Pesona Sang Devil

Pesona Sang Devil
Puasa Lagi


__ADS_3

Happy reading...


☘️


☘️


☘️


...Kesetiaan.. Apakah perlu diucapkan? Jika penghianatan adalah menyakitkan. Lalu kenapa kau tetap bertahan dan tidak memilih pergi? Kalau cinta mengapa berkhianat?...


...💖💖💖💖...


Lili menarik nafas dalam-dalam. Ada senyuman yang menghiasi wajah ayu nya.


Namun, ketika tubuh Giordan mendekatinya kembali. Tiba-tiba indera penciumannya terasa tercermari bau wangi maskulin yang menempel di tubuh pria tampan yang ada di depannya. Lili langsung menutup hidungnya dengan kedua tangan.


"Sayang.. Ada apa," tanya Giordan menelisik.


"Entahlah," Lili menggeleng. Kalimatnya tertahan karena mendadak perutnya mual dan kepalanya pusing. "Hueeek"


"Sayang.."


Panggil Giordan lembut, satu tangannya menggenggam tangan Lili. Sementara tangan kanannya mengelus pucak kepala Lili. "Kamu kenapa?"


"Emmm.. Kamar mandi," teriak Lili sambil menutup mulutnya ingin muntah.


Reflex Giordan langsung mengangkat tubuh Lili ke kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi, rasa mualnya semakin menjadi. Kepalanya seakan-akan berputar, banyak bintang-bintang bertebaran. Lili langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai.


"Huuueekk."


Lili memegang perutnya yang rasa mualnya tak hilang-hilang.


Giordan tak tega melihat keadaan istrinya yang seperti itu. Ia ikut menunduk, berjongkok di belakang tubuh istrinya. Dengan sabar dan sangat telaten Giordan mengelus punggung wanita yang sangat dicintainya itu penuh perhatian.


Lili mendengkus kesal. 'Kenapa dengan perutku ini! Apa aku salah makan? Rasa tak enak banget perut ini! Muntah pun tak keluar apa-apa? Hanya cairan kuning yang pahit di rasakan di tenggorokan. Apa orang hamil harus tiap hari muntah seperti ini? Bisa lemas dong!'


Lili menarik wajahnya. Namun, lagi dan lagi dia muntah kembali hingga pucat pasi. Lemas itu yang dirasakannya, sekarang ini.


Giordan menarik nafas panjang saat melihat perubahan ekspresi wajah istrinya pucat. Tanpa membuang waktu lagi, dia segera mengendong tubuh istrinya kembali ke ranjang dengan lembut.

__ADS_1


"Kalau pingin digendong bilang aja sayang. Tak perlu sampai tidur di lantai begini. Aku ikhlas gendong kamu keliling rumah sakit ini. My Angel," ucap Giordan sambil mengerlingkan sebelah matanya menggoda istrinya.


"Bae.."


Lili mendongak menatap suaminya seketika mendengar perkataan yang terucap dari bibirnya itu. Keluarlah ide berlian untuk mengerjai suaminya dengan menggigit bibir bawahnya sambil menatap genit ke dalam pupil Giordan.


"Ohh, bahagia banget di gendong suami tampan keliling rumah sakit. Setelah berkeringat, bagaimana kalau kita mandi bareng?"


Kedua bola mata Giordan membulat sempurna. Sudut bibir nya ikut naik membentuk lengkungan manis ketika mendengar penuturan manis yang keluar dari bibir ranum istrinya.


"Mau sekarang?"


Giordan melangkah ke arah pintu kamar.


"Bae.." Lili kembali mengigit bibir bawahnya lebih menggoda Giordan.


"Iya, sayangku. Nyonya Giordan Adhitama yang paling cantik. Ratu dalam hidupku."


Malu? Merah merona?


Itulah yang dirasakan Lili saat ini. Ia tersipu malu mendengar perkataan Giordan barusan. Lili memalingkan wajahnya dari pandangan mengintimidasi Giordan.


Lili semakin manja dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang Giordan yang sangat nyaman. Raut wajah datar pria yang sedang mengendong tubuh ramping Lili. Dahinya berkerut dengan pemikiran dalam. Alis hitam legam di wajah tampannya terangkat naik hampir bertautan. Ia tak pernah tahu apa maksud dan isi kepala wanita yang ada dalam gendongannya, saat ini.


