
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Di Australia...
Jonathan berjalan terburu-buru menuju kampus karena dia sudah sedikit telat.
Bruuukkk....
Jonathan menabrak seorang wanita sampai-sampai wanita itu terjatuh ke tanah.
"Sorry..sorry.."
"Dasar hari sial, kenapa aku bisa tabrakan segala sih," gerutu wanita itu.
Jonathan mengerutkan keningnya, dia pikir wanita yang ditabraknya itu warga lokal soalnya wajahnya blasteran tapi ternyata wanita itu bisa bahasa Indonesia juga.
"Kamu bisa bahasa Indonesia?" tanya Jonathan.
Wanita yang sedang sibuk membersihkan bajunya itu langsung menoleh dan tanpa sadar terpesona dengan ketampanan Jonathan.
"Woi...!" benak Jonathan.
Wanita itu langsung tersadar. "Kamu orang Indonesia juga?" tanya wanita itu.
"Iya, aku orang Indonesia."
"Wah, kebetulan sekali aku juga orang Indonesia. Kenalkan nama aku Zira," serunya dengan mengulurkan tangannya kepada Jonathan.
Jonathan hanya melihat tangan Zira dan tidak lama kemudian Jonathan pun langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Zira.
"Ishh..ishh..ishh..sombong banget tuh cowok."
Zira pun segera berlari dan menyusul Jonathan. "Hai, tadi kan kamu sudah nabrak aku seharusnya kamu minta maaf dong bukannya main pergi begitu saja," kesal Zira.
Jonathan pun menghentikan langkahnya dan menatap wanita cantik dihadapannya itu. "Tadi aku sudah minta maaf ya, kamunya saja yang tidak mendengar," sahut Jonathan dingin.
Jonathan kembali melanjutkan langkahnya tapi lagi-lagi Zira mengejarnya dan menarik lengan Jonathan membuat Jonathan kesal.
"Apaan sih, jangan pegang-pegang," kesal Jonathan.
"Aku cuma mau kenalan sama kamu."
"Maaf aku tidak berminat."
Jonathan kembali pergi meninggalkan Zira. "Ya ampun sombong banget tuh cowok ga mau kenalan sama aku, awas saja suatu saat nanti kamu bakalan mau berkenalan denganku," gumam Zira dengan senyumannya.
***
9 bulan kemudian....
Waktu begitu sangat cepat, saat ini usia kandungan Kanaya sudah memasuki bulan ke sembilan dan sebentar lagi akan melahirkan. Gina adalah orang yang setia menemani Kanaya.
__ADS_1
Saat ini Kanaya sedang duduk santai di kamarnya sembari membaca novel kesukaannya, tiba-tiba perutnya kembali merasakan sakit. Sudah satu minggu ini Kanaya merasakan sakit di bagian perutnya tapi itu tidak berlangsung lama dan menghilang.
Tapi kali ini berbeda, dari tadi malam Kanaya sudah merasakan sakit tapi tidak berani membangunkan Gina dan sekarang rasa sakit itu semakin menjadi-jadi.
"Ya Allah kenapa sakit banget ya," gumamnya.
Tok..tok..tok..
"Bu, waktunya makan siang!" seru Bi Sumi.
"Bi Su--mi to--long."
Walaupun samar-samar tapi Bi Sumi bisa mendengarnya. "Bu, Bibi masuk ya!"
Bi Sumi pun masuk dan betapa terkejutnya Bi Sumi saat melihat Kanaya yang sudah terduduk di lantai dengan wajah penuh keringat.
"Astagfirullah Bu, Ibu kenapa?"
"Perut aku sakit Bi."
"Sepertinya Ibu mau melahirkan, sebentar ya saya panggilkan Pak Katmo dulu."
Bi Sumi pun segera berlari ke bawah untyk memanggil suaminya setelah itu Bi Sumi menghubungi Gina dan Wati. Bi Sumi dan Pak Katmo memapah Kanaya menuruni anak tangga dan segera membawanya ke rumah sakit.
"Sakit Bi."
"Yang sabar Bu, Ibu harus kuat. Pak, cepetan Pak kasihan Bu Kanaya."
"Ini juga sudah cepat Bu."
Bi Sumi membantu menyeka keringat yang memenuhi wajah cantik Kanaya. "Ya Allah, kasihan sekali Bu Kanaya harus melahirkan tanpa ada suami di sampingnya," batin Bi Sumi.
"Bagaimana keadaan Aya, Bi?" tanya Wati cemas.
"Bu Kanaya sudah ada di dalam, kata Dokter Bu Kanaya akan segera melahirkan," sahut Bi Sumi.
"Ya Allah, semoga dilancarkan semuanya kasihan Kanaya," seru Wati.
"Aya wanita kuat Ma, kita harus percaya kalau Aya akan bisa melewatinya," sahut Sopandi.
Semuanya terdiam dan menundukkan kepalanya sembari merapalkan do'a di dalam hati mereka semua semoga Kanaya dan anaknya bisa selamat dan sehat.
***
Sementara itu di Australia...
Saat ini Jonathan sedang berada di apartemennya, Jonathan yang sedang mengotak-ngatik laptopnya mencoba meraih ponselnya di atas nakas tapi tiba-tiba ponselnya malah terjatuh dan menyala sehingga menampilkan foto Kanaya yang sedang tersenyum itu di layar ponselnya.
"Astaga, ada apa ini? kok tiba-tiba perasaanku ga enak, Kanaya ada apa denganmu? semoga kamu baik-baik saja," gumam Jonathan.
Kembali ke Indonesia...
Saat ini Kanaya sedang berjuang melahirkan anaknya, keringat sudah memenuhi wajah dan seluruh tubuhnya.
Oekk...oekk...oekk...
Suara tangisan seorang bayi terdengar sangat nyaring membuat semua orang yang ada di luar ruangan bersalin serempak mengucapkan Hamdallah.
Kanaya meneteskan airmatanya. "A, aku sudah berhasil melahirkan anak kita," batin Kanaya.
__ADS_1
Perlahan penglihatan Kanaya buram dan akhirnya Kanaya tak sadarkan diri. Dokter dengan sigap segera melakukan pertolongan kepada Kanaya.
Ceklek...
Pintu ruangan bersalin pun terbuka, semua orang langsung menghampiri Dokter.
"Dok, bagaimana keadaan menantu dan cucu saya?" tanya Tuan Krismawan.
"Alhamdulillah Tuan semuanya berjalan dengan lancar, anak Ibu Kanaya berjenis kelamin laki-laki, tapi saat ini Ibu Kanaya mengalami pendarahan dan tidak sadarkan diri," seru Dokter.
"Apa? terus bagaimana keadaan Kanaya?" tanya Wati panik.
"Kami sudah menanganinya, kemungkinan Ibu Kanaya beberapa jam ke depan akan kembali sadarkan diri dan untuk bayinya, apa suaminya Ibu Kanaya sudah datang? soalnya harus di adzani."
"Suaminya sudah meninggal Dok, biar saya saja yang mengadzani cucu saya," seru Tuan Krismawan.
"Silakan Tuan."
Tuan Krismawan mengangkat tubuh mungil bayi laki-laki tampan itu, matanya sudah berkaca-kaca bahkan suaranya pun bergetar saat mengumandangkan adzan di telinga sang cucu.
Setelah selesai mengadzani, airmata Tuan Krismawan pun akhirnya menetes juga.
"Rama, lihatlah anakmu tampan sekali mirip dengan kamu waktu bayi," batinnya.
Setelah selesai di urus, Kanaya pun dipindahkan ke ruangan rawat inap. Kanaya masih belum sadarkan diri membuat semua orang menjadi khawatir.
Jonathan yang dari tadi mondar-mandir di kamar apartemennya hendak melangkahkan kakinya mengambil minum tapi lagi-lagi Jonathan menyenggol vas bunga sehingga pecah berantakan.
"Astagfirullah, apa lagi ini?" gumamnya.
Jonathan segera mengambil sapu dan membersihkan pecahan vas bunga itu, hatinya semakin dilanda perasaan yang tidak menentu.
"Ya Allah, padahal ini sudah 9 bulan berlalu tapi kenapa aku ga bisa melupakan Kanaya? malah setiap hari bayangan Kanaya selalu menghantuiku, maafkan aku ya Allah yang sudah berdosa karena selalu memikirkan istri orang," gumam Jonathan.
Sungguh perasaan Jonathan tiba-tiba tidak enak, entah apa yang sudah terjadi yang jelas Jonathan merasa khawatir dengan keadaan Kanaya.
Cinta Jonathan kepada Kanaya memang sulit untuk dihilangkan, sekarang Jonathan sudah sadar kalau Jonathan benar-benar sudah sangat memcintai Kanaya. Bukan karena Kanaya sudah berubah menjadi cantik karena buktinya di Australia pun banyak sekali wanita cantik yang berusaha mendekatinya tapi tidak ada satu pun yang bisa membuatnya jatuh cinta seperti Kanaya.
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU