Pesona Si Gadis Culun

Pesona Si Gadis Culun
Memaafkan Jonathan


__ADS_3

🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Pagi ini Jonathan begitu sangat uring-uringan, setelah tadi malam ia melihat status di WA dan IG milik Rama membuatnya panas.


Terlihat jelas Kanaya sangat bahagia saat dilamar oleh Rama.


"Sial, sudah tidak ada kesempatan lagi buatku untuk mendekati Kanaya dan pada akhirnya aku harus kalah oleh Rama," gumam Jonathan.


Entah kenapa, Jonathan tidak bisa melupakan Kanaya hatinya masih untuk Kanaya tapi sekarang tidak ada lagi kesempatan untuk Jonathan karena sudah dipastikan Rama akan segera menikahi Kanaya.


Memcintai dalam diam sungguh tidak mudah untuk Jonathan, apalagi saat Jonathan datang ke pabrik Rama dan bertemu dengan Kanaya itu sangat menyiksa hatinya.


Jonathan selalu saja menyalahkan dirinya sendiri, akibat kesalahannya yang sangat fatal mengakibatkan dia harus merelakan wanita yang dia cintai bersanding dengan sahabatnya sendiri.


***


Rama memanggil Kanaya ke dalam ruangannya...


Tok..tok..tok..


"Masuk!"


"Ada apa Aa manggil aku?" tanya Kanaya.


"Sini duduk!"


Rama menepuk tempat kosong di sampingnya, Kanaya pun menghampiri Rama.


"Aku mau minta tolong sama kamu."


"Minta tolong apa?"


"Bisakah kamu mengantarkan berkas ini kepada Jonathan, kemarin Jo lupa membawa berkas ini."


"Hah..."


Kanaya merasa terkejut dengan permintaan calon suaminya itu, entah kenapa Rama justru menyuruhnya bukan orang lain padahal Rama tahu kalau dulu Jo sempat mengatakan cintanya kepada Kanaya.


"Tapi A----"


"Tapi kenapa? kamu takut aku cemburu?"


"Kenapa tidak orang lain saja yang mengantarkannya?" tanya Kanaya.


"Pak Sopandi sedang banyak pekerjaan, aku tidak apa-apa kok lagipula aku sama sekali tidak cemburu orang sekarang kamu sebentar lagi jadi milik aku jadi apa yang harus aku takutkan."


"Serius tidak apa-apa?"


"Tidaklah sayang, kalau aku takut aku tidak akan menyuruh kamu untuk menemui Jo. Ini alamat kantornya."


Kanaya pun menerimanya dengan ragu-ragu, sebenarnya Kanaya tidak mau bertemu dengan Jo lagi tapi Kanaya juga kasihan melihat calon suaminya yang sibuk banget.


"Ya sudah, kalau begitu aku berangkat sekarang ya."

__ADS_1


"Kamu pakai mobil aku aja, biar sopir aku yang mengantarkan kamu."


"Tidak usah A, aku naik taksi aja."


"Ya sudah, kamu hati-hati ya."


Kanaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Kanaya pun segera pergi menuju kantor Jonathan dengan menggunakan taksi.


"Maaf Kanaya aku menyuruh kamu untuk menyerahkan berkas itu kepada Jo, aku lihat ada sesuatu yang ingin Jo bicarakan kepadamu maka dari itu aku menyuruh kamu menemui Jo supaya kalian bisa berbicara berdua dan menyelesaikan permasalahan diantara kalian karena setelah menikah nanti, aku ingin kita hidup tenang tanpa di bayang-bayangi masalalu dan dendam. Aku tidak mau kamu menyimpan dendam kepada siapapun karena itu tidak akan baik untuk kehidupan kamu," gumam Rama.


Dikarenakan ini merupakan jam kerja, Kanaya bisa sampai di kantor Jo hanya dengan waktu dua puluh menit saja. Kanaya keluar dari dalam taksi dan segera masuk ke dalam kantor Jo kemudian menghampiri meja resepsionis.


"Selamat pagi Mbak, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Pagi, bisakah saya bertemu dengan Pak Jonathan?"


"Apa Mbak sudah membuat janji?"


"Belum sih, tapi saya mau mengantarkan berkas penting ini dan saya harus langsung menyerahkannya sendiri kepada Pak Jonathan," seru Kanaya.


"Maaf Mbak, Mbak harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu dengan Pak Jonathan."


"Ya ampun, ribet banget sih ingin bertemu dengan dia," batin Kanaya.


Tidak lama kemudian, mobil Jonathan pun sampai. Jonathan keluar dari dalam mobilnya dan masuk ke kantornya dengan tidak bersemangat.


Kanaya pun membalikan tubuhnya hendak meninggalkan kantor itu, tapi beruntungnya Kanaya dia bisa melihat kalau Jonathan baru saja masuk ke dalam kantornya.


