Pesona Si Gadis Culun

Pesona Si Gadis Culun
Jodoh Yang Tertunda


__ADS_3

🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


1 bulan pun berlalu....


Saat kondisi Kanaya sudah sangat membaik cuma untuk ke toko Kanaya belum bisa karena Jonathan sangat melarang Kanaya untuk bekerja dulu.


Kanaya saat ini sedang berada di rumah Pak Krismawan yang merupakan mertuanya. Arka sangat senang bermain dengan Kakeknya, sementara itu Kanaya sedang memasak untuk makan siang.


"Pa, Arka, mainnya sudah dulu kita makan siang dulu yuk!" ajak Kanaya.


"Ayo sayang kita makan dulu, Kakek sudah lapar mencium bau masakan Bunda kamu."


"Arka juga lapar Kek."


Pak Krismawan dan Arka pun menghampiri meja makan, Kanaya menuangkan nasi dan lauk pauknya untuk Pak Krismawan dan juga Arka.


"Makan yang banyak Pa."


"Tentu saja, Papa sudah lama tidak merasakan masakan kamu."


"Maaf Pa, Kanaya jarang menemui Papa."


"Tidak apa-apa kamu tidak usah meminta maaf. Oh iya Nay, bagaimana kelanjutan hubungan kamu dengan Jo?" tanya Pak Krismawan.


Kanaya seketika menghentikan makannya, merasa canggung dan tidak tahu harus menjawab apa karena jujur Kanaya merasa tidak enak hati.


"Tidak tahu Pa."


"Kok tidak tahu? Papa sudah mengizinkan kamu untuk menikah dengan Jo, dia pria yang baik jadi Papa sangat setuju dan tenang menyerahkan kamu dan Arka kepada Jo."


"Tapi Pa----"


"Tidak ada tapi-tapian, kamu dan Arka berhak bahagia lagipula Papa sudah tua jadi jikalau suatu saat nanti Papa menyusul Rama, Papa tidak akan khawatir lagi akan nasib kamu dan Arka," seru Pak Krismawan.


Tes...


Airmata Kanaya seketika menetes, Kanaya pun bangkit dari duduknya dan langsung memeluk mertuanya itu.


"Papa...."


"Kamu dan Arka harus bahagia," seru Pak Krismawan dengan mengusap kepala Kanaya.


"Maafkan Kanaya Pa karena Kanaya tidak bisa setia kepada Rama."


"Hai kok kamu bicara seperti itu? Rama itu sudah tenang Nay, mungkin Rama akan lebih tenang lagi kalau kamu dan Arka ada jagain dan Jo adalah pria yang tepat untukmu. Papa tahu kisah kamu dan Jo dulu dari Rama dan mungkin saja kamu dan Jo itu adalah jodoh yang tertunda."


Kanaya tersentak, dia tidak menyangka kalau Rama akan menceritakan semuanya kepada mertuanya itu.


"Sudah, pokoknya kamu jangan banyak mikir lagi. Apa perlu Papa lamarkan kamu kepada Jo?" goda Pak Krismawan.


"Lah, kok malah Kanaya yang melamar Kak Jo? bukanya itu kebalik ya, seharusnya Kak Jo dong yang lamar Kanaya."


Pak Krismawan terkekeh melihat raut wajah menantunya yang memerah, dia tahu kalau saat ini menantunya itu sedang bahagia dan dia berharap Kanaya dan Arka akan selalu bahagia.


***


Malam pun tiba...


Kanaya saat ini sedang bersolek karena Jonathan sudah menghubunginya kalau malam ini dia akan datang ke rumahnya.

__ADS_1


"Cie..cie..yang doinya mau datang ke rumah, dari tadi ga selesai-selesai dandan," goda Gina.


"Apaan sih Gin, tapi lihat deh apa penampilanku saat ini sudah cantik?" seru Kanaya.


Gina memutari tubuh Kanaya. "Perfect..." sahut Gina dengan mengacungkan jempolnya.


"Arka mana?"


"Sudah tidur."


"Tumben cepat banget tidurnya?" tanya Kanaya.


"Kan sengaja aku kelonin dia lebih awal, soalnya malam ini Bunda sama Ayahnya mau kencan, jadi takut mengganggu," sahut Gina dengan tawanya.


"Ih, kamu bisa aja."


Tiba-tiba terdengar suara mobil yang masuk ke pekarangan rumah Kanaya, Gina pun segera menuju jendela untuk melihatnya.


"Ya ampun Ay, kok Kak Jo datangnya bersama kedua orangtuanya sih."


"Hah, serius kamu?"


Kanaya segera berlari dan melihat langsung ke bawah. "Astaga, iya benar kok Kak Jo ga bilang kalau dia akan datang bersama kedua orangtuanya," sahut Kanaya gugup.


"Sudah jangan gugup kaya gitu, ayo kita ke bawah aku temenin kamu."


"Tapi aku deg-degan loh Gin, padahal dulu pas aku mau ketemu sama Papa tidak deg-degan seperti ini, biasa saja."


