
π
π
π
π
π
4 tahun kemudian....
"Sayang, besok kita pulang ke Indonesia tapi kok aku lihat kamu tidak bahagia? apa kamu tidak rindu kepada keluarga kamu?" seru Zira.
"Aku bahagia kok," sahut Jonathan dengan senyum yang dipaksakan.
Selama 4 tahun itu, Zira tidak pantang menyerah untuk mendekati Jonathan. Zira benar-benar sudah terpikat dengan pesonanya Jonathan hingga akhirnya usahanya selama bertahun-tahun membuahkan hasil, tiga bulan yang lalu Zira bisa meluluhkan hati Jonathan dan saat ini mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
Zira sangat bahagia karena akhirnya dia bisa mendapatkan hati Jonathan, tapi berbeda dengan Jonathan yang terlihat biasa-biasa saja.
Selama 4 tahun ini, susah payah Jonathan melupakan Kanaya hingga akhirnya Jonathan pun bisa sedikit melupakan Kanaya walaupun hatinya tidak bisa dipungkiri masih milik Kanaya seorang.
Jonathan tidak mau berlarut-larut menyimpan cinta terlarang itu karena Kanaya sudah menjadi istri orang dan Jonathan tidak tahu kalau saat ini Kanaya sudah menjadi janda.
"Sayang, kok kamu malah melamun sih? apa yang sedang kamu pikirkan?" seru Zira.
Zira duduk di samping Jonathan dan menyandarkan kepalanya di pundak Jonathan dengan manjanya.
"Tidak ada, aku tidak sedang memikirkan apa-apa kok," sahut Jonathan.
"Oh iya sayang, katanya kedua orang tua kita sudah mengadakan pertemuan danereka senang kalau kita itu menjalin hubungan, bahkan Papa dan Mamaku menginginkan kita segera menikah," seru Zira.
"Apa, menikah?"
"Iya, menikah. Kamu kenapa sih, memangnya kamu tidak mau menikah denganku?" kesal Zira.
"Ah, bukan begitu aku hanya kaget saja hubungan kita saja baru tiga bulan sepertinya terlalu berlebihan kalau langsung ngomongin pernikahan," sahut Jonathan.
"Memangnya kenapa kalau hubungan kita baru tiga bulan? kita itu sudah dewasa Jo, bukan ABG lagi tidak perlu pacaran sampai bertahun-tahun."
"Iya, tapi tetap saja itu terlalu cepat dan aku sama sekali tidak setuju."
Zira terlihat kesal, tapi Zira tidak mau memaksa Jonathan takutnya Jonathan marah dan justru malah memutuskannya. Zira tidak mau kalau sampai itu terjadi, pokoknya Zira itu sudah cinta mati kepada Jonathan.
Zira masih menyandarkan kepalanya ke pundak Jonathan. "Maafkan aku Zira, aku belum siap kalau urusan menikah," batin Jonathan.
Tujuan Jonathan menerima cinta Zira adalah selain merasa kasihan, Jonathan juga berpikir dengan menjalin hubungan dengan seorang wanita dia akan bisa melupakan Kanaya tapi tetap saja yang ada dihatinya hanyalah Kanaya.
Sudah tiga bulan Jonathan menjalin hubungan dengan Zira tapi tidak sedikitpun timbul rasa cinta di dalam hati Jonathan. Kata orang, cinta akan muncul karena sering bersama tapi itu tidak berlaku untuk Jonathan. Empat tahun lamanya Zira selalu menempel padanya, mengikuti kemana pun Jonathan pergi, tapi sampai saat ini perasaan cinta itu sama sekali tidak muncul.
Awalnya, Jonathan tidak akan kembali lagi ke Indonesia karena kalau kembali ke Indonesia sudah pasti Jonathan akan melihat kemesraan Kanaya dan Rama dan itu membuat Jonathan sangat cemburu.
***
Sementara itu di Indonesia...
Seorang wanita cantik sedang merapikan toko kuenya, dia menyimpan berbagai kue buatannya di atas etalase bahkan saat ini toko kuenya sudah sangat terkenal dan Kanaya sering dapat pesanan untuk kue ulang tahun sampai kue pernikahan.
__ADS_1
"Bundaaaa..."
"Hai sayang!"
Arka langsung memeluk Bundanya itu. "Bagaimana sekolahnya, apa menyenangkan?" tanya Kanaya.
"Sangat menyenangkan Bunda."
Gina pun mengambil minuman dan menyimpannya di atas meja. "Ini A, minumannya silakan diminum," seru Gina.
"Terima kasih Neng," sahut Rendi.
Rendi adalah kekasih Gina, Rendi adalah pria yang sangat baik dan yang pastinya sangat menyayangi Gina dan juga Arka. Arka saat ini sudah masuk TK dan Gina yang selalu mengantarkan Arka sekolah karena Kanaya harus menjaga toko kuenya.
Bahkan Rendi pun sering ikut mengantarkan Arka membuat Arka sangat nempel kepada Rendi.
"Bunda, besok kata Bu Guru Arka harus datang bersama Ayah Arka karena ada perlombaan," celoteh Arka.
Deg....
Kanaya diam membisu, entah alasan apa lagi yang harus dia katakan kepada anaknya itu bahkan sekarang mata Kanaya sudah mulai berkaca-kaca.
Gina dan Rendi saling pandang satu sama lain, hingga akhirnya Rendi pun menghampiri Arka dan menggendong Arka.
"Hai Boy, besok datang ke sekolahnya sama Om Rendi saja soalnya Ayah Arka belum bisa pulang," dusta Rendi.