"Pak Jonathan tunggu!" teriak Kanaya.


Kanaya berlari mengejar Jonathan yang hendak masuk ke dalam lift, tapi naasnya Kanaya lupa kalau saat ini dia sedang memakai heels. Kaki Kanaya tidak seimbang, dan tubuhnya oleng sudah dipastikan kalau saat ini Kanaya akan jatuh.


Kanaya sudah memejamkan matanya, selain sakit sudah dipastikan dia akan malu sekali karena terjatuh di tengah-tengah hiruk pikuk para Karyawan yang sedang sibuk bekerja.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Jonathan.


Kanaya tersentak dan dengan cepat membenarkan posisinya kembali. "Maaf..."


"Kok kamu ada di kantor aku?"


"A--aku disuruh Pak Rama untuk mengantarkan berkas ini katanya kemarin Pak Jo lupa membawanya."


"Berkas?"


Jo terlihat mengerutkan keningnya, hingga tidak lama kemudian ponselnya pun bergetar tanda ada notif pesan yang masuk. Jonathan segera membukanya dan ternyata pesan itu dari Rama.


📩"Aku akan memberimu kesempatan untuk bicara dengan calon istriku, selesaikan masalah kalian aku tidak mau Kanaya terus-terusan memupuk dendam di dalam dirinya."


Jonathan terdiam mendapatkan pesan dari sahabatnya itu.


"Pak Jo, karena saya sudah memberikan berkasnya maka dari itu saya pamit pergi."


"Tunggu Kanaya!"


Kanaya pun menghentikan langkahnya dan kembali menatap wajah Jonathan.


"Aku harus memeriksa berkasnya dulu, takutnya ada kesalahan atau apapun itu jadi kamu harus ikut aku dulu ke ruanganku."


"Hah..."


"Hanya sebentar kok tidak akan lama."

__ADS_1


Dengan berat hati akhirnya Kanaya pun mengikuti Jonathan ke dalam ruangannya.


"Silakan duduk!"


"Iya, terima kasih."


"Kamu mau minum apa?"


"Tidak usah, aku tidak akan lama kok."


Jonathan pun mulai memeriksa berkas-berkas itu tapi matanya tidak melihat ke dalam berkas melainkan kepada Kanaya yang saat ini terlihat merasa tidak nyaman berada disana.


"Selamat karena Rama sudah melamarmu."


Kanaya tersentak dan langsung mengangkat wajahnya.


"Rama memang pantas untukmu, dia pria yang sangat baik jadi dia cocok denganmu yang baik juga."


Kanaya terdiam tidak bicara sepatah katapun. "Kanaya, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Rama aku hanya ingin kamu bisa memaafkan aku dan semua kelakuanku di masalalu. Aku sudah menyesal dan mengakui kesalahanku, jadi aku berharap kamu bisa memaafkanku."


Kanaya menundukan wajahnya, entah kenapa lidahnya begitu kelu tidak bisa menjawab semua ucapan Jonathan.


"Maukah kamu memaafkan aku? aku ingin kamu memaafkan aku dari lubuk hati kamu yang paling dalam. Mengenai tentang perasaanku kepadamu, itu memang benar kalau aku mencintaimu dan itu tulus tanpa dibuat-buat tapi aku sadar kamu memang tidak mungkin bisa menerimaku jadi sekarang aku hanya butuh maaf darimu, masalah cinta dan perasaanku kepadamu biarlah aku simpan rapat-rapat dalam hatiku. Aku hanya bisa mendo'akan semoga kamu bahagia bersama Rama karena kamu memang pantas untuk bahagia."


Mata Kanaya sudah mulai berkaca-kaca, tapi wajahnya masih saja dia tundukan. Hingga beberapa saat kemudian, Kanaya mengangkat wajahnya dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.


"Iya Kak, aku maafkan Kak Jo."


"Benarkah? benarkah kamu mau memaafkan aku?"


"Iya Kak, aku maafkan semua perbuatan Kakak di masalalu lagipula menyimpan dendam di dalam hati itu sungguh sangat membebaniku, aku ingin hidup tenang tanpa di bayang-bayangi oleh perasaan dendam," sahut Kanaya dengan senyumannya.


Jonathan bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan kepada Kanaya.


"Karena kamu sudah memaafkan aku, bisakah mulai sekarang kita berteman?"


Kanaya tersenyum dan menganggukan kepalanya, lalu Kanaya membalas uluran tangan Jonathan. "Iya Kak."


"Terima kasih Kanaya."


Setelah berbincang-bincang, akhirnya Kanaya pun pamit. Kanaya dan Jonathan sama-sama merasakan ketenangan di dalam hatinya, sekarang sudah lepas semua beban yang selama ini bersarang dihati keduanya.


🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2