Pesona Si Gadis Culun

Pesona Si Gadis Culun
Penyesalan Terdalam Jonathan


__ADS_3

🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan diantara mereka, apalagi saat ini ada Gina di dalam mobil Rama. Sebenarnya Rama ingin sekali menanyakan sesuatu kepada Kanaya tapi dia tidak enak karena ada Gina.


Sesampainya di rumah, Gina segera turun dari dalam mobil Rama karena Gina tahu ada yang harus mereka bicarakan.


"Ay, aku masuk duluan. Pak Rama, aku pamit masuk," seru Gina.


Kanaya dan Rama pun menganggukan kepalanya bersamaan.


"Nay, ada yang mau aku bicarakan sama kamu."


"Ayo duduk disini A."


Keduanya pun duduk di kursi yang ada di teras. "Apa yang mau Aa bicarakan sama aku?" tanya Kanaya.


"Mengenai ucapan kamu di atas panggung tadi, maksudnya apa saat jelek dihina dan sekarang kamu sudah cantik Jo menyukai kamu, berarti kamu sudah kenal dong sama Jo? kenapa kamu dan Jo kompak bilang kalau kalian tidak saling kenal?"


Kanaya menghela napasnya dan mengeluarkannya secara perlahan, mungkin ini saatnya Rama harus tahu yang sebenarnya.


"Iya A, aku kenal sama Kak Jo dia adalah Kakak kelasku di kampung dulu."


"Tapi kenapa kalian membohongiku?"


"Aku tidak bermaksud untuk membohongi Aa karena yang sebenarnya aku sangat membenci dia melebihi dari apa pun, mangkanya saat Aa tanya aku kenal sama Kak Jo, aku bilang ga kenal karena aku memang ga mau menyebut-nyebut nama dia lagi."


"Kalau boleh tahu, apa yang membuat kamu benci kepada Jo."


Awalnya Kanaya enggan menceritakan semuanya karena itu semua hanya akan membuka luka hatinya saja tapi sepertinya Rama memang harus tahu.


"Aa pernah lihat kan bagaimana wajah aku dulu?"


"Iya, terus?"


"Di zaman SMA aku selalu mendapat bullyan dan hinaaan dari teman-teman satu sekolahan, mereka tidak mau dekat-dekat dengan aku bahkan mereka seolah-olah jijik kalau melihat aku. Dulu aku mendapat julukan manusia alien, mereka memanggilku seperti itu karena wajahku yang buruk rupa."


Mata Kanaya sudah mulai berkaca-kaca. "Orang yang selalu membully dan menghinaku dengan kejam dialah Kak Jo, bahkan dia tidak pernah membiarkan aku hidup tenang di sekolah."

__ADS_1


Kanaya menghentikan ucapannya dan tanpa terasa airmatanya pun menetes, Kanaya sellu sesak kalau mengingat kejadian dulu. Rama menghampiri Kanaya dan berjongkok di hadapan Kanaya, kemudian Rama menghampus airmata Kanaya.


"Aku tidak menyangka kalau Jo setega itu sama kamu."


"Bahkan Kak Jo menyebarkan fitnah kalau aku punya penyakit menular sehingga aku di keluarkan dari sekolah dan terancam tidak bisa mengikuti ujian nasional tapi Alhamdulillahnya kepala sekolah memberiku kesempatan untuk mengikuti ujian nasional itu."


Rama memperhatikan Kanaya, dia mendengarkan semua cerita Kanaya tanpa berniat untuk memotongnya. Tangan Rama dari tadi menggenggam tangan Kanaya yang bahkan Rama rasakan sudah sedikit gemetar.


"Tidak sampai disitu, ternyata Kak Jo menyuruh teman-temannya untuk menyebarkan fitnah itu ke tempat tinggal aku sehingga aku dan kedua orang tuaku diusir dari kampung bahkan rumah kami hancur karena dilempari batu, untungnya ada Juragan Wasta yang baik hati mau menampung kami di bedengnya yang kemarin Aa datang."


Kanaya menundukan wajahnya, airmatanya semakin deras Rama bisa merasakan bagaimana sakit dan menderitanya Kanaya saat itu. Punda Kanaya bergetar hebat membuat Rama tidak tega dan akhirnya menarik tubuh Kanaya dalam dekapannya.


"Kamu tenang saja Nay, mulai sekarang ada aku yang akan selalu ada untukmu aku tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti kamu lagi termasuk Jo," seru Rama.


Rama terlihat mengepalkan tangannya, ternyata Jo adalah biang penderitaan Kanaya selama ini. Kanaya semakin mengeratkan pelukannya, entah kenapa Kanaya merasa nyaman berada dalam pelukan Rama.


