
π
π
π
π
π
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Jonathan pun sampai di rumah Tuan Krismawan. Saat ini waktu menunjukan pukul 20.00 malam belum terlalu malam jadi Jonathan pikir Tuan Krismawan belum tidur.
Tok..tok..tok...
Ceklek...
"Jo..."
"Om, apakabar?"
"Alhamdulillah baik, ayo silakan masuk Jo."
Jonathan pun masuk mengikuti Tuan Krismawan.
"Ayo silakan duduk Jo."
"Terima kasih Om."
"Kapan kamu pulang, Jo?"
"Tadi pagi Om, Om maafkan Jo kalau Jo sama sekali tidak tahu atas kabar Rama semenjak Jo pergi, Jo langsung mengganti nomor ponsel Jo jadi Jo tidak tahu apa-apa mengenai Rama," sesal Jonathan.
"Tidak apa-apa Jo, lagipula kejadiannya juga begitu cepat cuma kasihan saja Kanaya ditinggalkan oleh tiga orang sekaligus."
"Tiga orang sekaligus, maksud Om apa?" tanya Jonathan bingung.
"Rama mengalami kecelakaan saat hendak mengantarkan kedua orang tua Kanaya pulang ke kampung, mobil Rama di tabrak oleh truk tronton yang remnya blong dan Rama meninggal beserta kedua orang tua Kanaya," jelas Tuan Krismawan.
Lemas sudah tubuh Jonathan, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi hatinya benar-benar sakit mendengar berita itu. Jonathan tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya Kanaya waktu itu.
"Sekarang Kanaya tinggal dimana Om?"
"Jauh sebelum Rama menikah dengan Kanaya, Rama sudah membeli sebuah rumah dan rencananya Rama akan memberi kejutan kepada Kanaya sebagai hadiah kehamilan Kanaya."
"Hamil?"
"Iya, disaat Rama meninggal Kanaya sedang mengandung dan usia kandungannya baru dua minggu."
Lagi-lagi Jonathan dibuat terkejut, selama dia pergi ternyata sudah banyak kejadian yang dia tidak tahu. Jonathan benar-benar tidak bisa membayangkan keadaan Kanaya saat orang-orang yang dia sayangi harus pergi dalam waktu bersamaan.
Tuan Krismawan menceritakan semuanya kepada Jonathan, dan Jonathan mendengarkannya dengan seksama. Setelah berbincang-bincang, akhirnya Jonathan pun pamit pulang tapi sebelum pulang, Jonathan pun meminta alamat rumah dan toko Kanaya.
Disinilah sekarang, mobil Jonathan berhenti disebuah rumah berlantai dua tatapannya lurus ke rumah itu.
"Aku tidak bisa membayangkan pasti hati kamu hancur Nay, maafkan aku karena aku tidak ada disaat masa-masa tersulitmu. Aku janji, mulai sekarang dan seterusnya aku tidak akan pernah meninggalkanmu," gumam Jonathan.
Tiba-tiba ponsel Jonathan pun berbunyi, dilihatnya nama Zira disana. Jonathan hanya melihatnya setelah itu dia lempar ponselnya ke bangku belakang, untuk saat ini hanya Kanaya yang Jonathan pikirkan.
__ADS_1
Jonathan pun mulai menghidupkan mobilnya dan meninggalkan rumah Kanaya. Sementara itu di rumah Zira, Zira terlihat uring-uringan karena dia sudah menghubungi Jonathan sampai belasan kali tapi Jonathan tidak mengangkatnya sama sekali.
"Ih, kamu itu lagi ngapain sih Jo? kenapa telepon aku ga diangkat sih? nyebelin banget kamu," kesal Zira.
Tok..tok..tok..
"Masuk aja ga dikunci!" teriak Zira.
Ceklek, pintu kamar Zira pun terbuka seorang pria tampan masuk ke kamar Zira dengan senyumannya.
"Hai girl, apa kamu tidak merindukan Kakakmu yang tampan ini."
Zira menoleh dan langsung berlari memeluk Kakaknya itu. "Tentu saja Zira sangat merindukan Kak Daniel."
Ya, pria itu adalah Daniel dan Daniel merupakan Kakak Zira. Daniel selama ini memang tidak tinggal di rumah kedua orang tuanya, Daniel lebih memilih tinggal bersama Neneknya.
"Bagaimana keadaan Nenek, Kak?"
"Alhamdulillah, Nenek baik-baik saja."
"Syukurlah kalau begitu."
Zira pun mengajak Kakaknya itu untuk duduk di tempat tidurnya. "Bagaimana Kak, apa Kakak sudah mempunyai calon untuk dikenalkan sama Mama dan Papa?" tanya Zira.
