Pesona Si Gadis Culun

Pesona Si Gadis Culun
Pertemuan Pertama


__ADS_3

🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Keesokan harinya...


Tok..tok..tok...


"Masuk."


"Maaf, apa Bapak memanggil saya?" seru Kanaya.


"Iya, silakan duduk Nay."


Kanaya pun duduk dihadapan Rama. "Ada apa Pak, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Kanaya.


"Tidak Nay, aku memanggilmu kesini karena aku ingin mengajak kamu makan malam."


"Hah...makan malam?"


"Iya, bagaimana apa kamu bisa malam ini pergi denganku?"


Kanaya terlihat sangat terkejut dengan ajakan Bosnya, Kanaya bingung harus menjawab apa.


"Nay, kok malah bengong?"


"Ah, maaf Pak sepertinya malam ini saya tidak bisa soalnya Bibi saya sakit, ya Bibi saya sakit jadi saya harus menjaganya," dusta Kanaya.


"Oh begitu ya, ya sudah tidak apa-apa lain kali saja."


"Maaf ya Pak, kalau begitu saya permisi soalnya masih banyak pekerjaan."


"Iya silakan."


Kanaya pun segera keluar dari ruangan Rama, terlihat sekali Rama merasa kecewa tapi Rama juga tidak mau memaksakan kehendaknya.


***


Sementara itu dilain tempat, sebuah mobil sedan hitam mewah melaju dengan kecepatan sedang memecah kemacetan jalanan. Seorang pria tampan yang mengemudikan mobil itu terlihat mengembangkan senyumannya.


"Sudah lama tidak ke Jakarta, sepertinya aku harus bilang sama Papa untuk membuat cabang perusahaan disini," gumamnya.


Pria tampan itu melihat GPS di ponselnya dan sebentar lagi sampai disebuah pabrik milik sahabatnya.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil sedan hitam mewah itu sampai dihalaman pabrik. Pria itu segera memarkirkan mobilnya setelah itu ia keluar dari dalam mobilnya.


"Maaf Pak, Bapak mau bertemu dengan siapa?" tanya seorang satpam.


"Saya sahabatnya Rama, saya mau bertemu dengan Rama bisakah Bapak antarkan saya ke ruangannya? soalnya dia bilang saya langsung ke ruangannya saja."


"Oh bisa, mari Bapak ikut saya."


Pria tampan itu pun mengikuti langkah satpam, mereka melewati berbagai ruangan dan setiap ruangan tiba-tiba heboh saat melihat ada pria tampan masuk ke dalam pabrik mereka.


"Ya ampun aku lupa harus memberikan laporan mingguan ini kepada Mamang," gumam Kanaya.


Kanaya pun segera bangkit dari duduknya dan membawa sebuah map untuk diserahkan kepada Sopandi Mamangnya.


Kanaya berjalan dengan fokus melihat-lihat isi map itu, sedangkan dari arah berlawanan ada satpam yang berjalan menuju ruangan Bos pabrik dengan diikuti pria tampan yang menjadi sahabat Bosnya.


Tiba-tiba...


Bruugghhh....

__ADS_1


Kanaya bertabrakan dengan pria tampan itu, sampai-sampai isi mapnya berserakan dilantai.


"Astaga, maaf-maaf saya tidak sengaja," seru Kanaya dengan memungut kertas-kertas yang berserakan itu.


Sementara pria tampan itu terlihat memperhatikan Kanaya dengan mengerutkan keningnya hingga dia pun ikut membantu memunguti kertas-kertas itu. Kanaya pun selesai memunguti kertasnya dan pria tampan itu mengulurkan tangannya dan memberikan kertas kepada Kanaya.


"Terima ka-----"


Ucapan Kanaya terhenti saat melihat siapa pria tampan yang sudah bertabrakan dengannya dan ikut membantu memunguti kertas-kertas itu.


Pluk...


Map yang ditangan Kanaya kembali terjatuh, Kanaya membelalakan matanya dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan pria yang sangat dia benci itu.


"Jonathan..." batin Kanaya.


Satpam yang melihat map Kanaya kembali terjatuh langsung mengambilnya.


"Maaf Bu Kanaya ini mapnya jatuh lagi," seru Satpam itu.


Kanaya tersadar dari lamunannya dan dengan cepat mengambil map dan kertas dari tangan Jonathan setelah itu dengan langkah cepat Kanaya langsung pergi meninggalkan Jonathan yang sama terkejutnya.


"Ayo Pak."


"Ah iya."


Jonathan pun kembali mengikuti langkah satpam, hingga akhirnya Jonathan pun sampai didepan ruangan Rama.