"Ya sudah, sekarang kamu tarik napas terus keluarin pelan-pelan supaya kamu sedikit rileks."


Kanaya pun mengikuti apa yang dikatakan Gina dan keduanya pun akhirnya turun ke bawah untuk menemui Jonathan dan kedua orangtuanya.


"Selamat malam Om, Tante."


Kanaya mencium punggung tangan kedua orangtua Jonathan, sedangkan Jonathan dari tadi tidak henti-hentinya melihat ke arah Kanaya.


"Kan biar kejutan," sahut Jonathan.


"Begini Kanaya, sebenarnya Om dan Tante yang memaksa untuk ikut kepada Jo karena Om dan Tante sudah tidak mau menunggu lama lagi. Malam ini, Om dan Tante ingin melamar kamu untuk menjadi istri Jo," seru Papanya Jonathan.


Kanaya sangat terkejut, awalnya Kanaya mengira kalau kedua orangtua Jonathan tidak akan bisa menerima dia yang jelas-jelas berstatus janda dengan satu anak tapi diluar dugaan ternyata kedua orangtua Jonathan sangat menerima Kanaya apa adanya.


"Bagaimana Kanaya, apa kamu mau menerima lamaran kami?" seru Mamanya Jonathan.


Kanaya terdiam dan dia pun menoleh ke arah Gina, Gina tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Iya Om, Tante, Kanaya menerima lamaran ini," sahut Kanaya dengan menundukan kepalanya karena merasa malu.


Semuanya pun ikut bahagia dengan jawaban Kanaya, terutama Jonathan yang sudah sangat lama menunggu jawaban itu dan akhirnya sekarang Kanaya akan benar-benar menjadi miliknya.


Setelah berbincang-bincang, akhirnya sudah diputuskan kalau minggu depan Kanaya dan Jonathan akan menikah. Kanaya meminta pernikahannya sederhana saja jangan terlalu mewah, mengingat status dia yang seorang janda rasanya Kanaya merasa malu kalau harus menyelenggarakan pernikahan yang mewah.


***


Keesokan harinya...


Jonathan menjemput Kanaya karena hari ini Jonathan dan Kanaya akan fitting baju pengantin mereka.


Setelah selesai fitting baju, Jonathan pun mengajak Kanaya untuk makan siang.


"Sayang, kamu serius tidak mau pesta pernikahan yang mewah?" tanya Jonathan.


"Tidak ah Kak, aku malu status aku kan sudah janda mana sudah ada buntutnya lagi."


"Ya ga apa-apalah, walaupun kamu seorang janda dengan satu anak tapi aku bangga bisa mendapatkanmu dan aku ingin semua orang tahu kalau Kanaya Cempaka adalah istrinya Jonathan Darsono."


"Tidak usahlah Kak, itu terlalu berlebihan bagaimana kalau outdoor saja dari dulu aku mempunyai impian pengen menikah out dor gitu. Dulu aku sempat bilang kaya gitu sama A Rama, tapi A Rama sama kaya Kak Jo pengennya pernikahan mewah dan akhirnya aku mengalah, tapi sekarang bolehkah aku meminta itu kepadamu?"

__ADS_1


"Hemmm...boleh ga ya? sepertinya kalau ada imbalannya aku akan mengabulkan permintaanmu."


"Imbalan? imbalan apaan?"


Jonathan menunjuk pipinya membuat Kanaya mencubit paha Jonathan dengan gemasnya.


"Aw..sakit sayang."


"Mangkanya jadi orang jangan genit, masa di tempat ramai kaya gini minta dicium sih," kesal Kanaya.


"Ya ga apa-apa, cuma pipi kok."


"Enggak."


Akhirnya Jonathan pun hanya bisa cemberut, sampai makanan datang pun Jonathan masih cemberut bahkan Jonathan makan dengan kesalnya karena Kanaya tidak mau menuruti keinginannya.


Kanaya pun tersenyum melihat kelakuan Jonathan yang cemberut seperti itu.


"Idih ngambekan kaya Arka aja kalau ga dikasih mainan suka cemberut," goda Kanaya.


"Bodo."


Lama-kelamaan Kanaya pun tidak tega melihat Jonathan yang cemberut itu, akhirnya dengan malu-malu Kanaya menarik lengan kemeja Jonathan.


Cup...


Kanaya mencium pipi Jonathan dan tentu saja itu membuat Jonathan membelalakan matanya.


"Jangan suka ngambekan, nanti gantengnya hilang."


Jonathan pun akhirnya tersenyum dan langsung memeluk Kanaya. "Hai, lepasin malu tahu dilihatin banyak orang," seru Kanaya.


"Bodo, aku ga peduli yang penting aku bahagia dan memeluk calon istriku."


Kanaya pun tersenyum dan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Jonathan.


🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Bagi yang suka genre action, bisa kepoin Gea dan kedua adik kembarnya.



Genre horor pun ada, yang ingin menguji adrenalin di bulan ramadhan ini boleh kepoin juga ke novelku yang satu ini.



Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2