
Happy reading...
☘️
☘️
☘️
Beberapa hari kemudian...
Hari ini adalah hari yang telah ditunggu Giordan dan Lili, resepsi pernikahan sekaligus mengumumkan kepada publik bahwa Aulia Anastasia telah sah menjadi istri Giordan Adhitama.
Pria dengan tubuh tegapnya semakin terlihat tampan memakai jas abu blude sedang berdiri menatap ke arah luar jendela kamarnya. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celana dan menatap lurus ke halaman yang sangat luas.
Beberapa kali Giordan menghela nafas panjang di posisinya saat ini. Ia sudah rapi menggunakan stelan jas pengantinnya. Pikirannya menerawang jauh pada keluarga kecilnya yang telah tiada.
Andaikan Ayah dan Ibu juga kakak perempuan satu-satunya bisa berkumpul dan menyaksikan betapa bahagianya dia hari ini yang mempersunting Gadis Unik nya. Akan bertambah kebahagiaan bagi Giordan.
'Aku percaya di tempat kalian sekarang ini, pasti ikut merasakan kebahagiaan yang tengah aku rasakan. Doa restu yang terbaik dari kedua orang tua yang selalu kupinta. Ayah, Ibu, Kakak lihatlah aku yang tampan ini telah menjadi seorang suami. Aku akan selalu menjaga dan membuat bahagia istriku,'
Walaupun Giordan Adhitama dikenal sangat dingin, arogan atau bahkan kejam. Tetapi dia telah takluk di hadapan wanita yang sangat dicintainya. Baru pertama kali dalam hidupnya, ada seorang wanita yang mampu menggelitik dan menghancurkan tembok pertahanan yang mengelilingi hatinya.
"Bos, sudah siap?"
Sebuah suara yang sangat familiar di telinga Giordan mengalihkan lamunannya, kerinduan yang tak akan pernah berujung teruntuk orang yang sangat disayanginya. Ardo berjalan mendekati Bosnya dengan senyuman yang tersungging manis sekali.
"Tampan sekali kamu hari ini!" kekeh Giordan yang menggoda Ardo.
"Bos yang menikah, kenapa aku yang gugup." balas Ardo cengar cengir.
"Gugup?"
Tanya Giordan membelalakkan kedua bola matanya dengan sempurna.
"Gimana rasanya duduk di pelaminan dengan orang yang kita cintai, ya Bos?"
ucap Ardo menatap wajah Bos dinginnya itu.
"Pasti bahagia yang tak terhingga. Aku doakan kami segera menyusul duduk di pelaminan dengan Lia," jawab Giordan dengan senyuman tulusnya, bergerak memeluk sang assisten andalannya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Bos nya yang mencengangkan bagi Ardo semakin membuatnya terkekeh.
"Bisa saja Bos ku, ini." kata Ardo dengan erat membalas pelukan Bos tampannya itu.
"Semoga menjadi kenyataan yang hakiki." ucap Giordan yang mendapatkan balasan kekehan kedua laki-laki yang sama tampannya itu, 11-12. Bos dan Assiten yang sama-sama mempunyai wajah tampan.
****
"My Angel.. You're so beautiful,"
Suara khas yang sangat familiar terdengar merdu di telinga Lili. Memeluknya erat dari belakang.
"Bae.. Aku tak bisa nafas,"
Pria gagah yang memakai setelan jas abu blude melekat sempurna ditubuhnya. Sangat mempesona! Kaum hawa yang melihatnya akan takjub dibuatnya.
Bodoh!
Hanya kata itu yang pantas disematkan untuk seorang model ternama Ayra yang telah mengkhianati cinta seorang Giordan Adhitama. Pria ini begitu tampan, sangat tolol jika menolak menjadi pendamping hidupnya.
Heran? Lantas apa yang dicari Ayra dari selingkuhannya, jika Giordan Adhitama tercipta setampan dan se-elegan ini.
'Aku hanya bisa mengucap syukur atas kebesaran Alloh yang telah mempertemukan kembali dengan Giordan dan mempertanggungjawabkan atas kelakuannya padaku 5 tahun yang lalu. Dan haruskah aku mengutuk diri sendiri atas kelakuan bodoh yang dilakukan Ayra?'
Cup..
Seketika jantung Lili mencolos. Tatapan terkejutnya membuat dia memejamkan mata seraya menahan nafas.
Pasrah!
Perlahan Lili membuka mata, 'Ya ampun.. Bagaimana kalau ada orang melihatnya. Kebiasaan si soang main sosor aja kata Omatik Rathi.'
Kepala Lili celingak celinguk ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
"Kamu mencari apa? Siapa, Sayang?" ujarnya membuat Lili tidak dapat berkata-kata lagi.
"Lili mencari aku," tiba-tiba wanita paruh baya masuk ke dalam kamar pengantin.
Dug..
__ADS_1
"Dasar Soang.. Main sosor tak lihat tempat!" Omatik Rathi memukul pelan kening Giordan.
Pria itu justru memeluk tubuh Lili dengan erat sambil menyunggingkan senyum menyeringai.
"Sudah cepat kalian keluar! Para tamu undangan sudah pada nungguin! Acara sosor menyosor dilanjutkan nanti malam saja!" kekeh Omatik Rathi.
"Sabar ya, Sayang. Nanti malam kita main golf dengan stik panjang," bisik Giordan di sela-sela berjalan berdampingan dengan Lili.
"Ssstt.. Minta disunat lagi, kamu Giordan! Ada Omatik ini! Bukan patung Liberti yang membawa obor menerangi jalan kalian!" bentak Omatik Rathi.
"Cepatlah! Kalian bukan siput yang jalannya lambat!" titahnya tegas pada kedua mempelai yang saling melontarkan senyuman di bibirnya.
*****
Ballroom hotel bintang lima yang dijadikan tempat acara resepsi pernikahan Giordan dan Lili sudah disulap bak istana megah. Bunga-bunga warna-warni yang bermekaran tampak cantik dan mengeluarkan bau harum menjadi penghias seluruh ruangan itu. Singgasana Raja dan Ratu semalam pun telah tertata rapi. Lampu-lampu hias yang berkelap-kelip juga karpet merah yang terbentang memanjang di lantai dari pintu masuk hingga ke pelaminan yang akan diduduki Giordan dan Lili.
Sebagian tamu undangan sudah berdatangan menempati meja kursi yang disediakan. Penuh dengan senyuman dan canda tawa menghiasi wajah-wajah tamu istimewa yang berdatangan dari mulai teman sekolah, rekan kerja hingga saudara Keluarga Besar Adhitama.
Memilih WO Pucuk Bersemi milik Lia, memang tidak pernah mengecewakan. Dekorasi mewah yang digunakan di acara resepsi pernikahan antara Giordan dan Lili, sangat dikagumi dan banyak pujian dari para tamu undangan yang hadir menjadi saksi kebahagiaan dua insan yang mengikat janji suci di hadapan pak penghulu.
Bagi Giordan mengelontorkan biaya dengan nominal entah berapa nol yang berbaris berjejer tak menjadi masalah besar. Asalkan hasilnya tidak mengecewakan para tamu undangannya. Yang paling utama bagi Giordan Adhitama adalah kenyamanan untuk orang yang sangat dicintainya.
Sementara di dalam mobil sport warna hitam milik seorang Jayden Prayoga. Sedang memerintahkan tugas rahasia kepada bodyguardnya.
"Apakah Tuan Jayden sudah yakin akan berhasil? Ini acara besar dan akan banyak bodyguard yang menjaganya dengan ketat, Tuan."
"Aku sangat yakin berhasil kali ini, John!"
Easter Lili adalah wanita pertama kali yang mampu membuat hati Jayden Prayoga berdebar. Gadis cantik dan polos yang telah menolongnya. Ia akan merebut kembali Gadis itu dari tangan Giordan Adhitama.
"Jalankan skenario A terlebih dahulu! Jika mendapatkan jalan buntu, langsung pindah ke skenario B! Faham, Jhon!" suara Bariton itu memenuhi mobil yang terparkir rapi di pelataran parkir Hotel bintang lima yang disewa Giordan.
"Siap, meluncur!"
"Jika berhasil aku akan membayar 5 milyar untuk mereka!" kata Jayden memerintahkan pada Jhonatan.
"Baik, Tuan."
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Akan berhasilkah rencana buruk Jayden Prayoga?
Kepoin terus yuk GILI 😂