"Ini ruangannya Pak Rama, silakan Bapak masuk."


"Terima kasih Pak."


"Sama-sama."


Satpam itu pun pergi dan Jonathan langsung masuk kedalam ruangan Rama.


"Apakabar bro!"


"Astaga Jo, sudah sampai saja kamu. Aku kira kamu akan sampai nanti sore."


Rama bangkit dari duduknya dan memeluk sahabatnya itu.


"Ayo silakan duduk."


"Terima kasih, ternyata pabrik kamu besar juga ya," seru Jonathan.


"Ya lumayanlah, terus bagaimana dengan perusahaanmu?"


"Aku rasa, aku ingin membuat perusahaan cabang disini," sahut Jonathan.


"Bagus dong, kita akan sering bertemu."


Kedua sahabat itu berbincang-bincang melepas rasa rindu yang sudah lama tidak bertemu. Rama dan Jonathan sama-sama kuliah di Amerika dan disanalah awal mula mereka berdua bertemu dan akhirnya bersahabat.


Berbeda halnya dengan Kanaya, ia tidak langsung menuju ruangan Sopandi tapi masuk kedalam toilet. Kanaya meremas mapnya dengan sangat kencang dan matanya sudah terlihat memerah menahan tangisannya.


"Kenapa, kenapa aku harus bertemu lagi dengan orang itu? aku benar-benar tidak mau bertemu lagi dengan orang jahat itu," gumam Kanaya.


Rasa benci Kanaya terhadap Jonathan sudah mendarah daging, perlakuan Jonathan di masalalu sudah membuat trauma dalam diri Kanaya bahkan luka yang Jonathan torehkan pun belum juga hilang sampai sekarang.


Cukup lama Kanaya berada didalam toilet, hingga akhirnya Kanaya pun keluar dan pergi menuju ruangan Sopandi.


Tok...tok...tok...


"Masuk."


Kanaya pun perlahan masuk dan memberikan map itu.


"Mang, ini hasil laporan minggu ini kemarin Aya lupa untuk memberikannya kepada Mamang."

__ADS_1


"Oh tidak apa-apa, loh kamu kenapa Aya? kok wajah kamu pucat gitu? apa kamu sakit?" tanya Sopandi cemas.


"Aya tidak apa-apa kok Mang, Aya baik-baik saja. Kalau begitu, Aya kembali bekerja dulu."


"Tunggu Aya!"


Kanaya pun yang baru beberapa langkah langsung menghentikan langkahnya dan kembali membalikan tubuhnya menghadap Sopandi.


"Ada apa Mang?"


"Aya, bisakah Mamang meminta bantuanmu?"


"Boleh, apa yang bisa Aya bantu?"


"Tolong kamu berikan saja langsung map ini kepada Tuan Rama, soalnya Mamang saat ini sibuk banget banyak pekerjaan. Tidak apa-apa kan, kalau Mamang menyuruhmu?"


"Baiklah, Aya akan memberikannya langsung kepada Pak Rama."


Kanaya pun kembali mengambil map itu dan segera melangkahkan kakinya menuju ruangan Rama. Kanaya tidak tahu kalau Jonathan ada disana, yang jelas di otaknya saat ini kenapa Jonathan ada disini dan ada tujuan apa dia kesini.


Tok...tok..tok...


Rama dan Jonathan yang sedang tertawa bersama langsung menghentikan tawanya saat mendengar suara pintu diketuk.


"Masuk."


Ceklek...


Pintu ruangan pun terbuka, Rama langsung mengembangkan senyumannya saat melihat siapa yang datang. Sementara itu, Kanaya lagi-lagi dibuat tidak bisa berkutik saat melihat Jonathan ada disana dan sedang menatapnya juga.


Kanaya dan Jonathan saling pandang satu sama lain membuat Rama mengerutkan keningnya.


"Kanaya, ada apa?"


Pertanyaan Rama membuat Kanaya tersentak. "I--ini Pak, saya mau memberikan laporan minggu ini."


"Kenapa bukan Pak Sopandi yang kesini?:


"Tadi katanya dia sedang sibuk, mangkanya menyuruh saya untuk mengantarkan ini kepada Bapak."


Jonathan memperhatikan penampilan Kanaya dari atas hingga bawah, dia masih tidak percaya kalau itu Kanaya.


"Oh, ya sudah terima kasih."


"Sama-sama Pak, kalau begitu saya permisi."


Kanaya pun segera pergi meninggalkan ruangan Rama, Kanaya tidak mau berlama-lama satu ruangan dengan pria yang sangat dia benci itu.


🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2