Apakah istrinya sedang menguji kesabarannya? Atau kah ada yang merubahnya menjadi penggoda tiba-tiba?


Giordan tak habis pikir dengan perubahan yang terjadi pada Lili, sekarang ini. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena harus bersusah payah menahan sesuatu yang primitif dalam dirinya mendadak ingin keluar kandang.


"Bae.. Ayo cepat! Katanya mau gendong aku keliling rumah sakit? Berat? Pegal?"


"Iya, sayang. Ini kan sudah digendong," balas Giordan dengan memperlihatkan barisan gigi putihnya. "Tolong buka pintu nya, sayang."


Di saat Lili sedang memegang handle pintu berwarna coklat tua itu. Timbul niat iseng di dalam diri Giordan mengerjai wanita cantik itu. Ia berniat mencium bibir Lili. Namun belum sempat Giordan mendaratkan ciuman nya terdengar suara itu kembali.


"Uheekk.."


"Sayang.."


Dengan bersamaan pintu terbuka dari luar kamar. Berdiri dua orang yang berlawanan jenis dan terpaku dengan pemandangan yang ada di depannya, kini.

__ADS_1


"Hubungi Dokter Bayu, segera!" titah Giordan pada pria yang berdiri mematung di depannya.


"Baik, Bos," jawab Ardo dengan cepat dia mengambil ponsel yang ada dalam saku celana dan menekan kontak atas nama Bayu Dokter tak jelas.


***


Lili diam saja melihat tingkah laku suaminya yang sangat menghawatirkan dirinya. Dia tidak menceritakan tentang keadaan nya yang sekarang ini. Jika dia telah diperiksa oleh Dokter Dara dan mengatakan dirinya telah berbadan dua. Dia hanya ingin tahu, bagaimana reaksi Giordan jika mendengarkan kabar bahagia itu.


"Eits.. Tunggu dulu. Gercep banget kamu kalau diperintah memeriksa istriku!" mata Giordan mendelik ke arah Dokter Bayu.


Bayu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat perubahan raut wajah sahabatnya. Berubah sangat mengerikan.


"Enak saja mau periksa istriku. Kamu pasti pegang dada istriku! Kamu juga ngelirik lainnya!" lanjut Giordan ngomel-ngomel absurd tak karuan. Tingkah posesif nya membuat orang yang berada di dalam ruangan itu, terpaksa menahan tertawanya. Takut terkena semburan lava vulkanik yang keluar dari mulut Giordan.


"E-enggak.."


"Enggak dari mananya, coba! Kamu pasti gerepek-gerepek juga!"


'Mampuslah kau Bayu!' gumamnya pasrah dengan Bos yang satu ini. Membela diri pun tiada artinya.


Giordan melotot ke arah Bayu. Yang tak kunjung menghubungi Dokter kandungan tapi bukan cowok yang tidak sesuai permintaan Giordan. "Cepat cari Dokter kandungan yang cewek untuk memeriksa istriku, Bay! Apa di rumah sakit ini tidak ada Dokter kandungan yang cewek? Apa minta ditutup saja Rumah Sakit ini?"


'Astaga, habislah riwayatmu Bay!'


Bayu mendesahkan nafasnya. Kata yang sangat ditakuti Bayu itu akhirnya keluar juga dari sang penguasa Rumah Sakit Love Royal. Kata keramat yang menyeramkan terdengar ditelinga Bayu.


Jika sudah begini, Bayu harus segera bertindak untuk mencari Dokter cewek yang bisa memeriksa Lili. Sebelum ultimatum itu keluar lagi.


Dengan berjalan cepat Bayu keluar dari ruangan yang menyeramkan itu. Dan kembali lagi masuk bersama wanita yang memakai jas putih sama seperti dirinya.


"Permisi dengan Tuan Giordan? Giordan Adhitama? Lupakan kamu dengan aku?" tanya sang dokter wanita.


Lili mendongak menatap Giordan. Tampaknya Giordan tersenyum kecut. Dia salah tingkah dengan tatapan misterius istrinya.


Lili berbalik menatap sang dokter wanita itu sambil tersenyum dipaksakan.


Giordan menepuk dahinya pelan. 'Buah simalakama ini namanya. Bisa nggak dapat jatah ini. Puasa lagi tole-tole.'


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Like.. Like yuk 😂🤭


__ADS_2