Pesona Sang Devil

Pesona Sang Devil
Masih Bernyali?


__ADS_3

Happy reading...


☘️


☘️


☘️


"Lia!"


Merasa namanya dipanggil, ia pun segera menoleh, lalu tersenyum. Lili menatap Lia seakan memberitahukan bahwa itu Ardo, pepet terus.


"Yo ndak mampu aku Dudu spek idamane. Nurutin karepe, Aku miu miu miu,"


Jawaban Lia membuat Lili dan Giordan tertawa barengan, melihat tingkah Lia yang kocak.


Tiba-tiba tanpa diduga oleh mereka bertiga, Ardo berjalan dengan gagahnya ke arah Lia. Lalu mengeratkan jari tangannya dengan jari jemari lentik milik Lia.


Lia merespon dengan senyuman manis, kemudian tangannya berpindah ke lengan Ardo dan dipeluknya erat. Berjalan bersama menuju pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada Bosnya.


Sesekali Ardo dan Lia saling menatap dengan senyuman semeringah.


Sedangkan Lili dan Giordan hanya bisa melongo dengan apa yang dilihat di depannya.


"Hey, kalian!" pekik Giordan menunjuk ke arah Ardo dan Lia, penuh semangat dengan senyum terbit di sudut bibirnya.


"Dapat, Bos," pamer Ardo tanpa canggung langsung disambut senyuman oleh Lia.


Masih dengan posisi berdiri di atas pelaminan dan saling bercanda.


"Selamat menempuh hidup baru, Bos. Samawah ya, Bos." ucap Ardo bersalaman dan berpelukan dengan Giordan.


"Enggak ingin duduk di sini juga?" canda Giordan.


"Hehehe.. Baru juga bisa gandeng tangannya, Bos,"


"Berani nggak cium Lia sekarang?" ucap Lili sambil mengecup pipi Giordan sekilas menantang Ardo.


"Gila! Tantangan yang harus dilakukan," kekeh Ardo menggelengkan kepala.


"Iya harus! Ini perintah!" Giordan setuju dengan ide istrinya yang tertawa bahagia di sampingnya.


Ardo menghela nafas panjang.


"Ada pilihan yang lain?" bantah Lia sedikit penolakan.


"Masih bernyali?" Giordan menepuk-nepuk bahu Ardo seraya tertawa sampai matanya berkaca-kaca.


Ardo mengusap wajahnya kasar, lalu memandang ke arah Lia.


"Bos, ini gak serius kan?" Ardo masih tidak percaya dengan tantangan yang diberikan Nyonya Giordan, yang menurutnya hanya guyonan saja.


"Dua rius,!" jawab Giordan santai.

__ADS_1


"Hahaha.. Mau dipotong nih bonus bulan depan?" tambah Lili kegirangan.


"Alamak, ampun Nyonya Besar," ucap Ardo menepuk jidatnya.


"Go Ardo! Kamu bisa!" teriak Giordan di sela-sela alunan lagu yang sedang dilantunkan penyanyi pengisi acara.


Disaat Lia sedang menatap ke arah kerumunan tamu, tiba-tiba ada tangan yang menarik pergelangan tangan Lia dan membuat si empunya langsung berbalik menatap ke arah Ardo. Tanpa aba-aba dan diduga dengan satu tekad keberanian satu nyali satu jiwa Ardo langsung mengecup bibir Lia.


Cup!


Waowww! Keren! Mantap jiwa!


Lia terkesiap bingung menatap Ardo yang sangat berani dengan aksinya di hadapan ribuan para tamu undangan yang sangat spesial itu. Jantung Lia berdegup kencang.


"Jantungku.. Mana jantungku?" ucap Lia gugup bercampur gemetar. "Mimpi apa aku barusan."


Sementara Ardo menatap lembut dan merespon dengan suara lirih, "Maaf" hanya kata itu yang bisa keluar dari bibirnya dan langsung mengusap tepi bibir Lia yang basah akibat kecupan singkatnya.


"Mantap.. Mantap.. Aku suka, kak Ardo kamu benar-benar pria romantis," ucap Lili dengan mengangkat kedua jempol ke arah Ardo dan Lia.


'Ingin rasanya lari masuk kedalam kobokan' Iirih Lia menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Giordan menatap Lili, menunjukkan protesnya. "Apakah aku tidak termasuk pria romantis?"


"Kau beda, Bae.. Giordan Adhitama adalah orang yang paling romantis sedunia versi Aulia Anastasia." ucap lembut Lili seraya mengecup bibir Giordan yang cemberut.


...🌷🌷🌷...


Semenjak ia menggantikan posisi penting Ayahnya di Prayoga Group. Hidupnya tak pernah lepas dari kejaran para awak media yang haus akan berita tentang pribadinya.


Tuan Jayden, teriak wartawan yang ingin mewawancarainya.


Terdengar suara keriuhan para pencari berita yang menghampiri Jayden Prayoga. Dengan sigap Jhonatan sang tangan kanannya sigap menghalangi para paparazi yang mengerumuni Tuannya. Aura pemimpin yang melekat di diri Jayden membuat kaum hawa terhipnotis dengan parasnya yang tampak cool.


Karena tak bisa bergerak, akhirnya Jhonatan dan ke empat bodyguardnya meminta jalan pada wartawan yang sedang berkerumun. Jhonatan segera mengapit langkah Tuannya dari belakang. Tugasnya adalah untuk melindungi Jayden Prayoga dari ancaman para musuh.


Sepasang mata Jayden seolah tak ingin berkedip melihat Lili yang sedang duduk berdampingan dengan Giordan di pelaminan. Cantik dan sangat menggairahkan, jakun Jayden reflex naik turun menelan salivanya.


'Malam ini, aku harus bisa mendapatkan mu, Ester Lili.'


Datang sendirian tanpa membawa seorang pasangan di sebuah acara yang sangat penting, sudah dipastikan akan banyak pertanyaan yang dilontarkan pada dirinya.


Tetapi Jayden sudah terbiasa dengan jawaban senyuman yang tersungging di bibirnya.


Dengan tenang Jayden melangkah ke arah pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Langkah panjang Jayden tiba di depan Giordan dan Lili. Sepasang mata Lili terangkat pada wajah pria yang berdiri tegap di hadapannya.


Perlahan tangan Jayden terangkat ke arah Giordan untuk bersalaman.


"Akhirnya kau datang juga, teman!" suara Giordan penuh penekanan.


"Selamat berbahagia, kawan," ucap Jayden dengan senyuman menyeringai.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 9 malam.


Setelah memberikan ucapan selamat, Jhonatan mempersilakan Jayden duduk di kursi VIP yang telah diperiksa keamanannya terlebih dulu.


"Silakan duduk, Tuan." ucap Jhonatan sambil menarik kursi untuk Tuannya.


"Iya, terimakasih, Jhon." balas Jayden seraya mendaratkan pantatnya pada kursi kosong itu.


"Nikmatilah pestanya terlebih dahulu, sebelum kita mengeksekusi nya." lirih Jhonatan.


Hanya dengan tatapan mata nya Jayden memberikan balasan dari ucapan Jhonatan barusan.


Acara berdansa bersama pasangan pun dimulai. Giordan dan Lili ikut turun ke lantai dansa. Mereka tertawa bersama terlihat sangat bahagia.


Jayden mengepalkan kedua tangannya melihat Gadis impiannya bahagia bersama rivalnya.


Gadis yang sangat cantik. Hati Jayden terasa terisi sembilu. Dasar bodoh! Terlalu lambat kau Jayden!


Suara hatinya yang lain memaki Jayden.


Dia segera memberi kode kepada Jhonatan untuk segera memulai aksinya.


...🌷🌷🌷...


Tembakan bertubi-tubi muncul tiba-tiba di tengah meriahnya pesta, membuat para tamu berlarian menyelamatkan diri, hingga saling dorong dan terjatuh. Mencari tempat untuk berlindung. Darah segar mengalir dari dada dan perut beberapa korban yang tergeletak tak bernyawa di lantai Hotel.


Beberapa kali tembakan ditujukan kepada Giordan.


"My Angel!" teriak Giordan.


"Cepat cari istriku!" titahnya pada pria berpakaian serba hitam sembari mengacungkan senapannya.


Sama-sama memakai seragam serba hitam dengan wajah tertutup kain hitam. Mana lawan, mana kawan. Itulah yang telah direncanakan oleh Jayden untuk melancarkan penculikan Lili.


Sementara hujan peluru memenuhi ruangan itu dan terus mengincar nyawa Giordan Adhitama.


"Di mana Tuan Giordan? Bunuh dia! Kenapa cepat sekali dia menghilang!" suara seorang pria bertubuh gempal dengan memegang senjata api di tangan kanannya.


Para tamu berhamburan berlari keluar dari hotel menyelamatkan nyawanya sendiri-sendiri.


Sedangkan Lia masih membungkam mulutnya sembari memejamkan matanya, sangat ketakutan saat ini.


Dia terus berdoa dalam hati agar keadaan segera normal kembali.


Nona Lili, tidak ada, Bos." Ardo terengah-engah mengejar Giordan yang sudah keluar dari Hotel itu.


"Stop, Ardo! Jangan bicara lagi. Aku bahkan sudah muak dengan semua ini!" Giordan benar-benar membentak Ardo dengan wajah geram saat assisten pribadinya itu hendak bicara lagi. Kesalahan bukan sepenuhnya dilakukan oleh Ardo, namun Jayden Prayoga sudah membangunkan iblis yang sedang tidur nyenyak di dalam jiwa Giordan.


Jayden Prayoga telah berani menculik istri tercinta Giordan. Membuat rusuh di pestanya dengan aksinya yang membabi buta melukai para tamu undangan yang hadir.


🌟🌟🌟🌟🌟


Selamat hari Kamis manis 😂😂

__ADS_1


__ADS_2