu dan menghembuskan nafas yang sedari tadi menyesakkan dada.
Seorang wanita yang terbaring lemah di ranjang pesakitan. Perlahan membuka kedua mata. Samar-samar terdengar suara yang sangat familiar di runggu nya, tertiup angin ke arahnya. Sudut bibirnya terangkat membentuk setengah lingkaran bulan sabit, di saat menatap seorang pria yang sangat dirindukan. Tampak begitu gelisah sedang berdiri di pintu.
__ADS_1
"Bae.."
Panggil Lili dengan suara lemah dan tatapan sendu pada pria yang tersenyum simpul ke arahnya.
Kembali Giordan mengambil nafas panjang lalu melepaskannya. Sebelum ia mengambil langkah menghampiri istri yang begitu dia khawatirkan dan dirindukan hampir satu bulan ini.
"Bae.."
"My Angel.." Giordan membuka kedua tangannya ke arah Lili yang telah merubah posisinya duduk di ranjang.
Terdengar deru nafas Lili yang menggema di ruangan bercat putih, saat ia menabrakkan tubuhnya pada dada bidang sang suami. "Ini bukan mimpikan, Bae?"
Pertanyaan sang istri barusan membuat Giordan menelan ludah sambil memejamkan mata. Hatinya terisi mendengarkan kalimat itu.
"Maafkan aku sayang, tidak menjagamu dengan baik."
Lili menutup mata sejenak. Mengucapkan syukur atas pertemuannya dengan Giordan. 'Terimakasih Ya Alloh. Engkau telah mempersatukan kami kembali.'
Giordan mendaratkan bibirnya pada puncak kepala Lili. Sementara Lili masih memeluk tubuh atletis yang berdiri di depan nya dengan begitu erat. "Ini aku, suamimu. Kamu tidak sedang bermimpi sayang. Maafkan aku yang terlambat menemukanmu."
Seketika Giordan melingkari tubuh Lili dengan satu tangannya. Menunduk lalu meraih bibir Lili untuk melepaskan rindu yang telah tertahan lewat ciuman. Mendapatkan balasan dari istrinya. Giordan membawa tangan satunya lagi menyelusup ke dalam ceruk leher Lili untuk menahan tengkuknya.
Untuk beberapa saat kedua insan itu saling melepaskan kerinduannya. Giordan tersenyum saat ia menarik bibir dari candunya. Ia yang selalu gemas saat melihat bibir ranum milik istrinya itu basah akibat ulahnya.
"Maaf tapi ini beneran istri aku?" goda Giordan yang mendapatkan hadiah pukulan dari Lili di dadanya. "Bae.." kencang Lili.
Giordan kembali tersenyum simpul. Dengan tangan kanannya, dia mengacak rambut Lili dengan gemas. "My Angel is back"
Lili berdecak kesal. "Kau melupakan aku, Bae!" dengan mata yang berkaca-kaca
"Ulu.. Ulu, ada yang ngambek nih," kembali Giordan mendekap Lili lebih erat. Pria itu mengusap punggung Lili dengan lembut. Memberikan perhatian yang begitu besar.
Lili memberontak meloloskan diri dari dekapan Giordan sembari memalingkan wajahnya. "Lepaskan!"
Giordan terkesiap melihat penolakan Lili. 'Ada yang beneran merajuk ini. Senjata berbalik ini namanya,' gumam Giordan.
__ADS_1
Giordan mendekatkan bibirnya ke indera pendengaran Lili, lalu berbisik dengan nada serak. "Sayangku, Aulia Anastasia. Bidadari hati Giordan Adhitama."
Lili berdecak kembali, dengan bibir yang memberengut sebagai balasan rayuan pulau seribu Giordan. Lalu melipat kedua tangan di depan dada dengan gerakkan menyentak.
"Malas! Buat apa aku kembali jika suamiku sendiri, melupakan istrinya! Tau gitu mending aku pergi lagi saja yang jauh! Apa dia juga setia, di saat aku tak ada di sisinya? Atau malah bersenang-senang dengan wanita lain? Mengumbar kata-kata andalan untuk mencari penggantiku? Kesetiaan yang diragukan? Makanya dia tidak segera menyelamatkan aku dari si gila Jayden! OMG, Lili. Sungguh mengenaskan nasibmu! Ditinggal pas belendung!" rancaunya dengan bibir yang semakin membuat gairah seseorang di belakang nya naik di level tertinggi.
Giordan menggelengkan kepala. Menahan tawanya melihat kelucuan tingkah istrinya, di saat merajuk. 'Begitu menggemaskan tingkah lucumu, sayang. Semakin membuat aku ingin segera menerkammu.'
Dengan gerakan cepat Giordan memutar tubuh Lili, lalu menyergap bibir ranum istrinya yang selalu membuat dirinya lagi dan lagi menyesap rasa manis yang menempel.
Mata Lili membelalak lebar dan memukul-mukul dada bidang Giordan. "Mmmpht!" Lili berusaha melepaskan bibirnya dari tautan bibir Giordan, namun pergerakannya telah dikunci pada tengkuk lehernya. Giordan menahan senyumnya dan kembali meneruskan permainan indera perasa.
BRUK..
'Astaga.., kenapa aku masuk menerobos tanpa mengetuk pintu dulu. Lancang kamu, Ardo!' Ardo merutuki kelancangannya.
"Maaf, Bos. Saya tidak melihatnya," ucap Ardo langsung menutup kembali pintu ruangan itu. Sambil mengelus dadanya sendiri. 'Semoga Bos Giordan tidak memotong gajiku bulan ini. Aamin."
"Giordan Adhitama" teriak Lili. Saat Giordan melepaskan bibirnya.
"Iya, My Angel," jawab Giordan tertawa renyah.
Nafas Lili bergemuruh di dada. Wajahnya memerah menahan emosinya.
"Bae!" pekiknya dengan tatapan membunuh.
Giordan tersenyum menyeringai. "Kelinci imut telah menjadi singa."
Lili mendengkus. "Dasar Raja mesum!" Lili hendak melayangkan tangan, tapi gerakannya terbaca oleh Giordan dengan cepat membungkam kembali bibir Lili dengan bibirnya.
"Uweekk.."
⭐⭐⭐⭐⭐
Like.. Like 😂😂
__ADS_1