Cukup lama mereka berpelukan, hingga pada akhirnya Kanaya melepaskan pelukannya.


"Kenapa kamu ga bilang dari dulu sama aku?"


"Aku ga mau semua orang tahu karena aku pun berusaha untuk melupakannya tapi aku tidak menyangkan kalau Kak Jo adalah teman Aa."


Rama kembali menghapus airmata Kanaya. "Sudah jangan menangis lagi, aku ga suka melihatmu menangis."


"Terima kasih A, karena selama ini Aa sudah terlalu baik sama aku."


"Aa juga hati-hati di jalan."


"Pasti."


Kanaya pun akhirnya masuk ke dalam rumah, sedangkan Rama pun masuk ke dalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya menuju suatu tempat. Entah apa dan siapa yang Rama hubungi, yang pasti saat ini Rama sudah terlihat sangat kesal.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Rama pun sampai di sebuah taman kota dan disana pun sudah terparkir sebuah mobil.


Rama segera menghampiri seseorang yang saat ini sedang berdiri di samping mobilnya dengan tubuh yang bersandar ke body mobil.


Bughh...


Rama langsung memukul orang itu sehingga orang itu terjungkal ke jalanan.


"Kurang ajar kamu Jo, ternyata biang penderitaan Kanaya selama ini adalah kamu!" bentak Rama.


Jonathan masih terduduk di jalanan tanpa menjawab ucapan Rama, Rama kembali menarik kerah baju Jonathan dan hendak memukulnya kembali tapi kepalan tangannya tertahan dan menatap tajam ke arah Jonathan.


"Kenapa berhenti? ayo pukul lagi, pukul aku sampai kamu puas," seru Jonathan.

__ADS_1


Rama menurunkan tangannya dan menghempaskan tubuh Jonathan sehingga Jonathan terhunyung ke belakang. Rama duduk di kursi taman dengan napas yang masih terlihat tersengal karena menahan emosi.


"Kenapa kamu melakukan semua itu kepada Kanaya?"


"Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, begitu pun denganku. Dulu aku memang sudah jahat karena memperlakukan Kanaya dengan begitu kejamnya tapi setelah kejadian itu, hidupku menjadi tidak tenang aku selalu dihantui perasaan bersalah dan sejak itu aku berusaha mencari Kanaya untuk meminta maaf tapi aku sama sekali kehilangan jejaknya hingga disaat pertama kali aku menginjakan kakiku di Jakarta ini, aku tidak menyangka akan bertemu dengan Kanaya di pabrik kamu."


Jonathan menghembuskan napasnya dengan kasar dan perlahan menghampiri Rama dan duduk di samping Rama.


"Awalnya aku memang mau minta maaf kepada Kanaya tapi lama-kelamaan tiba-tiba rasa itu muncul, rasa yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Bukan berarti Kanaya sudah cantik dan aku mulai menyukainya, tapi rasa itu muncul dengan sangat cepat dan aku tidak bisa menolak perasaan itu," seru Jonathan.


"Dan sekarang kamu sudah tahu kan kalau Kanaya adalah kekasihku, jadi tolong jangan ganggu Kanaya lagi jangan buat Kanaya sedih lagi karena aku tidak akan membiarkan siapapun melukai hati Kanaya lagi," sahut Rama.


Jonathan hanya terdiam sembari menundukan kepalanya. Rama bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya.


"Tolong bahagiakan Kanaya, karena selama ini dia sudah terlalu menderita bahkan disaat pertama masuk pabrik kamu pun, dia masih mendapatkan perlakukan tidak baik dari karyawan-karyawanmu. Kanaya berhak mendapatkan kebahagiaan dan itu adalah tugas kamu," seru Jonathan.


"Tanpa kamu beri tahupun, aku pasti akan membahagiakan Kanaya."


Rama pun membuka pintu mobilnya dan segera masuk ke dalam mobil, Rama mulai melajukan mobilnya meninggalkan Jonathan yang masih terdiam terpaku.


Sakit hati dan penyesalan yang mendalam yang saat ini sedang Jonathan rasakan, sekarang dia tahu bagaimana rasanya Kanaya waktu dulu yang selalu dia bully dan perlakukan Kanaya dengan kejam.


Memang benar apa yang dikatakan Kanaya, akibat bullyan itu bisa mengakibatkan defresi, trauma, bahkan bunuh diri bagi orang yang tidak kuat menerimanya. Bahkan kalau dirinya menjadi Kanaya belum tentu dia akan kuat menerima bullyan dan hinaan seperti Kanaya.


🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2