"Belum, Kakak belum bisa menemukan wanita yang cocok tapi saat ini ada seorang wanita yang selalu mengganggu pikiran Kakak."
"Siapa Kak? pasti itu wanita beruntung sekali karena dicintai oleh Kakakku yang tampan ini."
"Sayangnya wanita itu istri orang."
"Whaaaatttt? jangan bercanda Kak, masa Kakak suka sama istri orang? memangnya Kakak tidak bisa mencari yang single itu kan banyak Kak."
"Hati-hati loh Kak, jangan diterusin perasaannya bahaya kalau suaminya tahu bisa kelar hidup Kakak."
"Bukankah milik orang jauh lebih menggoda," sahut Daniel dengan mengedipkan sebelah matanya.
Zira hanya bisa geleng-geleng kepala, dia tidak habis pikir kenapa Kakaknya bisa jatuh cinta kepada istri orang.
Sementara itu, Jonathan baru saja pulang dia langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan Mama dan Papanya yang dari tadi khawatir menunggu kepulangannya.
Papa Jonathan sudah menikah lagi dua tahun yang lalu, semenjak Jonathan memutuskan untuk melanjutkan kuliah, Papa Jonathan pindah ke Jakarta untuk mengurus perusahaan yang Jonathan kelola. Nah, disaat Papa Jonathan melakukan meeting di sebuah perusahaan, Papa Jonathan bertemu dengan Mama Jonathan yang sekarang dia adalah janda tanpa anak.
"Kanaya, aku ingin sekali bertemu dengannya," gumam Jonathan.
***
Keesokan harinya....
Jonathan sudah bangun pagi-pagi sekali, entah kenapa semalam dia tidak bisa tidur dalam pikirannya terus saja terbayang wajah Kanaya.
"Kamu mau kemana Jo, pagi-pagi sudah bangun?" tanya Mama tiri Jonathan.
"Jo ada urusan."
"Sama Zirakah?"
"Tidak."
__ADS_1
Setelah menyantap rotinya, Jo pun segera pergi menuju rumah Kanaya. Sesampainya di rumah Kanaya, Jo masih diam di dalam mobilnya dia tidak berani masuk.
Cukup lama Jonathan menunggu, hingga akhirnya Gina pun keluar dengan menggandengan Arka yang saat ini terlihat sangat ceria.
"Apakah itu anaknya Kanaya?" gumam Jonathan.
Gina dan Arka pun masuk ke dalam mobil, disusul Kanaya yang baru saja keluar dari dalam rumah. Dada Jonathan langsung berdesir saat melihat Kanaya, wanita yang sampai saat ini masih menempati hatinya.
Pagi ini, Rendi tidak bisa mengantarkan Gina dan Arka soalnya pagi-pagi ada meeting di kantornya. Mobil Kanaya mulai melaju meninggalkan rumahnya, dan Jonathan pun mengikuti mobil Kanaya.
"Kamu semakin cantik Nay, kalau begini aku jadi semakin tidak bisa melupakanmu," gumam Jonathan kembali dengan senyumannya.
Tiba-tiba ponsel Jonathan berbunyi dan tertera nama Zira disana, Jonathan sebenarnya malas mengangkat telepon dari Zira tapi kasihan juga soalnya dari tadi malam Jonathan tidak mengangkatnya.
π"Hallo."
π"Hallo sayang, ya ampun dari tadi maam aku neleponin kamu dan sekarang baru kamu angkat, kamu kemana saja sih?"
π"Maaf, tadi malam aku sudah tidur," dusta Jonathan.
π"Oh...sayang, hari ini kita jalan-jalan yuk mumpung cuaca sangat cerah."
π"Maaf Zira aku tidak bisa, hari ini aku ada urusan penting."
π"Urusan apa? memangnya urusan kamu lebih penting daripada aku ya?" kesal Zira.
"Tentu saja, Kanaya segalanya buatku," batin Jonathan.
π"Sayang, kok malah diam?"
π"Sudah dulu ya Zira, nanti aku telepon balik."
Jonathan pun segera memutuskan sambungan teleponnya dan itu membuat Zira semakin kesal.
Mobil Kanaya pun sampai di depan sekolah Arka, Arka dan Gina pun masuk ke dalam sekolah sementara Kanaya kembali masuk ke dalam mobilnya menuju toko kuenya.
π
π
π
π
π
Maaf ya, Author tidak bisa double up soalnya ada 3 novel yang on going jadi Author hanya bisa up 1 bab perhari, tapi jangan khawatir Author akan up setiap hari jadi mohon pengertian dan kesabarannyaππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU