
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Jonathan masuk ke dalam toko kue dan berdiri tepat di hadapan Daniel.
"Jangan merendahkan seorang janda, anda tidak tahu siapa Kanaya tanpa anda nikahi juga, sudah banyak yang mengantri untuk Kanaya jadi anda jangan angkuh seoalah-olah anda bisa membahagiakan Kanaya," seru Jonathan.
"Aku bicara seperti itu karena selama empat tahun ini Kanaya tidak pernah sekali pun terlihat jalan dengan seorang pria, itu tandanya tidak ada yang mau dengan janda satu anak, aku hanya menawarkan kebaikan saja untuk Kanaya," sahut Daniel dengan angkuhnya.
Jonathan sudah terlihat mengepalkan tangannya, Jonathan benar-benar tidak terima dengan ucapan pria angkuh di hadapannya.
"Asalan anda tahu, Kanaya tidak pernah terlihat jalan dengan pria karena dia menungguku. Kanaya adalah wanita setia jadi hatinya tidak akan sembarang berlabuh ke hati pria manapun," tegas Jonathan.
Daniel pun pergi tanpa berkata sepatah katapun. "Kamu tidak apa-apa kan Nay?" tanya Jonathan.
"Iya tidak apa-apa."
"Maaf ya aku barusan harus bicara seperti itu karena aku ga suka pria itu gangguin kamu."
"Iya Kak. Oh iya, ada apa Kakak pagi-pagi kesini?"
"Tidak, aku barusan lewat mau ke kantor niatnya mau beli kue soalnya belum sarapan."
"Kakak belum sarapan?"
Jonathan menganggukan kepalanya. "Ya sudah, Kakak tunggu sebentar aku ambilin kue sama kopinya."
Jonathan tersenyum senang, dan Jonathan pun duduk menunggu wanita yang dia cintai itu membawakan kuenya. Sebenarnya bukanya belum sarapan, lebih tepatnya sengaja tidak sarapan karena Jonathan berniat ingin datang ke toko kue Kanaya dan sarapan bersama Kanaya.
Ceklek...
Tiba-tiba pintu toko kue terbuka, Jonathan menoleh dan betapa terkejutnya Jonathan saat melihat siapa yang masuk ke dalam toko kue itu.
"Loh, sayang kok kamu ada disini?" tanya Zira yang sama terkejutnya.
"Zira...."
"Ini Kak kue sama kopinya," seru Kanaya yang belum sadar akan kedatangan Zira.
"Ah, terima kasih Nay."
Jonathan terlihat gugup sedangkan Zira masih berdiri di depan pintu, Kanaya pun menoleh dan kaget seorang wanita sedang berdiri tanpa bicara sedikit pun.
"Ya ampun ternyata ada pelanggan, selamat pagi Mbak! maaf Mbak mau beli kue apa?" tanya Kanaya ramah.
"Ah, iya aku mau beli blueberry coklat soalnya Kakak aku pernah membelikan kue katanya dari toko ini dan aku sangat menyukainya karena rasanya yang sangat enak," sahut Zira.
__ADS_1
"Oh ya, sebentar aku ambilkan dulu."
Kanaya pun segera mengambilkan cake pesanan Zira sedangkan Zira dengan cepat menghampiri Jonathan.
"Sayang, kok kamu pagi-pagi sudah ada disini sih?" tanya Zira dengan manjanya.
Deg...
Kanaya menghentikan gerakan tangannya dan melihat ke arah keduanya, ternyata Zira sedang bergelayut manja di lengan Jonathan. Jonathan terlihat canggung, Jonathan pun menoleh ke arah Kanaya tapi Kanaya segera memalingkan wajahnya.
Entah kenapa hati Kanaya merasa sesak melihat Jonathan bermesraan dengan pacarnya itu, padahal Kanaya bukan siapa-siapanya Jonathan.
"Itu pasti Zira, pacarnya Kak Jo," batin Kanaya.
Kanaya kembali melanjutkan aktivitasnya dan mulai merapikan cake pesanan Zira.
"Mbak ini cakenya."
"Iya, simpan saja dulu aku ingin menemani pacarku sebentar," sahut Zira.
"Zira jangan seperti ini, malu dilihat orang," seru Jonathan dengan berusaha melepaskan tangan Zira.