"Serius Om? beneran Om mau nemenin Arka?"
"Seriuslah, kapan Om bohong sama Arka. Ya sudah, sekarang kita beli es krim yuk ke depan sana," ajak Rendi.
"Ayo Om!" teriak Arka dengan semangat.
"Sakit Gin, melihat Arka selalu menanyakan Ayahnya dan salahnya lagi aku selalu bilang kalau Ayahnya sedang kerja jauh dan sekarang akibatnya, Arka selalu menanyakan kapan Ayahnya pulang," seru Kanaya dengan tangisannya.
"Aku tahu kamu bilang seperti itu karena kamu ga mau membuat Arka sedih kan?"
"Iya Gin, Arka belum ngerti kalau dikasih tahu yang sebenarnya tapi mungkin lain kali aku akan menjelaskannya sedikit demi sedikit biar Arka mengerti."
"Iya, nanti aku bantu juga."
Tidak lama kemudian terdengar suara tawa Arka, ternyata Arka dan Rendi sedang bercanda dan itu membuat Kanaya segera menghapus airmatanya.
Arka sangat dekat dengan Rendi, Rendi dan Gina menjalin hubungan sudah satu tahun yang lalu mereka bertemu tidak sengaja dijalanan saat Gina ingin pulang ke rumah Kanaya, waktu itu Gina yang sedang menunggu taksi dan Rendi tiba-tiba datang memberikan tumpangan kepada Gina.
Rendi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, Gina yang berpenampilan sederhana tapi masih terlihat cantik sangat menarik perhatian Rendi. Rendi seorang pengusaha muda, Rendi merupakan sosok pria yang sopan, penyayang, dan baik hati.
"Ren, terima kasih karena selama ini kamu sudah baik banget sama Arka tapi kalau menurut aku, lebih baik kamu jangan terlalu memberikan perhatian yang berlebihan kepada Arka takutnya Arka jadi terbiasa dan akhirnya terus bergantung sama kamu," seru Kanaya.
"Tidak apa-apa kok Ay, aku tulus menyayangi Arka lagipula Arka kan puteranya Rama yang merupakan sahabat aku jadi aku sudah menganggap Arka sebagai anakku sendiri," sahut Rendi.
Sebenarnya selain Jonathan dan Rama ternyata ada Rendi yang sama-sama menempuh pendidikan di Amerika, cuma disaat mereka pulang Rendi harus pindah ke Kalimantan tapi setahun yang lalu, Rendi berhasil membuka perusahaan cabang di Jakarta.
Rendi lost kontak bersama kedua sahabatnya karena ponsel Rendi hilang ada yang mencuri, dan disaat Rendi datang ke Jakarta berniat mencari Rama, Rendi harus menelan pil pahit kalau salah satu sahabatnya itu sudah meninggal bahkan Rama meninggalkan seorang istri dan seorang putera yang tampan.
Malam pun tiba...
Kanaya sedang membereskan kue-kuenya, karena waktu sudah menunjukan pukul 19.00 malam dan itu waktunya toko kue Kanaya tutup.
__ADS_1
Arka dan Gina sudah menunggu di dalam mobil bersama Pak Katmo yang merupakan sopir Kanaya, disaat Kanaya hendak mengunci tokonya, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan toko Kanaya.
"Tunggu Mbak jangan dulu tutup!" teriak seseorang.
Kanaya pun membalikan tubuhnya dan terlihat seorang pria tinggi, putih, tampan berdiri di belakang Kanaya. Bahkan saat ini pria itu justru malah melongo setelah melihat Kanaya.
"Maaf, ada apa ya Mas?" tanya Kanaya.
"Ah, itu aku mau membeli cake."
"Maaf Mas, tapi tokonya sudah tutup kalau mau Mas bisa datang lagi besok pukul 08.00 pagi," sahut Kanaya.
Kanaya pun mulai melangkahkan kakinya. "Tunggu Mbak!"
"Iya, ada apa lagi?"
"Tapi Nenek aku ingin makan kuenya sekarang, aku juga bingung kenapa Nenek aku keukeuh ingin makan kue disini padahal toko kue banyak di Jakarta ini."
Kanaya mengangkat kedua bahunya, toko kue Kanaya memang sudah sangat terkenal dimana-mana karena rasa kuenya yang sangat enak.
Kanaya pun kembali melanjutkan langkahnya dan segera membuka pintu mobilnya tapi pria itu justru menahan lengan Kanaya membuat Kanaya terkejut. Kanaya melihat lengannya yang dipegang pria itu, pria itu sadar dan langsung melepaskannya.
"Ah, maaf Mbak. Tapi tolonglah Mbak, Nenek aku ingin makan kue dari sini."
"Mas, tokonya sudah tutup dan sekarang anak aku pun sudah tidur kasihan, jadi kalau Mas ingin membeli kue disini datang di pukul 08.00 pagi sampai pukul 19.00 malam," kesal Kanaya.
Kanaya pun segera masuk ke dalam mobilnya dan menyuruh Pak Katmo untuk segera melajukan mobilnya.
"Wow...cantik," batinnya.
π
π
π
π
π
Untuk reader maaf ya Author hanya bisa up satu bab perhari karena saat ini Authornya lagi sibuk banyak event lomba juga, mohon pengertiannyaππ
Satu lagi nih karya Author yang ikutan lomba, bagi yang suka pemeran wanitanya yang tangguh, mandiri, dan jago beladiri tidak cengeng dan manja, yuk kepoin jangan lupa rate bintang 5, tap favorit, like, gift, dan voteππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU