
Tanpa sepengetahuan yang lain, aku pergi meninggalkan rumah Ai. sebutlah aku pengecut, karna memang itu lah kata yang pantas untuk ku saat ini. Aku ingin menghibur Ai, sungguh aku ingin.. Namun aku hanya tidak bisa, semakin aku ingin mendekati nya, semakin besar juga rasa bersalah ku. Aku mematikan Handphone agar tidak seorang pun dapat menghubungi ku, aku hanya tidak ingin di liat oleh siapa pun dalam keadaan menyedihkan seperti ini. Padahal ini bukanlah tugas pertama ku, tapi kali ini berbeda... karna harus melibatkan orang yang kucintai, mungkinkah ini yang di sebut dengan Karma. Jika iya... biarkan aku menikmati setiap detik rasa sakit yang sungguh menyiksa dada ku saat ini.
Aku berjalan tanpa tujuan.. tatapan ku begitu kosong, aku tidak tau apa yang akan ku lakukan, aku hanya mengikuti langkah kaki ku akan membawa ku kemana. Setelah jauh berjalan, aku melihat sebuah taman, aku memutuskan untuk berhenti dan duduk disana sejenak... Aku hanya terdiam dan tidak melakukan apa pun selain melihat ke arah anak-anak yang sedang bermain dengan ayunan di depan ku. Terlihat mereka begitu gembira, tanpa beban di pundak mereka, lalu tidak lama kemudian mereka berkumpul dan seperti nya sedang mengumpulkan uang dari teman-teman nya, entah untuk apa. Lalu salah seorang anak perempuan menghampiri ku dengan wajah malu-malu...
"mas... kita lagi mau patungan beli Raket, tapi kurang 2 ribu... kalo ga keberatan mungkin mas bisa nambahin?". ucap nya dengan wajah sedikit memerah.
Lalu tanpa berkata apa-apa aku hanya mengeluarkan dompet, dan mengambil seluruh uang yang berada di dompet ku, mungkin berjumlah di atas 1jt. Lalu aku memberikan kepada gadis itu dengan senyum yang ku paksakan.
"Mas ini kebanyakan..." saut nya yang kaget.
Aku pun hanya membalas perkataan nya dengan senyuman, lalu gadis itu menundukan kepala dan berterimaksih kepada ku, dengan wajah yang begitu bahagia, ia berlari ke arah teman-teman nya sembari melambai-lambaikan uang di tangan nya. Terlihat teman-teman nya ikut menundukan kepala ke padaku dari jauh, tanda terimaksih. Dan aku hanya membalas nya dengan senyuman.
Seketika aku kembali mengingat masa kecil ku, aku tidak pernah kekurangan uang sedikit pun, aku bisa membeli apa pun yang ku inginkan, mainan, baju, sepatu, bahkan teman dan hal lain nya. Semua bisa dapat ku beli. Tapi... aku masih sangat mengingat perasaan hampa yang ku rasakan saat itu, padahal seluruh teman ku sedang mengelilingi ku dan tertawa. Namun aku hanya berpura-pura tersenyum melihat nya atau pun mendengar candaan mereka, aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan saat itu, aku malah merasa.. bahwa mereka sedang menertawakan ku.
Bahkan ketika aku mau pulang ke rumah, banyak teman-teman ku berlomba untuk ikut, karna aku memiliki banyak sekali mainan yang tidak mereka miliki, namun setiba nya di rumah ku, mereka hanya sibuk dengan mainan nya dan sama sekali tidak mengajak ku berbicara, bahkan menegurku sekalipun tidak.
Saat masuk di bangku SMP, aku memutuskan untuk tidak memiliki teman sama sekali, hanya bima lah satu-satu nya yang ku anggap sebagai teman ku saat itu. Aku selalu memberikan aura dingin di setiap saat, aku tidak ingin mereka mendekati ku, aku terlalu jijik dengan kepalsuan manusia, dan aku tidak lagi ingin terlibat dalam hal itu.
Perlahan-lahan tanpa ku sadari, aku mulai menjadi anak yang nakal di SMP, aku selalu berkelahi, aku jarang masuk ke kelas dan banyak menghabiskan waktu ku di kantin saat jam pelajaran, tidak ada guru yang berani menegurku, tidak ada yang berani melawan ku saat berkelahi.. Karna mereka sudah tau siapa orang tua ku.
Bahkan beberapa dari mereka yang berkelahi dengan ku sudah di keluarkan dari sekolah, walau pun aku yang memulai perkelahian tersebut. Aku sungguh bosan, saat itu aku seperti tidak ingin melakukan apa pun. yang ku inginkan adalah seseorang memukul ku sekeras mungkin, aku ingin seseorang mengomeli ku, aku ingin seseorang berkata bahwa yang ku lakukan salah, aku ingin seseorang mendekati ku dan bertanya apa aku baik-baik saja, dan aku ingin...... seseorang menyelamatkan ku.
