Pesona Sang Devil

Pesona Sang Devil
Patrish


__ADS_3

Happy reading...


☘️


☘️


☘️


PRAKK!!


"Bos?" suara Ardo mengagetkan pria yang sedang menghantam dinding putih yang tak berdosa itu.


Tak bisa menahan diri lagi, akhirnya Ardo mendorong pintu bercat coklat tua itu.


"Are you okay, Bos?" tanya Ardo kembali menghampiri Giordan yang bergeming.


"Perbaiki itu!" tunjuk Giordan ke arah benda yang sudah hancur berkeping-keping.


Haah?


hanya kata itu yang keluar dari indera perasa Ardo.


"PROTES POTONG GAJI!"


"Astaga, Bos. Sadar.. Sadar, Bosku yang tampan dan baik hati. Jangan mempersempit lahan masa depanku bersama Lia, Bos," gumam Ardo yang terdengar di runggu Giordan.


Jika sanjungan itu keluar dari kaum hawa, Giordan masih bisa terima. Sedangkan ini! Oh, My God! Sanjungan itu keluar dari bibir seorang Ardo. Jeruk vs jeruk! Anggap saja jeruk lokal vs jeruk import! Tapi hal itu masih dalam batas kewajaran. Ardo Sebastian adalah seorang assisten pribadi Giordan Adhitama yang telah menikmati segala fasilitas yang diberikan oleh Bos nya itu dengan secara berkerja keras dan loyalitas tinggi pada GA GROUP. Kesetiaan Ardo sang asisten pribadi tak perlu diragukan lagi. Dia akan memberikan hidupnya untuk Giordan Adhitama yang sudah menolongnya dan mempercayai dirinya.


"Kenapa?" netra sang Bos menghunus tajam ke arahnya.


"Tidak apa-apa, Bos," jawab Ardo kelimpungan.


'Ya Tuhan, selamatkan aku dari amukan Tiger GA GROUP ini. Jangan sampai dia menyunat angka nol dalam rekeningku. Bisa-bisa semakin jauh hari indah bersama sang pujaan hati.'


"ARDO!" suara bariton khas Giordan Adhitama menyeruak ke seluruh penjuru ruangan yang minimalis itu.


"Iy- iya, Bos," jawab Ardo gelagapan.

__ADS_1


"Kerja..! Kerja..!" suara itu kembali terdengar di daun telinga Ardo.


"Siap Bos."


"Ada informasi apa hari ini?" tanya Giordan sambil melonggarkan dasinya yang terasa mencekik lehernya dan mendudukkan bokongnya di sofa.


"Ada berita baik dan buruk, Bos."


"Maksudnya?"


Setelah memunguti benda yang berhamburan di lantai putih itu, Ardo menghampiri Bos nya yang duduk di sofa. Ia mendudukkan juga di sofa pendek di depan Giordan.


"Berita baik dulu atau buruk, Bos?" tanya serius Ardo.


"Yang lebih penting itu yang ingin aku dengar!" jawab Giordan menatap Ardo.


"Siap, Bos," Ardo mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana yang dipakai nya.


Ardo menggeser layar gawai canggih yang ada dalam genggaman tangan nya. Menscroll laman galerinya dan berhenti pada foto wanita cantik yang seumuran dengan istri Bosnya itu. Setelah mengklik foto itu, Ardo menyodorkan benda pipih itu pada Giordan sang Bos.


"Apa ini?" Giordan bingung tiba-tiba menyodorkan benda pipih persegi empat yang terpampang foto wanita cantik.


"Hubungannya?"


"Wanita itu yang telah menyelamatkan Nyonya Lili dari penyekapan Tuan Jayden beberapa waktu yang lalu," ujar Ardo.


"Di mana dia sekarang?"


"Dokter Dara masih disekap oleh Tuan Jayden menggantikan posisi Nyonya Lili."


"Cerita yang jelas! Jangan setengah-setengah! Buat badmood!"


"Siap, Bos," jawab Ardo yang berlanjut menceritakan kejadian dari awal hingga akhir.


Dokter Dara adalah teman baik dari Jayden Prayoga, lebih detailnya adalah wanita yang mencintai seorang Jayden dalam diam. Dia Dokter yang memeriksa kehamilan pertama kali Nyonya Lili. Dan berinisiatif membebaskan Nyonya Lili dari sekapan Jayden di sebuah Villa yang jauh dari perkotaan. Dengan cara mengganti wajahnya dengan wajah Nyonya Lili dan mengirimkan seorang perawat wanita untuk menemani perjalanan Nyonya Lili kabur dari penjara cinta gilanya seorang Jayden Prayoga. Dan memposisikan dirinya sebagai pengganti Nyonya Lili dalam sekapan Jayden.


"Berita buruknya?" sahut cepat Giordan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Berita buruknya adalah Tuan Jayden merenggut paksa kesucian Dokter Dara karena dalam penglihatan nya dia adalah Nyonya Lili," sambung Ardo.


"Jangan-jangan wanita dalam video itu adalah Dokter Dara?" ucap Giordan sambil menutup bibir nya. Namun, perkataan itu mengundang tanya yang hebat dalam otak Ardo Sebastian.


"Video apa, Bos?" tanya Ardo melongo.


"Mau tahu aja!" cibik Giordan.


"Pasti, Bos," yakin Ardo.


"Jomblo dilarang menonton video itu!" balas Giordan ketus.


"Saya bukan jomblo, Bos. Hanya nasib baik saya belum menghampiri. Masih dalam perjalanan," jawab Ardo nyengir.


"Tersesat! Atau salah alamat!" balas absurd Giordan.


Virus yang disebarkan Lili, benar-benar telah tertanam di diri Giordan. Yang semakin hari semakin bertambah keabsurd tan nya.


"Tinggal beberapa mili lagi, Bos," jawab Ardo yang juga mulai terkontaminasi absurd pasangan oleng yang beberapa bulan ini menyandang status suami istri. Ditambah lagi dengan wanita sahabat karib Lili yang kini sedang hot hot pop dalam misi pengejaran ke benteng pertahanan Takashi hati Lia.


"Dorong terus! Paksa terus! Pepet terus!" kata Giordan yang membingungkan Ardo.


"Bos?"


"Hatinya..! Hatinya!"


"Oohhh, hatinya? Kirain apa, Bos," jawab Ardo menggaruk kepalanya yang radak-radak mumet mengartikan isyarat kata Bos nya itu.


"Selanjutnya?"


"Maksud saya akan mengirimkan seseorang untuk membebaskan Dokter Dara dari sekapan Tuan Jayden Prayoga," ujar Ardo menyambung laporannya.


"Patrish!"


"Iya, Bos. Dia yang mau saya kirim ke sana."


"Good!!!"

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Selamat bertugas akak Patrish 🙈🤭🤣🤣🏃🏃🏃🏃


__ADS_2