Pesona Si Gadis Culun

Pesona Si Gadis Culun
Cobaan Cinta Kanaya & Jonathan


__ADS_3

🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Malam pun tiba....


Jonathan sudah menghubungi Zira kalau malam ini dia ingin membicarakan hal penting kepada Zira dan Zira menyetujuinya, Zira pura-pura tidak tahu apa yang akan Jonathan katakan.


Jonathan sudah menunggu kedatangan Zira dengan perasaan yang sangat gugup, Jonathan takut Zira tidak akan menerimanya.


"Hallo sayang!"


Zira memeluk Jonathan dari belakang dan mencium pipi Jonathan.


"Zira, kita makan dulu habis itu baru aku akan mengatakan sesuatu sama kamu," seru Jonathan.


"Kamu mau mengatakan apa sih? aku jadi penasaran, apa jangan-jangan kamu mau melamarku," sahut Zira dengan senyumannya.


"Nanti saja, sekarang kita makan dulu."


Jonathan dan Zira pun mulai menyantap makanan yang sudah sejak awal Jonathan pesan. Zira sebenarnya pura-pura tersenyum padahal dalam hatinya begitu sangat sesak, sudah dipastikan malam ini Jonathan akan memutuskannya.


Beberapa saat kemudian, keduanya pun selesai makan. Jonathan terlihat menimbang-nimbang harus darimana dia mengawali pembicaraannya.


"Zira, maafkan aku."


"Maaf untuk apa?" tanya Zira.


"Sepertinya hubungan kita harus berakhir cukup disini, aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi, aku tidak bisa memaksakan mencintaimu sedangkan hatiku milik wanita lain, jadi aku harap kamu mau menerima keputusanku."


"Apakah wanita itu Kanaya?" tanya Zira dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Iya, dia Kanaya wanita yang selama ini tidak bisa aku lupakan walaupun sudah bertahun-tahun lamanya aku berpisah dengannya."


Tes...


Airmata Zira pun menetes. "Apa kelebihan Kanaya sampai-sampai kamu tidak bisa melupakannya? kenapa kamu lebih memilih janda yang sudah punya anak dibandingkan aku yang selama ini sudah tulus mencintaimu," seru Zira dengan bibir bergetar.


"Maafkan aku Zira, cinta memang tidak bisa dipaksakan. Aku sudah salah karena sudah memberimu kesempatan untuk masuk dalam hidupku. Kamu wanita yang cantik, kamu pantas mendapatkan pendamping yang lebih segala-galanya dariku, aku bukan pria yang pantas untuk kamu cintai karena cintaku hanya untuk Kanaya."


"Tapi aku tidak mau pria lain, aku sangat mencintaimu Jo."


"Zira kalau dipaksakan ke depannya tidak akan bagus, dan aku juga tidak akan bisa membalas cintamu jadi aku mohon kamu mengertilah."

__ADS_1


Tiba-tiba Zira bangkit dari duduknya dengan menghapus airmatanya dengan kasar.


"Tadi sore aku sudah bertemu dengan orangtuamu dan aku sudah memutuskan minggu depan kita akan menikah, aku tidak peduli kamu mencintaiku atau tidak."


Deg...


Jonathan membelalakan matanya, sungguh dia tidak menyangka kalau Zira akan melakukan hal sejauh itu tanpa sepengetahuannya.


Zira mulai melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Jonathan tapi Jonathan menahannya.


"Zira, aku mohon aku tidak bisa menikah denganmu karena aku tidak mencintaimu."


"Stop Jo!! tadi aku sudah bilang, aku tidak peduli kamu mencintaiku atau tidak yang jelas aku sudah memutuskan kalau minggu depan kita menikah dan kedua orangtua kita sudah menyetujuinya," seru Zira.


Jonathan terdiam, hingga akhirnya Jonathan tiba-tiba berlutut di hadapan Zira membuat Zira terkejut.


"Aku mohon Zira, batalkan pernikahan itu karena aku tidak bisa menikah denganmu," mohon Jonathan.


Airmata Zira kembali menetes, sungguh hati Zira malam ini hancur berkeping-keping. Cukup lama Zira berdiri, memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan kepada Jonathan.


"Maaf Jo, keputusanku sudah bulat mau tidak mau, setuju tidak setuju, minggu depan kita akan tetap menikah jadi persiapkan diri kamu," seru Zira.


Zira pun segera berlari meninggalkan Jonathan, lemas sudah tubuh Jonathan tanpa terasa airmata Jonathan pun menetes.


Sementara itu dari kejauhan, Daniel terlihat mengepalkan tangannya. Dia memang sengaja mengikuti adiknya karena dia curiga kalau adik kesayangannya itu akan bertemu dengan Jonathan dan ternyata dugaannya benar, Zira menemui Jonathan dan Jonathan sudah menyakiti Zira.


"Awas kamu, kamu akan membayar apa yang sudah kamu lakukan malam ini kepada adik kesayanganku," batin Daniel.


***


Empat hari kemudian....


Semenjak kejadian malam itu, Jonathan dan Kanaya tidak pernah bertemu bahkan telepon dari Kanaya pun terpaksa Jonathan abaikan.


Jonathan ingat dengan ucapan Daniel waktu itu, sehari semenjak Jonathan memutuskan Zira, ternyata Daniel mengajak Jonathan untuk bertemu.


Flash back on....


"Ada apa kamu ngajak aku bertemu?" seru Jonathan dengan dinginnya.


"Duduk dululah, santai-santai," sahut Daniel dengan menyesap kopinya.


Jonathan pun duduk di hadapan Daniel..


"Cepat katakan jangan banyak basa-basi, aku sibuk," seru Jonathan.


"Kamu tahu, kamu sudah menyakiti hati adik kesayanganku semenjak kemarin Zira tidak mau makan dan kerjaannya hanya mengurung diri di kamarnya, kamu harus tanggung jawab atau kamu akan tahu akibatnya."


"Aku harus tanggung jawab apa? aku sudah mengakui kesalahanku dan aku sudah meminta maaf kepada Zira, ini semua memang salahku sudah menerima Zira tapi bukankah urusan hati tidak bisa ditoleransi. Aku sudah mencintai Kanaya sejak dulu dan cintaku hanya untuk Kanaya jadi aku minta maaf dengan sebesar-besarnya karena aku tidak bisa melanjutkan hubungan itu dengan Zira," seru Jonathan.

__ADS_1


Daniel mengepalkan tangannya bahkan rahangnya sudah terlihat mengeras.


"Pokoknya aku tidak mau tahu, kalau minggu depan kamu tidak datang untuk akad nikah, aku pastikan hidup Kanaya dan anaknya akan dalam bahaya," ancam Daniel.


Jonathan membelalakan matanya. "Jangan pernah kamu menyentuh Kanaya dan Arka, atau kamu akan tahu akibatnya," seru Jonathan dengan penuh emosi.


"Aku tidak takut, pokoknya kamu harus ingat karena aku tidak pernah main-main dengan ucapanku. Berani kamu tidak datang dalam acara akad nikah, jangan harap kamu akan bertemu lagi dengan Kanaya dan anaknya."


Daniel pun bangkit dari duduknya dan langsung meninggalkan Jonathan yang terlihat sangat frustasi.


Flash back off....


Jonathan menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya, Jonathan sangat rindu kepada Kanaya dan Arka tapi Jonathan tidak bisa berbuat apa-apa. Jonathan tidak mau sampai terjadi kenapa-napa kepada Kanaya dan Arka.


"Maafkan aku Nay, pasti kamu akan marah lagi sama aku," batin Jonathan.


Jonathan beberapa kali memukul meja kerjanya membuat tangannya memerah, baru kali ini Jonathan menjadi pria paling tidak berguna karena tidak bisa membahagiakan orang-orang yang dia sayangi, apalagi sekarang Jonathan akan menorehkan luka lagi di hati Kanaya.


Sementara itu...


"Bunda, kok Ayah ga pernah menemui Arka lagi? apa Ayah sudah lupa ya sama Arka?" tanya Arka.


"Mungkin Ayah sedang sibuk sayang, nanti kalau sudah tidak sibuk pasti Ayah datang menemui Arka lagi," sahut Kanaya dengan senyumannya.


Arka pun kembali bermain setelah mendengar jawaban dari Bundanya.


"Kak Jo kemana? sudah empat hari ini tidak pernah ke toko bahkan aku hubungi saja tidak pernah diangkat, di WA tidak pernah dibalas padahal sudah jelas-jelas pesanku dibaca, apa dia sibuk? tapi masa sesibuk itu sampai-sampai tidak sempat mengangkat atau membalas pesanku," batin Kanaya.


Entah kenapa perasaan Kanaya merasa tidak enak, Kanaya merasa seperti akan terjadi sesuatu kepada dirinya dan Jonathan.


🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2