.
.
Di saat aku masih merenung di bangku taman, setetes demi tetes air menjatuhi ku, semakin lama tetesan itu semakin banyak dan membasahi sekujur tubuh ku. Aku hanya diam di tempat tanpa melakukan apa pun..dan di tengah tetesan hujan yang semakin lebat... aku akhirnya menetes kan air mata. Semakin lama aku menahan air mata yang sudah membanjiri bola mata ku, semakin sulit aku menahan nya. Pada akhir nya aku sampai terisak tangis, aku tidak bisa menahan emosi ku lagi, atau pun rasa bersalah ku lagi.. Aku terus menangis sampai-sampai membuat ku sulit bernafas dengan kepala tertunduk. Aku sampai lupa kapan terakhir kali aku menangis seperti ini, mungkin terakhir saat aku bayi.
"B***NGGSS********TTTT ..... !!!! " Teriak ku.
"God.... if you really exist, please kill me now" ucap ku dengan isakan tangis.
Aku berdiri di tengah taman dengan hujan yang kian lebat, dengan kepala menengok ke langit. Dengan harapan akan ada petir yang menyambar ku, manusia menjijikan ini, biarkan aku terlepas dari semua ini. Aku ingin lari dari hidup ini, aku sudah tidak tau lagi tujuan ku untuk hidup, aku hanyalah boneka keluarga ku, tidak lebih dari itu. Biarkan aku keluar dari penderitaan ini dan perasaan yang begitu menyiksa ini.
DUUAAARRRRRRRRRRR ~~~~
Aku di kaget kan dengan sambaran petir yang menyambar salah satu pohon yang berada cukup dekat dengan ku, sampai-sampai membuat pohon tersebut terjatuh. Aku sampai terperanga melihat nya, perlahan aku menghampiri pohon tersebut dan terlihat begitu gosong di bagian atas nya.
"tuhan... apakah sebegitu benci nya engkau dengan ku, sampai-sampai lebih memilih membunuh pohon yang tidak bersalah ini dari pada aku... atau kau hanya ingin memberikan petunjuk untuk ku agar terus hidup, dan menghadapi segala nya sebagai penembusan dosa... jelaskan tuhan... JELASKANNNN...!!! AKU SUDAH MUAK DENGAN PETUNJUK-PETUNJUK SEPERTI INI....."
Setelah puas berteriak, aku hanya terduduk di tanah, dengan tatapan kosong... sampai-sampai aku tertidur lemas di tanah..
.
.
__ADS_1
.
.
Perlahan aku membuka mata, lalu menengok ke berbagai arah, tidak ada siapa pun, dan hujan juga sudah berhenti, seperti nya aku tertidur sebentar disini. Aku begitu lemas dan memutuskan untuk segera pulang dengan taksi, namun aku mengingat bahwa aku memberikan seluruh uang ku kepada anak-anak tadi. Dengan pakaian yang begitu basah di tambah dengan wajah yang lesu, aku berjalan ke mini market untuk mengambil uang di ATM. Sesampai nya di dalam mini market, aku pun langsung menggigil terkena AC karna baju ku yang basah kuyup, di tambah seluruh pengunjung dan pegawai melihat ke arah ku dengan wajah heran, wajar saja.... selain basah, baju ku juga kotor karna sampai tertidur di taman tadi. Setelah mengambil uang, aku pun lekas mencari taksi, setelah menunggu cukup lama akhir nya ada satu yang taksi berhenti, namun melihat kondisi baju ku ia sempat terdiam, karna takut akan mengotori jok mobil nya...
"500 ribu ke daerah pondok indah". ucap ku.
Lalu tanpa basa basi aku langsung memberikan uang dan duduk di bangku belakang.
Sepanjang perjalanan pulang, aku hanya melihat ke luar jendela, tanpa mengetahui apa yang sedang ku lihat di luar sana.
Sesampai nya di rumah, aku melihat kakak ku kristin sedang santai menonton TV di ruang keluarga lantai 1, dia sempat menengok ke arah ku dengan wajah ke heranan, seperti ingin mengatakan sesuatu, namun mengurungkan niat nya dan memalingkan tatapan nya. Tanpa memikirkan nya aku pun langsung naik ke lantai 2 untuk mandi dan berganti baju.
