Pesona Sang Devil

Pesona Sang Devil
Ilmu Kebatinan


__ADS_3

Happy reading...


☘️


☘️


☘️


"Periksa semua cctv Hotel Mentari!" suara yang menggelegar itu mengagetkan Lia yang sedang duduk di lantai, menunggui sahabatnya yang pingsan.


"Baik, Bos." jawab Ardo sang Assiten.


"Siapa yang ingin bermain-main dengan aku?" gumam Giordan."


"Segera hubungi dokter Bayu dan kirimkan bodyguard untuk menjaga istriku!" titah Giordan lagi pada Ardo.


"Siap, Bos. Dokter Bayu dan 4 bodyguard, sudah perjalanan ke sini."


"Hei, kamu! Kenapa kamu malah bengong di situ!" sentak Giordan pada Lia.


"Iya, Tuan Giordan." Lia menjawab sambil terus menundukkan kepalanya.


"Lihat orangnya! Ngapain lihat ke lantai!" tatapan dingin Giordan semakin membuat Lia ketakutan.


"Iy-iya, Tuan Giordan." jawabnya gemetaran.


****


Lia masih berusaha menyadarkan Lili dari pingsannya. Dengan cara menaruh botol di minyak kayu putih di sekitar hidung Lili agar mencium bau terapi minyak tersebut.


"Kau terlambat satu menit, Bayu! Aku tidak akan membayarmu!" ucap Giordan menekankan kata-katanya.


"Tau gitu, aku tidak mengarahkan setir mobilku ke sini!" balas Bayu memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celana.


"Benarkah? Berani nggak sampai sini? Sudah bosan bekerja di Royal Internasional Hospital?" tambah Giordan menatap sinis ke arah Bayu.


Bayu adalah dokter pribadi Giordan Adhitama. Ia menggantikan posisi Kakeknya yang telah pensiun menjadi dokter pribadi Keluarga Adhitama. Bayu juga sudah sangat dekat dengan Giordan, dia sudah hafal betul dengan sifat dan kelakuan sahabatnya yang satu itu.


"Cepat kau periksa istriku!" titah Giordan pada Bayu, mulai emosi. Melihat Bayu yang masih bercanda.


"Bercandamu nggak lucu, Tuan narsis." pekik Bayu, kaget.


Pria yang selalu membawa tas kerjanya untuk memeriksa pasien itu, bergegas menghampiri Giordan yang duduk di tepian ranjang king size bersprei putih.


"Kapan kamu nikahnya? Tau-tau sudah punya istri!"


Giordan menatap Bayu dengan tatapan menghunus.


"Sudah jangan banyak tanya! Kerjakan saja tugasmu sekarang juga! Bosan hidup!" titah Giordan sambil mengepalkan tangannya.


"Siap seratus persen, Tuan Giordan." sahut Bayu dengan terkekeh. Dan segera mengambil perlengkapan medis untuk memeriksa Lili.


"Ketawamu nggak renyah sama sekali! Buat telingaku berdengung!" ejek Giordan.

__ADS_1


"Suara merdu begini, dibilang berdengung! Lagi nggak normal itu telinganya, Tuan Giordan." ujar Bayu terkekeh kembali.


"Stop jangan sentuh!" Giordan menahan Bayu yang hendak memeriksa Lili.


"Lalu, bagaimana memeriksanya jika tak boleh disentuh?" Bayu keheranan melihat tingkah Giordan yang posesif.


"Lia, sini! Periksa Lili!" perintah Giordan.


Bayu menggelengkan kepalanya. Baru kali ini ada Dokter yang memeriksa pasiennya tidak boleh menyentuh tubuh pasien yang diperiksanya.


"Kau pikir aku memakai ilmu kebatinan!" seloroh Bayu.


"Stop jangan melangkah lagi! Berdiri di situ!" Giordan melarang Bayu mendekati Lili. "Biar Lia yang memeriksa.


Bayu menggunakan Stetoskop untuk mendengarkan suara organ di dalam tubuh Lili. Mulai mengecek denyut jantung, nadi, organ pencernaan dan paru-paru.


Cantik! Pintar sekali Giordan memilih istri! Gumam Bayu setelah melihat Lili dari dekat.


Setelah memeriksa Lili yang terbaring di ranjang, Bayu langsung diberondong pertanyaan oleh Giordan.


"Tidak ada yang terluka? Aman kah? Atau dia sedang hamil?"


Bayu tersenyum memperlihatkan barisan gigi putihnya yang rapi, lalu berbisik lirih ke telinga Giordan yang berdiri di sampingnya. "Emang sudah jebol gawangnya?"


"Ya pasti sudah! Giordan gitu." sahut Giordan percaya diri.


"Sekor berapa-berapa?" lanjut Bayu bertanya pada Giordan.


"Aku seorang dokter harus tau cara proses penanaman bibitnya, Tuan Giordan!" kekeh Bayu.


"Kalau ingin tau! Ya praktek sendiri! Nanti juga tau jalannya!"


"Kamu main bola sepak atau bola sodok?" tanya Bayu yang penuh keabsurd tan.


Dua orang yang berdiri tidak jauh dari Bayu dan Giordan, saling tatap penuh kebingungan dengan obrolan yang tidak berkesinambungan bagi mereka.


"Jadi main bola sodok ceritanya ini?" lanjut Bayu.


"Hahaha.. Oleng kamu, Bayu! Bola atau stiknya yang digunakan?" balas absurd Giordan.


"Berapa lama kalian menikah?"


"Baru hitungan hari!" jawab santai Giordan.


"Kalau langsung hamil istrimu! Jos banget sodokan kamu!" balas Bayu menggelengkan kepalanya.


"Sudah-sudah pergi saja kamu!" Giordan mengusir Bayu. "Tugas kamu sudah selesai!"


"Jangan lupa undang aku dalam pestamu!" teriak Bayu sebelum melangkah keluar ruangan itu.


"Pasti aku undang kamu dalam pestaku yang meriah dan megah, minggu ini. Sekarang pergi sana!" usir Giordan lagi.


"Dasar Bos Gila! Seenak udelnya saja!" Bayur melangkah keluar dengan kesal.

__ADS_1


Setelah kepergian Dokter Bayu. Ardo memberi laporan kepada Giordan hasil penemuannya dari cctv Hotel Mentari, orang yang telah mencelakai Lili.


"Apa kamu sudah menangkap tikus-tikus pengganggu itu?" selidik Giordan.


"Sudah, Bos. Mereka kini telah berada di tempat biasanya." ucap Ardo.


"Siapkan mobil kita akan segera meluncur ke sana." titah Giordan pada Ardo.


"Baik, Bos."


Lili mengerjapkan matanya, sadar dari pingsannya. Perlahan ia membuka kedua matanya dan melihat sekeliling ruangan itu. Di mana aku?


Orang yang pertama dilihat Lili adalah Giordan, suaminya.


"Mas.." panggilnya lirih.


"Sayang, sudah bangun?" Giordan menatap ke arah Lili.


"Aku di mana ini?" tanya Lili masih bingung dengan sekitarnya.


"Kamu ada di kamar Hotel Mentari, Sayang. Tadi kamu tidak sadarkan diri."


Ingatan Lili langsung kembali pada beberapa jam yang lalu.


"Sakit! Aku takut!" ucap Lili berkali-kali.


"Mana yang sakit, Sayang?" Giordan mengusap ujung kepala Lili dengan lembut.


"Mereka menarik rambutku dengan paksa, Mas. Mendorongku kasar, hingga aku terbentur dinding toilet dan juga melecehkan aku." Lili menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya tadi.


Berani menyentuh milikku! Cari mati!


"Aku takut." ucap Lili memeluk tubuh Giordan erat.


"Jangan takut, Sayang. Ada aku dan sekarang sudah ada bodyguard yang selalu menjagamu." Giordan semakin membawa Lili ke dalam pelukan hangatnya.


Giordan mengecup puncak kepala Lili dan mengusap punggung Lili dengan lembut, hingga Lili nyaman tertidur kembali dalam pelukan suaminya.


Lili yang terbuai dengan perlakuan lembut Giordan hanya bisa memejamkan kedua matanya. Ia merasakan tangan kiri suaminya memeluk pinggangnya dan tangan yang kanan mengusap lembut punggungnya.


Sebegitu berarti kah diriku dalam hidup Giordan?


...Kata-kata itu yang berterbangan di kepala Lili hingga terdengar dengkuran halus. Menandakan bahwa Lili telah tertidur. Giordan menarik selimut hingga ke dada Lili....


Sedangkan Lia yang berdiri mematung melihat drama romantis antara Lili dan Tuan dingin Giordan Adhitama hanya bisa menggigit bibir bawahnya.


"Orang yang sedingin dari penampilan luarnya ternyata bisa seromantis itu. Bahagia sekali kamu Lili mendapatkan pasangan yang begitu mencintai dirimu. Habis gelap terbitlah terbang. Kata-kata itu yang pas buatmu Lili. Perjuanganmu selama ini menuai hasil yang setara dengan apa yang kau alami SAHABATKU. Semoga kalian selalu berbahagia dalam Lindungan-Nya. Aamiin."


🌟🌟🌟🌟🌟


Apa yang akan dilakukan Giordan pada preman-preman yang telah mencelakai Lili?


Pantau terus yuk..

__ADS_1


__ADS_2