Pesona Sang Devil

Pesona Sang Devil
Janji Suci


__ADS_3

Happy reading...


☘️


☘️


☘️


...Kebahagiaan itu sederhana bukan hanya memiliki materi yang banyak. ...


...Dengan sebuah perhatian yang kecil dan kasih sayang yang tulus. Itu akan menjadi sumber kebahagiaan bagi pasangan kita....


...Tanpa harus membandingkan miliknya dengan milik orang lain. Karena belum tentu hijaunya rumput tetangga lebih segar dengan rumput di halaman rumah sendiri....


...☘️☘️☘️☘️...


Hari yang melelahkan bagi seorang Giordan Adhitama. Ia membanting tubuhnya ke atas sofa persegi panjang. Bagi Giordan berkeliling ke anak cabang perusahaan itu sudah biasa, namun kali ini pikirannya hanya tertuju pada istri tercintanya.


Dia masih terus mencari keberadaan istrinya yang diculik oleh pencundang Jayden. Iblis yang berbentuk manusia. Terlihat baik hanya di depan covernya saja, di dalam hatinya menyimpan rasa dendam mendalam pada Giordan Adhitama. Bertopeng sebagai teman, padahal menusuk dari belakang. Tatanan yang telah di tata rapi oleh Giordan Adhitama, namun dihancurkan begitu saja oleh Jayden Prayoga. Manusia yang berlebel pencundang, penjilat, penghianat, penikung, asal comot milik orang lain. Melihat orang seperti itu sebaiknya ditenggelamkan saja hingga binasa, agar tidak Menuh-menuhin Bumi Pertiwi ini. Orang yang suka menjilat kembali ludahnya yang sudah dikeluarkan dari mulut busuknya.


Orang yang membeli harga diri seseorang dengan uang, itulah Jayden Prayoga. Tapi tidak dengan Lili, yang mempunyai pendirian sangat kuat. Dia tidak akan pernah labil atau pun goyah, walaupun disuguhkan bertumpuk uang di depan. Ia tak akan pernah menjual kesetiaannya yang diperuntukkan hanya kepada suami tercintanya. Ia tak akan menduakan cinta dan kasih sayang pasangan halalnya. Meskipun jarak dan waktu memisahkan keduanya, Lili dan Giordan akan tetap berpegang teguh pada janji sucinya.


Kesepian bukan alasan untuk seseorang menghianati suatu kepercayaan yang telah di amanahkan oleh pasangannya. Apalagi mengumbar-ngumbar kata-kata mesra untuk orang lain. Yang jelas bukan pasangan halalnya.


Pyarrr..


Suara gelas pecah menabrak dinding ruangan, memecah kesunyian di ruang kerja pribadi milik Giordan Adhitama. Rahang yang kokoh mengencang dengan sorot mata tajam juga sepasang tangan mengepal dengan getaran di sekujur tubuh yang atletis.


Tiga orang pria bersetelan serba hitam, berdiri tak jauh di belakang Giordan berdiri. Mereka menunduk pias tidak berani menatap Bosnya, dengan kedua tangan tumpang tindih di depan perut.


"Sampai detik ini, kalian belum juga berhasil menemukan istriku, hah?"


Suara yang keluar dari bibir Giordan tidak begitu keras, namun raut wajahnya sangat menakutkan bagi siapa pun yang memandangnya saat ini. Tatapan yang mengintimidasi, seakan ingin membunuh musuhnya. Tiga orang pria bertubuh tegap yang berdiri sedari tadi di belakangnya tidak berani memberikan jawaban, hanya saling melempar tatapan.

__ADS_1


"Kalian tuli! Jawab!" bentak Giordan sambil membalikkan tubuhnya. Sontak membuat tiga pria yang berseragam hitam itu pun kaget terjingkat.


"Ma-- maaf, Bos," ucap mereka kompak.


"Apa?" tanya Giordan. "Aku tidak mendengarnya! Jawab yang keras! Jangan hanya badan yang tegap tapi suara tidak bertenaga! Apa kalian tidak makan?" Giordan mendecih sinis ke arah anak buahnya sambil berkacak pinggang.


"Jawab yang keras pertanyaanku!"


Emosi? Kesal? Khawatir?


Hembusan nafas berat dengan wajah merah padam. Tercetak di wajah tampan Giordan, menggambarkan perasaannya saat ini. Rasa emosi yang tinggi, kini telah menguasai dirinya. Bagaimana tidak? Hampir satu bulan anak buahnya belum menemukan istrinya yang diculik oleh Jayden Prayoga. Yang selalu berpindah-pindah tempat untuk menyekap istrinya.


Ia mencondongkan wajahnya semakin dekat. "Ulang sekali lagi!" suara bariton Giordan semakin membuat ciut nyali tiga pria bersetelan serba hitam itu. Semakin menundukkan kepala. Dengan jantung yang berdegup kencang merasakan kengerian yang mulai menjalar ke seluruh tubuh. Keringat dingin telah membanjiri.


"Aku membayar kalian bukan untuk mendengarkan kata maaf!" gumamnya dengan mencengkram dagu salah satu anak buahnya, lalu dihempaskan. "Apa hanya kata maaf, andalan kalian!" lanjutnya membentak dan berganti meraih kembali dagu anak buahnya yang berdiri di sampingnya.


Suasana semakin mencekam. Giordan terlihat sangat menakutkan. Semenjak istrinya diculik Jayden. Emosinya semakin menjadi.


"Maafkan kami, Bos. Tuan Jayden selalu berpindah-pindah," jawab salah satu dari mereka.


"Pakai otakmu!"


Sebuah tamparan keras yang terasa ngilu, perih, seketika membuat kepala pria berseragam hitam pening. Pendengarannya langsung berdengung. Pipinya terdapat stempel merah dari Giordan.


"Mikir jangan pakai lutut! Jika kalian belum berhasil juga menemukan istriku! Nyawa kalian taruhannya!" Giordan menunjukk satu persatu wajah anak buahnya yang berdiri dengan kaki bergemetaran.


Tiga pria yang berdiri berjejer itu membulatkan matanya sempurna. Seperkian detik kemudian tanpa ada yang mengomando tubuh mereka langsung berlutut di depan kaki Giordan dengan kedua tangan terkatup sambil menatap memelas meminta ampunan kepada Tuannya.


"Ampun Bos. Ampuni kami. Jangan hilangkan nyawa kami, bagaimana nasib keluarga kami?" ucap bersamaan ketiga pria yang berlutut di kaki Giordan.


"Aku akan memberikan mereka tunjangan sebagai gantinya! Puas kalian!" Giordan mendesah kesal. Kembali berkacak pinggang. Lalu berdecih sinis. "Keluarga kalian pasti menyesal memiliki kepala keluarga yang bod0h! Dasar orang-orang tak berguna! Sudah cepat cari lagi keberadaan istriku!" titahnya dengan menendang satu persatu anak buahnya. Mengusir pergi dari hadapannya.


Dengan meringis dan kesakitan di sekujur tubuh mereka. Tiga pria itu berdiri dan langsung berlari kocar-kacir meninggalkan ruangan yang menakutkan itu.

__ADS_1


Giordan menghela nafas berat. "Anak buah kerjanya tidak becus! Rugi besar aku membayar mereka! Dasar bod0h!" Giordan menengadahkan wajahnya ke langit-langit ruangan yang kembali sepi. Hembusan nafas kasar terlalu kentara.


***


Sedangkan di tempat yang berbeda.


Lili terus menginjak pedal gas mobil yang dikemudikannya dan menambah laju kecepatan. Yang ada dalam pikiran Lili saat ini, adalah ia harus segera sampai kepada suaminya untuk berlindung dari cengkraman si gila Jayden Prayoga.


Berhasil keluar dari penjara cinta halunya Jayden Prayoga adalah tujuan utama Lili.


Fokus Lili saat ini hanya di aspal hitam, ia tidak mengetahui kalau di belakang mobilnya saat ini telah diikuti oleh bodyguard Jayden yang mencurigai adanya ketidak beresan pada kedua wanita yang mengendarai mobil sport putih itu.


Di saat mobil sport putih itu melintas di jalanan yang sepi. Tiba-tiba terdengar suara yang mengagetkan Lili dan membuyarkan konsentrasi Lili.


DOR..


Seketika Lili hilang kendali, mobil yang dikemudikan mulai oleng ke pinggiran jalan beraspal. Hingga terdengar bunyi benturan yang keras.


Bruaakkkk


"Bae..!" jerit Lili saat dia tak lagi bisa menguasai setir bundarnya yang menabrak pembatas jalan di pinggir jurang. Dengan posisi yang separuh badan mobil sudah di atas jurang.


Mobil Van hitam yang sedari tadi mengikuti Lili dari belakang, memberhentikan mobilnya dan keluar dari mobil. Ia ingin memastikan keadaan penumpang yang berada di dalam mobil sport putih itu. Namun, niatnya tak kesampaian. Belum sampai dia melihat keadaan pengemudi mobil sport itu, sebuah mobil Mercedes Benz hitam mendekati kecelakaan tunggal itu.


Dengan tergesa-gesa pengemudi mobil Mercedes Benz hitam itu memarkirkan mobilnya di dekat mobil sport putih itu. Dan wanita yang duduk di kursi penumpang sebelah pengemudi, keluar dengan berteriak meminta tolong.


"Toloooong.. Siapa saja. Tolong kami," teriak perawat yang mendampingi Lili kabur dari penjara cinta halu Jayden Prayoga.


****


"My Angel.." teriak Giordan tiba-tiba merasakan sesuatu di hatinya. Seakan istrinya memanggil dirinya.


Di saat bersamaan ketika Lili mengalami kecelakaan dan berteriak memanggil suaminya. Refleks Giordan pun memanggil istrinya. Begitulah dua hati yang saling terikat oleh janji suci. Terjaga kesetiaan antara keduanya, walaupun terpisah jarak namun hatinya tetap selalu terjaga.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


Happy weekend 🥰🥰


__ADS_2