Setelah selesai, aku hanya merebahkan badan di kasur dan memutuskan untuk menyalakan Handphone, ada beberapa pesan dari Ai yang menanyakan keberadaan ku, namun aku tidak membalas nya, lalu kemudian ada panggilan masuk dari Ai, aku pun hanya mendiamkan nya tanpa menjawab nya, namun ia terus mencoba untuk menelfon ku, aku pun tetap kekeh untuk tidak menjawab nya. Untuk sekarang aku hanya tidak berani untuk melihat atau pun mendegar suara nya, aku hanya ingin sendiri setidak nya untuk saat ini.
Lalu tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamar, dan ternyata itu adalah Kristin.
"nih teh". ucap nya sembari menaruh segelas teh di meja TV ku.
Aku pun hanya diam dan tidak merespon nya, terlihat ia sedikit ling lung, seperti ada yang ingin ia katakan.
"kalo mau ngomong, ngomong aja". ucap ku yang masih dalam posisi rebahan.
ada apa dengan nya, jarang-jarang sekali ia memberikan ku minuman, bahkan mengajak ku berbicara saja hampir tidak pernah, walaupun kami bertemu setiap hari.
Aku pun memutuskan untuk kembali tidur, karna energi ku seperti begitu terkuras hari ini.
.
.
.
.
.
"Liam"
Terdengar suara wanita memanggil ku, dengan suara yang tidak asing.
"kau lagi? aku masih belum menemukan jawaban tentang batu krikil". ucap ku yang enggan untuk berdiri.
"bukan itu alasan aku memanggil mu kali ini". balas nya.
__ADS_1
"lalu apa yang ingin kau katakan? aku sedang tidak mood untuk mengobrol" Jawab ku dengan sinis.
"tenang kan lah dirimu liam... ini bukan seperti dirimu, ego mu sedang menguasai hati mu, kemarahan mu sedang melahap fikiran mu". ucap nya yang duduk di sebelah ku.
"BAGAIMA--.... ah sudahlah lupakan". saut ku sembari memalingkan badan dari nya.
"lihat.. hati mu sedang di penuhi ketidak pastian, kemarahan yang tidak tertuju kepada siapa pun, mencoba untuk membela diri dengan menyalahkan diri sendiri, itulah yang ku lihat saat ini... ". ucap nya yang mencoba untuk mengelus kepala ku namun ku hempaskan tangan nya.
"Lalu apa yang harus ku lakukan? aku sudah tidak mengerti lagi, di satu sisi.... aku ingin menjadi anak yang berguna untuk orang tua ku, di sisi lain... aku tidak bisa menyakiti orang yang ku cintai". jawab ku dengan nada agak tinggi.
"sekitar lebih dari 1300 tahun yang lalu, ada sebuah kerjaan yang begitu besar di timur tengah... Mereka memiliki apa pun, Raja yang begitu baik hati, rakyat yang mencintai Raja nya, mereka juga tidak pernah kekurangan pangan, karna apa pun yang petani tanam, semuanya akan tumbuh sumbur di tanah sana... mereka menyebut nya sebagai Tanah Surga, atau Tanah yang di lindungi oleh tuhan. Lalu sang Raja di karunai seorang anak Pria yang begitu tampan nan juga begitu karismatik, ia sangat di cintai oleh seluruh rakyat kerajaan. Ketika anak itu menginjak umur 13 tahun, Jiwa kepemimpinan dan Karismatik nya semakin menggebu-gebu, sampai titik dimana.. Rakyat lebih mencintai sang anak ketimbang sang Raja itu sendiri, dan Raja tidak menyukai itu, ia tidak menyukai siapapun melebihi nya entah apa pun atau siapa pun itu, termasuk anak nya sendiri.. Dan saat si anak beranjak umur 15 tahun, salah satu selir raja mengandung anak kedua sang Raja, Raja begitu senang.. Karna dengan alasan ini, dia bisa menyingkirkan si anak pertama dan akan menurunkan tahta selanjutnya kepada anak kedua.. Dan di mulai lah rencana pembunuhan si anak pertama, saat anak kedua masih dalam kandungan... Ketika si anak pertama sedang berjalan di pasar, dengan senyum yang hampir tidak pernah luput dari wajah nya, ia selalu memberikan rasa ketenangan dan cinta kepada rakyat nya. Saat itu si anak pertama sedang di temani oleh seorang perempuan yang kelak akan menjadi Ratu nya di masa depan, namun... tiba-tiba saja ada seorang pria berlari dengan tangan memegang pedang... ia berlari begitu kencang dan menerjang romobongan, sampai ia berhasil mendekati si anak pertama, namun ketika ia hampir terbunuh karna sabetan pedang tersebut, sang calon perempuan melindungi nya dengan memasang tubuh sebagai perisai pelindung, lalu wanitaitu mati seketika. Para penjaga langsung