
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Jonathan dan Kanaya pun tiba, Jonathan benar-benar mengabulkan permintaan Kanaya yang ingin melaksanakan pernikahan secara out dor.
Hari ini mereka akan melaksanakan pernikahan di kota Bandung, acara diselenggarakan di tengah-tengah hutan pinus yang sangat indah. Pernikahan yang sangat sederhana, hanya keluarga dan sahabat terdekat yang mereka undang.
"Saya terima nikah dan kaminnya Kanaya Cempaka binti Sodikin dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
Jonathan begitu lantang dan lancar mengucapkan ijab kabul membuat semuanya bahagia dan tidak lupa mengucapkan Alhamdulillah.
Kanaya mencium punggung tangan Jonathan, lalu Jonathan pun mencium kening Kanaya. Akhirnya setelah bertahun-tahun menunggu dan berharap, wanita yang selama ini Jonathan perjuangkan dengan segenap jiwa dan raganya akhirnya menjadi miliknya seutuhnya.
Acara pun berjalan dengan sangat lancar, bahkan Arka tidak mau jauh-jauh dari Jonathan selalu saja mengikuti kemana pun Jonathan pergi.
"Apa kamu bahagia sayang?" tanya Jonathan kepada Arka yang sekarang duduk di pangkuan Jonathan.
"Bahagia sekali, akhirnya sekarang Arka punya Ayah dan teman-teman Arka tidak akan menghina Arka lagi karena tidak punya Ayah," sahut Arka.
"Ayah janji akan membahagiakan Arka dan Bunda, Ayah tidak akan membuat kalian sedih lagi."
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, malam pun tiba...
Semua keluarga menyewa sebuah penginapan di kawasana tempat dimana pesta diadakan. Kanaya baru saja selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimononya sembari mengusap-ngusap rambutnya yang basah.
Jonathan yang awalnya sedang mengotak-ngatik ponselnya langsung menyimpannya di atas nakas, kemudian menghampiri Kanaya dan memeluknya dari bekalang.
"Astagfirullah, Kakak apa-apaan sih?"
"Memangnya kenapa? aku ga boleh ya memeluk istriku?"
"Bukanya gitu, tapi aku lagi ngeringin rambut aku dulu."
"Ga apa-apa, justru dengan rambut basah membuat kamu semakin seksi."
"Ishh..ishh..ishh..apaan sih."
Kanaya pun melanjutkan mengusap-ngusap rambutnya, sedangkan Jonathan sibuk dengan kegiatannya sendiri menciumi pundak Kanaya.
"Kak, hentikan aku kesusahan tahu," kesal Kanaya.
Bukanya menghentikannya, justru Jonathan langsung mengangkat tubuh Kanaya membuat Kanaya tersentak kaget.
"Astagfirullah Kak."
__ADS_1
"Sudah jangan berisik nanti orang-orang pada kesini lagi."
"Turunin Kak, aku masih belum selesai lagipula aku belum pakai baju."
"Ngapain pakai baju? nanti juga bakalan dilepasin," goda Jonathan dengan mengedipkan sebelah matanya.
Wajah Kanaya seketika memerah, Kanaya memukul dada Jonathan tapi Jonathan malah terkekeh. Jonathan pun merebahkan tubuh Kanaya di atas tempat tidur, sesaat mereka saling tatap satu sama lain.
"Ini adalah hari paling bahagia untukku Kanaya, karena kamu sekarang sudah menjadi miliku. Aku seperti mimpi, akhirnya bisa mendapatkanmu setelah bertahun-tahun harus tersiksa karena harus mencintaimu dalam diam dan kamu tahu itu rasanya sangat menyakitkan. Apalagi melihatmu bermesraan dengan Rama, membuat aku rasanya ingin mati saja."
Kanaya mengusap pipi Jonathan dengan lembut. "Maaf, karena aku sudah melukai hatimu."
"Tidak Nay, dari awal aku yang salah sudah membuat kamu terluka jadi pantas saja kalau kamu memilih Rama tapi balik lagi sama takdir, kamu itu adalah jodoh aku yang tertunda jadi sekuat apapun aku pergi menjauhimu kalau kita ditakdirkan bersatu, ya kita akan bersatu seperti sekarang ini."
Kanaya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, hingga entah dapat keberanian darimana Kanaya pun mengecup bibir Jonathan dan itu membuat Jonathan melotot.
"Nay, sejak kapan kamu jadi seberani itu?"
Kanaya hanya tersenyum dengan wajahnya yng memerah, akhirnya seperti mendapatkan lampu hijau dari Kanaya, Jonathan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Proses terbentuknya adik Arka pun dimulai, pengantin baru itu melewati malam itu dengan penuh cinta. Suasana kota Bandung yang dingin menambah kehangatan sepasang pengantin itu, bahkan terasa sangat panas untuk mereka berdua.
Malam ini Jonathan menggempur Kanaya habis-habisan dan tidak membiarkan Kanaya untuk beristirahat, luar biasa Jonathan.
Akhirnya Jonathan lihat, kalau Kanaya sudah tidak berdaya lagi. Jonathan pun menghentikannya, ditutupnya tubuh polos Kanaya dan Jonathan peluk dengan sangat erat.
"Aku benar-benar bahagia akhirnya bisa mendapatkanmu, Kanaya."
***
Keesokan harinya...
Wajah Kanaya dan Jonathan tampak berseri-seri, saat ini mereka berdua sedang duduk di balkon kamarnya sembari menyesap kopi dan melihat pemandangan yang sangat indah.
Tidak ada Arka disana karena Gina dan Rendi membujuknya untuk ikut dengan mereka supaya tidak mengganggu bulan madu Ayah dan Bundanya.
"Kamu tahu sayang, aku sangat bahagia sekali seumur hidupku baru pertama kali ini aku merasakan sebahagia ini," seru Jonathan.
"Masa sih? Kakak kan pasti dulu merasakan bahagia saat punya pacar."
"Aku tidak pernah punya pacar Nay, kamu adalah wanita pertama yang aku cintai."
"Hah...serius Kak?"
"Iya, semenjak aku melakukan kesalahan fatal sama kamu, setiap hari aku terus saja dibayang-bayangi oleh perasaan bersalah bahkan tidur pun tidak pernah nyenyak, entah kenapa wajah kamu selalu terbayang dalam ingatanku. Mungkin rasa bersalah yang teramat sangat dalam mangkanya aku menjadi seperti itu."
Kanaya mendengarkan Jonathan bicara tanpa berniat memotong pembicaraannya.
"Selama bertahun-tahun aku hidup di negara orang berharap aku bisa melupakanmu tapi ternyata justru setiap hari aku semakin ingat kepadamu. Aku sendiri pun merasa aneh dengan perasaanku, kenapa cinta aku justru semakin tumbuh dan berkembang saat kamu sudah menjadi istri orang. Tapi sekarang aku tahu jawabannya, itu semua karena Allah mentakdirkan kita akan bersatu."
"Kamu pasti pernah mendengar dong istilah kalau jodoh tidak akan kemana? dan aku sekarang sudah membuktikannya, sejauh apa pun aku menjauhimu, sekeras apa pun aku melupakanmu, kalau kamu ditakdirkan jodohku tidak akan ada yang bisa menghalanginya."
__ADS_1
Kanaya pun tersenyum. "Iya Kak, dan sekarang aku juga tahu seberapa besarnya cinta Kakak untukku. Oh iya, bolehkan aku bertanya?"
"Kamu mau tanya apa?"
"Saat Kakak melihat aku menikah dengan A Rama bagaimana perasaan Kak Jo?"
"Rasanya sangat sakit sekali tapi rasa sayangku untukmu melebihi rasa sakit hatiku. Satu yang harus kamu tahu, puncak tertinggi dari cinta adalah selalu mencintai walaupun tidak pernah dicintai, selalu menemaninya meskipun sering ditinggalkan, selalu menyayanginya walaupun sering dikhianati, selalu merindukan meskipun tidak dirindukan, dan selalu bertahan meskipun sering terluka."
Kanaya menatap Jonathan dengan mata yang sudah berkaca-kaca, dan Kanaya pun langsung memeluk pria yang saat ini sudah menjadi suaminya itu.
"Maafkan aku Kak, aku tidak tahu perasaan Kakak akan sesakit itu tapi aku dengan jahatnya pernah mempermainkan perasaan Kakak."
"Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi, itu kan masa lalu yang penting sekarang kamu sudah menjadi milikku," sahut Jonathan.
Kanaya pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Sayang, kamu dingin ga?" tanya Jonathan.
"Dingin banget Kak."
"Kalau begitu ayo!" ajak Jonathan dengan menarik tangan Kanaya.
"Mau kemana Kak?" tanya Kanaya bingung.
"Mengulang yang tadi malam biar ga dingin."
"Hah...."
🍁
🍁
🍁
🍁
🍁
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1