Pesona Sang Devil

Pesona Sang Devil
Termasuk aku!


__ADS_3

Happy reading...


☘️


☘️


☘️


...Malam yang sunyi menambah kerinduan di hati kelabu....


...Yang ku harapkan adalah kehadiranmu bukan hanya bayanganmu yang semu....


...Tuk apa semua kata, yang kau titip di hatiku....


...Karena ujian yang terbesar dalam cintaku yaitu takut kehilanganmu....


...****...


Jayden dan Jhonatan harus kembali ke kantornya untuk menyelesaikan kekacauan yang terjadi di perusahaan Prayoga Group. Dan dia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali lagi ke tempat penyekapan Lili.


Urusan mengugurkan kandungan Lili adalah tugas Dokter Dara, orang yang diberikan kepercayaan oleh Jayden.


"Penjagaan hanya sebatas di depan pintu saja! Jangan sampai ada yang masuk ke kamar Lili, terkecuali Dokter Dara dan orang-orang yang mengurus keperluan Lili," perintah Jayden pada para bodyguard nya.


"Siap, Tuan Jayden."


"Awasi terus dan perketat penjagaan! Jangan sampai ada lelaki asing yang masuk dalam kamar Lili!" tambahnya lagi, memberikan perintah pada pria yang berseragam hitam.


"Baik, Tuan Jayden," kompak para bodyguard yang berdiri tegap.


****


Selama ditinggal Jayden mengurusi urusan perusahaannya. Dokter Dara bekerja keras untuk mencari jalan membebaskan Lili dari genggaman Jayden.


"Tolong aku, Dokter. Tolong selamatkan janin yang ada di kandungan saya ini, jangan sampai digugurkan," air mata Lili luruh sudah dari manik hitam indahnya.


Dokter Dara diam mematung berdiri di samping ranjang Lili. Ia berusaha memutar otak untuk mencari solusinya, bergerak cepat dengan waktu 24 jam, dia harus bisa menyelamatkan wanita yang menjadi korban penyekapan Jayden. Walaupun ia harus mengorbankan dirinya sendiri.


Dokter Dara adalah pengagum rahasia Jayden. Dia mencintai Jayden dalam diam. Dan kini, ia harus melihat bahwa Jayden telah mencintai wanita lain. Namun, itu semua tidak menyurutkan cinta Dokter Dara pada Jayden. Pria yang selama ini diimpikan menjadi sandaran hatinya.


Dokter Dara tersenyum miris dalam hatinya. 'Apakah aku memang tidak pernah terlihat cantik di mata Jayden? Baginya tidak ada wanita cantik lagi selain Lili di dunia ini. Entahlah!'


"Dokter Dara," lirih Lili.


Setelah Lili memanggil nama Dokter Dara, kemudian kedua matanya telah tertutup rapat kembali.


'Astaga, dia pingsan lagi," gumam Dokter Dara.

__ADS_1


Dengan kemampuannya di bidang kedokteran. Dokter Dara segera mempersiapkan semuanya. Mulai meretas CCTV yang berada di dalam kamar Lili, hingga di tempat-tempat penting yang selalu dipantau oleh Jayden.


Dokter Dara segera menghubungi orang kepercayaannya. "Apa kau sudah menyiapkan segala yang aku perlukan?"


"Semua sudah aku persiapkan. Kenapa kau sampai rela mengorbankan dirimu, Dara?" kata orang di sebrang telepon.


"Aku rela mengorbankan jiwa dan ragaku, asalkan aku dapat memeluk tubuh orang yang aku cintai. Walaupun aku harus menjadi orang lain," ucap Dokter Dara sembari menghapus air mata yang hendak lolos dari sudut matanya.


"Kau gila, Dara!"


"Iya aku sudah gila! Gila karena seorang Jayden!" ujar Dara menahan sesak di dadanya.


"Lupakan dia! Masih banyak laki-laki di luar sana yang sangat mencintaimu, Dara!" ucap pria itu penuh penekanan.


Dara tersenyum. "Tidak akan ada yang bisa menggantikan Jayden di hatiku, Jack!"


"Termasuk aku!"


"Jangan ngelantur, Jack! Kita hanya sebatas sahabat! Dan selamanya akan seperti itu!" ujar Dara tersenyum tipis.


"Dara.. Dara.. Kau wanita cantik! Tak pantas untuk Jayden Prayoga yang seorang pencundang!"


"Jack, kau adalah sahabat terhebat yang aku miliki! Aku sangat merindukanmu! Ingat.. Hanya rindu pada sahabat, bukan seorang kekasih!"


"Ya.. Ya.. Aku tau itu! Dan selamanya akan begitu, tidak akan ada yang bisa merubahnya? Termasuk aku sendiri!" ucap Jack kesal.


Dara terkekeh mendengar protes Jack. "Pintar! Besok bangun pagi, sekarang harus tidur, anak manis!"


****


Setelah menunggu hampir 30 menit, akhirnya Lili menggerakkan jari jemari tangannya. Perlahan dia membuka matanya.


Dokter Dara mengucapkan rasa syukur, melihat Lili ada perkembangan dan pergerakan.


"Masih lemas?" Dokter Dara menatap Lili intens.


"Sedikit," lirih Lili.


"Ayo cepat bangun! Aku akan segera membebaskan kamu, sebelum Jayden kembali di sini." Dokter Dara telah melepaskan jarum infus dari tangan Lili.


"Kenapa kepalaku terasa pusing dan berat?" Lili belum stabil keadaan tubuhnya.


"Pelan-pelan saja dulu, aku akan membantumu duduk"


Lili duduk di atas ranjang dengan tangan yang masih gemetaran.


Tok.. Tok..

__ADS_1


Suara pintu kamar Lili diketuk seseorang dari luar. Dokter Dara berjalan ke arah pintu untuk membukakannya.


"Maaf Dokter Dara, ada yang mencari mu," ucap salah satu bodyguard yang menjaga di depan pintu kamar Lili.


"Silakan masuk, dia akan membantuku dalam mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh Tuan Jayden," ujar Dokter Dara pada bodyguard yang menjadi ketuanya.


"Oke, Dokter Dara. Silakan menjalankan tugas dari Tuan Jayden."


Wanita yang berpakaian perawat itu masuk ke dalam kamar Lili. Dan setelah dirasa aman, Dokter Dara segera menjalankan rencananya yang telah disusun rapi sebelumnya.


****


Lili berjalan beriringan dengan perawat yang dikirim oleh Jack untuk membantu membebaskannya. Ia memperlihatkan wajahnya dengan ekspresi yang sewajarnya untuk berpamitan kepada para bodyguard yang berjaga di depan pintu.


"Kami mau pamit pulang dulu," ucap perawat wanita itu yang mewakili Dokter Dara.


"Kenapa dengan Dokter Dara, kelihatannya dia sangat kelelahan?" tanya salah satu bodyguard.


"Iya, sangat lelah," hanya itu jawaban yang dikeluarkan Lili dari bibirnya dengan berat.


"Berisitirahatlah dulu, Dokter Dara. Biar kami yang menjaga Nona Lili," balas bodyguard yang berpenampilan rapi.


Lili tidak menjawabnya lagi, dia mempercepat langkahnya untuk segera menuju garasi mobil yang telah disiapkan oleh Dokter Dara.


Sampai di depan mobil sport putih, Lili segera masuk dan duduk dibelakang kemudi. Dan disebelahnya telah duduk perawat wanita suruhan Dokter Dara.


Lili menghidupkan mesin mobil dan memasang seat belt ditubuhnya. 'Bismillahirrahmanirrahim, aku pulang Bae dengan anak kita. Tunggu aku.'


Dengan sepenuh tenaga Lili menginjak pedal gas mobil sport untuk melaju meninggalkan tempat terkutuk itu.


Gemetaran! Berkeringat!


Itulah kondisi terkini Lili. Semakin ingin cepat sampai di tujuannya. Lili semakin menambah kecepatan mobil sport putih yang dikemudikan nya.


Dengan bersusah payah Lili tetap menjaga staminanya agar tetap stabil dan segera bertemu dengan suami tercintanya. Namun, siapa yang tau akan takdir seseorang.


BRAKKKK...


"Aahhhhh.." teriak Lili histeris dan dibarengi dengan mata yang tiba-tiba buram.


Pandangannya kabur hingga Lili kehilangan kendali setir bundarnya dan menabrak sesuatu yang ada di depannya.


"Nona Lili, bangun.." perawat wanita itu mencoba menolong Lili yang terlihat parah karena benturan di depannya.


Perawat wanita itu turun dari mobil dan segera mencari bantuan.


"Toloooong..! Siapa saja tolong saya!" teriaknya kencang.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟


Like yuk.. Komen lagi yuk


__ADS_2