menangkap pria tersebut dan dengan tangan si anak pertama sendiri, dia membunuh pria tersebut, dan itu adalah pembunuhan pertama nya yang akan menjadi awal dari segala nya.... Si anak pertama akhirnya mengetahui bahwa ayah nya sendiri lah yang merencanakan pembunuhan tersebut, lalu ia bertemu dengan Raja dan mengatakan bahwa jika memang sang raja tidak ingin si anak menjadi raja selanjutnya, Raja hanya perlu mengatakan nya, tidak perlu sampai seperti itu... Namun semua nya sudah terlambat, sang anak pertama yang hati nya sudah di kuasai oleh kemaharan karna orang yang di cintai nya mati di depan mata nya sendiri. Dengan kemarahan yang menggebu-gebu ia meninggalkan ruang tahta, dan merencanakan kudeta terhadap ayah nya sendiri. Dan 1 tahun setelah kejadian itu, sang anak berhasil mengumpulkan lebih dari setengah prajurit kerajaan untuk berpihak kepada nya. Padahal saat itu, si anak kedua baru saja lahir kedunia, dan tentu nya sang raja tidak tinggal diam dan akan mengerahkan seluruh pasukan yang tersisa, yang masih setia kepada nya untuk mempertahankan Kerajaan. Ketika bulan tepat berada di atas kepala, suasana begitu hening.... hanya terdengar suara jangkrik dan suara kodok yang terdengar seperti saling saut satu sama lain... di dalam keheningan itu, sang anak pertama yang memimpin lebih dari 50 ribu pasukan mengangkat pedang nya dan berteriak sekuat tenaga yang di sauti oleh teriakan para prajurit nya... di mulai lah perparangan yang memakan waktu 5 hari 5 malam tersebut dan menelan nyawa lebih dari 40 ribu manusia.... singkat cerita, sang anak pertama berhasil menerobos masuk ke dalam ruan tahta dimana terdapat sang raja yang sedang menggendong anak kedua yang terus saja menangis. Si anak pertama dengan perlahan mendekati mereka berdua, dengan rasa dendam,benci, kemurkaan yang tidak lagi ia tahan, ia langsung memenggal kepala sang raja dan juga membunuh adik nya yang saat itu baru berusia sekitar 5 bulan. Namun... setelah semua yang ia lakukan, setelah semua pencapaian yang telahh ia raih, setelah ia berhasil mengambil tahta kerjaan... hanya kehampaan yang menemani nya, ia menangis begitu keras sembari terus menusuk-nusuk tubuh ayah nya yang sudah terbujur kaku dengan kepala yang sudah terlepas dari tubuh nya. Dan beberapa bulan setelah kejadian tersebut, ia memimpin kerajaan yang telah ia rebut paksa dari ayah nya tersebut. Namun si anak pertama bukan lah menjadi seperti diri nya yang sebelum nya, semenjak kejadian kudeta tersebut, tidak ada satu pun prajurit kerajaan atau siapa pun yang pernah melihat ia tersenyum lagi, ia hanya menunjukan wajah datar.. sampai-sampai ia dikenal sebagai raja tanpa ekspresi, karna hati nya ikut mati sesaat ia membunuh ayah dan adik nya.".
Ucap wanita itu panjang lebar, terlihat air mata tetes demi tetes jatuh dari mata nya. ia pun mengelap air mata nya dengan tangan nya, dan berdiri.
"jadi liam... kemurkaan dan dendam hanya akan menuntun mu kepada kehancuran, kekosongan, dan penyesalan... semoga kau bisa mengambil pelajaran dari cerita ku" ucap nya dengan senyum.
"kau sepertinya sangat mengetahui kejadian itu? apakah kau berada disana saat itu?". tanya ku sembari duduk.
"itu rahasia". ucap nya dengan senyum.
Aku pun hanya menundukan kepala dan terdiam untuk beberapa saat.
"Kau boleh menyalahkan diri mu sendiri, tapi jangan kamu jadikan itu sebagai pembelaan diri untuk apa yang telah kamu lakukan.... terimalah... dan angkat kepala mu, lalu katakan dalam hati mu... bahwa kau siap untuk melangkah maju". ucap nya kembali.
Aku hanya tersenyum setelah mendengar ucapan nya, lalu aku berdiri dari posisi duduk.
"ahhhh.... pegel juga kalo kelamaan sedih" ucap ku dengan senyum tipis.
"itu baru liam yang ku kenal". saut nya.
"ngomong-ngomong kita sudah lama saling mengenal, namun aku tidak pernah tau siapa nama mu? boleh aku mengetahui nya sekarang?". tanya ku.
"Nama ku sezen... sezen uhuru... yang berarti seseorang yang peka dan menyukai kebebasan". jawab nya dengan senyum lebar.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1