"Malu sama siapa? disini tidak ada siapa-siapa kecuali pemilik toko itu."
Kanaya menyibukan dirinya dengan membersihkan etalase dan juga menata cakenya. Zira sangat agresif sekali, Zira memaksa Jonathan untuk memakan kue yang dia suapkan tapi Jonathan menolak.
"Ayo sayang, aku suapin kamu."
"Kaya anak kecil gimana, aku hanya ingin menyuapi pacarku sendiri memangnya ga boleh," sahut Zira dengan wajah yang cemberut.
Kanaya sudah selesai beres-beres, Kanaya melangkahkan kakinya menuju dapur lebih baik Kanaya membuat kue daripada harus melihat Jonathan bermesraan dengan pacarnya.
"Mbak tunggu!"
Kanaya menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya ke arah Zira. "Iya Mbak, ada apa?" sahut Kanaya.
"Tadi aku dengar Mbak memanggil Jo dengan sebutan Kak Jo, berarti Mbak sudah kebal dong dengan pacar aku?" tanya Zira.
"Iya Mbak, Kak Jo memang teman aku," sahut Kanaya.
"Teman? sejak kapan?"
"Sejak SMA."
Zira menatap Jonathan, kali ini bukan Kanaya yang menjawab tapi Jonathan.
"Wah lama juga ya, berarti Mbak tahu semuanya tentang Jo dong? Mbak mau kan temenan sama aku? soalnya aku ga punya teman wanita kebanyakan teman aku pria," seru Zira.
Kanaya melihat ke arah Jonathan dan Jonathan terlihat menggelengkan kepalanya pelan. Zira menghampiri Kanaya dan mengulurkan tangannya.
"Kenalkan namaku Zira!"
Kanaya pun tidak punya pilihan lain, akhirnya Kanaya membalas uluran tangan Zira.
__ADS_1
"Kanaya."
"Mulai sekarang kita temenan ya, soalnya aku ingin tanya-tanya banyak hal mengenai Jo," bisik Zira kepada Kanaya.
Kanaya hanya bisa tersenyum kecil, Zira pun meminta nomor ponsel Kanaya dan lagi-lagi Kanaya tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan nomor ponselnya.
"Nay, aku pergi dulu terima kasih sarapannya." seru Jonathan.
"Iya Kak, sama-sama."
"Sayang tunggu, kok aku ditinggal sih!" teriak Zira.
Zira pun segera membayar cakenya dan berlari menyusul Jonathan, sedangkan Kanaya hanya bisa menghembuskan napasnya pelan sungguh Kanaya merasa aneh dengan perasaannya, kenapa dia bisa cemburu melihat Jonathan dengan Zira.
"Cemburu? tidak-tidak, aku tidak mungkin cemburu melihat mereka memangnya aku siapanya Kak Jo," gumam Kanaya dengan menggelengkan kepalanya.
Berbeda dengan Daniel, saat ini Daniel merasa sangat kesal dengan pria yang tadi datang ke toko kue milik Kanaya.
"Siapa pria itu? aku tidak akan pernah mundur, walaupun pria itu calon suami Kanaya tapi aku akan tetap merebut hati Kanaya jangankan baru calon sudah jadi suaminya pun aku akan menyingkirkannya," gumam Daniel dengan senyumannya.
Daniel memang sudah jatuh cinta kepada Kanaya sejak pertama mereka bertemu dan Daniel memang mempunyai sifat sedikit aneh.
Daniel akan terus berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan walaupun dia harus merebutnya, Daniel selalu terobsesi kepada segala sesuatu yang dia inginkan begitu pun dengan Kanaya.
"Pokoknya Kanaya harus menjadi milikku, dan kalau aku tidak bisa memiliki Kanaya maka orang lain pun tidak boleh memilikinya," gumam Daniel.
Dulu Daniel sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita saking cinta dan terobsesinya, Daniel tidak membiarkan wanitanya bebas bahkan kemanapun wanitanya pergi, Daniel selalu menyuruh orang untuk mengikutinya.
Lama-kelamaan wanita itu jenuh dan meminta putus kepada Daniel, Daniel yang mempunyai sifat keras dan gampang marah sangat emosi mendengar pacarnya meminta putus hingga akhirnya Daniel kalap dan justru malah membuat wanita itu celaka dan akhirnya meninggal dunia.
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1