
Happy reading..
☘️
☘️
☘️
...Semahal apapun harga sebuah bantal.. Tetap tidak bisa mengalahkan dada bidang seorang suami yang membuat nyaman dan hangat istrinya dalam dekapan tuk bersandar.....
...🍒🍒🍒...
Seorang wanita yang duduk di sofa pendek dengan bibir yang mengerucut dan hati yang dongkol.
Kesal! Jengkel! Pingin ngakak! Kasihan!
Itu lah rasa nano-nano yang kini Lia rasakan. Ingin ngakak takut kualat! Marah apalagi, mana berani Lia! Kesel ingin teriak sekencang-kencangnya, bisa melayang sapu terbang di atas kepala nya! Protes.. Itu ungkapan satu-satunya yang ingin Lia ucapkan. Namun, itu hanya sebatas di tenggorokannya saja. Tak bisa keluar dari bibirnya. Bisa-bisa Lia di putus sepihak oleh Lili jadi sahabat kental nya, sekental susu manis cap Nona meringis. Bahkan si Ardo babang tamvan pujaan hatinya bisa langsung didrop out dari jajaran petinggi di GA GROUP milik Bos Giordan Adhitama alias suami halalnya Aulia Anastasia yang kini duduk manis sambil menikmati suapan romantis dari sang penguasa hati nya.
Lili melirik sekilas wajah cemberut Lia, dalam hatinya merasa kasihan mengerjain si Ardo. Tapi bagaimana lagi, satu alasan yang menjadi andalan Lili kali ini adalah ngidam! Permintaan dari si baby yang harus dituruti biar tak ngeces.
Dibilang tak baik kelakuan Lili, saat ini. Yang mengerjai suami dan assisten pribadi nya itu, tapi mau dikata apalagi. Ia sudah terlanjur kesal. Sejak sore Lili ingin makan bebek rica-rica yang dimasak oleh Bik Narti dengan suapan dari suaminya. Namun, yang ditunggu-tunggu tidak muncul juga hingga tengah malam. Mau menghubungi Giordan takut mengganggu kesibukannya dan akhirnya terjadilah mis komunikasi.
"Kak Ardo, sini Lili beri tahu. Kalau cari istri itu harus dilihat dulu bibit, bebet, bolotnya jangan seperti Lia! Sudah kang ngomel! Kang ngeyel! Kang palak! Kang kentut! Kang molor! Kang.. Kang.. Semua ada pada lihat yang jelek-jelek itu," ujar Lili menjatuhkan Lia di hadapan Ardo. "Jangan lihat covernya aja, Kak Ardo. Harus telusuri dulu petanya."
__ADS_1
Lia bergeming, hanya netra kecoklatan nya saja yang melotot mendengar ucapan Lili, barusan. 'Dasar sahabat minta dipepes ini! Lihat peta! Emangnya Dora apa Doraemon!" gumam Lia.
Dua pria tampan yang berada di ruangan itu, ikut juga tercengang mendengar kata demi kata yang terucap dari bibir sang Nyonya Giordan. Tak percaya, tapi ini nyata di depan mata. Lili yang terlihat irit bicara, kenapa tiba-tiba jadi burung kenari yang berkicau tanpa jeda. Ngeroll banget! Seperti burung yang sedang ikut lomba di gantangan (tempat untuk lomba burung berkicau).
Bawaan baby? Atau kesambet?
Drrttt.. Drrttt.. Triliun.. Triliun..
Getaran dan bunyi dari sebuah benda persegi empat yang bersembunyi di dalam saku celana Giordan, seketika membuyarkan pikiran orang-orang yang berkumpul di ruangan tersebut.
Telapak tangan Giordan terbuka dan jari telunjuk nya berdiri tegak di depan bibirnya, tanda agar semua berhenti bicara di saat dia berbicara dengan seseorang di sambungan telepon nya.
Giordan melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Ternyata rekan bisnis nya dari Jepang yang menghubungi. Segera dia berjalan menjauh dari duo L yang terlalu bising.
"Ini mulut dari tadi minta diremet-remet! Dipenyet-penyet! Mentang-mentang ada pak Bos, langsung nyerocos tuh bibir tak berujung! Jangan buat kak Ardo, inpil sama aku ya! Tanggung jawab, nanti kalau kak Ardo nggak jadi bilang lope ke aku!" amuk Lia pada Lili sambil menguyel-uyel bibir Lili.
"Mmmpphh.. HAAH!" teriak Lili setelah berhasil melepaskan diri dari serangan amukan Lia. "Ngawur aja kamu, Lia! Ini bibir, sangat berharga mahal! Aset ini! Seenak jidat kamu merusaknya! Bahaya! Masa istri sultan bibirnya bonyok-bonyok!" Lili memonyongkan bibirnya.
"Mulai songong nya kumat! Baru jadi istrinya sultan aja sombong! Main perintah! Larang sana sini! Mintanya dikekepin sendiri!" kini giliran Lia yang berbeo.
Ardo berdiri bersandar di dinding dengan bersedekap. Melihat tingkah pola duo L yang benar-benar oleng. Dua sahabat yang jika sudah berkumpul selalu lupa segalanya. Keluar aslinya yang somplak, ramai, saling beradu mulut.
"Ardo," panggil Giordan.
__ADS_1
"Iya, Bos."
"Cancel semua acara meeting untuk hari ini. Aku ingin beristirahat sehari penuh," titah Giordan yang selalu dipatuhi oleh Ardo.
Di saat Bos dan assisten pribadi sedang berdiskusi. Tiba-tiba dikagetkan dengan lengkingan suara Lili yang minta tolong.
"Bae... Tolong selamatkan baby kita dari amukan banteng betina yang ingin nyeruduk dari tadi," teriak Lili yang berusaha meloloskan diri dari gelitikan Lia.
Tanpa ba bi bu lagi. Giordan langsung mengangkat tubuh Lili dari sofa panjang yang sedang main gelitik bersama Lia.
"Bae.. Awas jatuh," ucap Lili yang langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher sang suami.
CUP!!!
Giordan langsung menyumpal bibir Lili dengan bibir nya. "Mmpphh.." Lili hanya bisa mendelik dengan kelakuan sang suami.
Sedang kan kedua insan yang saling melongo melihat adegan 21+ Tuan dan Nyonya nya itu, langsung mengeluarkan jurus menghilang.
Kaburrrr!!!
Ardo meraih tangan Lia untuk digenggamnya dan kemudian pergi meninggalkan kediaman Bos Giordan.
☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
Tetap stay yuk.. Like komen juga ya 🙏🏻🥳🥳