Pesugihan Keluarga Ku

Pesugihan Keluarga Ku
Alundra


__ADS_3

Terlihat adolfo dengan gaya sedikit tengil sebagai ciri khas nya, ia berjalan mengitari ruangan, dengan sesekali menatap tembok dan meng endus-endus pendang yang tertancap.


"Seperti nya suami mu habis bertarung dengan iblis yang dia panggil sendiri". ujar adolfo.


"tidak mungkin.. dia tidak pernah melakukan hal seperti itu sebelum nya". saut cornelia.


"Lingkaran sihir ini adalah sebuah lingkaran pemanggilan iblis, kau bisa melihat di setiap sudut lingkaran terdapat sebuah gambar mata, itu menandakan iblis yang dia panggil adalah Tipe kontrak". ujar adofo dengan santai.


"kontrak? apa maksud mu?". tanya ku bingung.


"ya sesuai nama nya, seperti aku dan Dagon, kami ada iblis yang bisa melakukan kontrak dengan manusia seperti mu". saut nya.


"tapi suami nya bukanlah manusia adolfo, tapi jin". jawab ku.


"ahhh masa sampai tidak paham hal dasar... kalau kita ukur, jarak kekuatan jin itu lebih mendekati manusia dari pada iblis.. Sudah ada beberapa kasus di mana Jin memiliki kontrak dengan Iblis seperti ku, tentu dengan tujuan yang berbeda-beda". ujar adolfo.


"Lalu Kera... bagaimana dengan kasus suami ku?". tanya kembali cornelia.


"AKU BUKAN KERAAAA.... ehem... seperti nya, suami mu yang ingin menjalin kontrak dengan iblis yang dia panggil, namun karna satu dan hal lain nya, mereka tidak bisa menyepakati perjanjian.. karna iblis yang sudah terlanjur terpanggil, tidak akan mau kembali walaupun sang pemanggil melakukan pembatalan kontrak". ujar adolfo.


Terlihat cornelia menunjukan wajah yang begitu khawatir, karna aku yakin dia begitu mengkhawatir kan suami nya.


"lalu.. apakah suami ku masih hidup?". tanya cornelia.


"ya dia masih hidup". jawab adolfo.


"lalu dimana keberadaan nya sekarang?". tanya cornelia kembali.


"dia sekarang berada jauh di timur... di lereng gunung Renjani". jawab adolfo.


"ta..tapi bagaimana aku bisa kesana? kami sebangsa jin tidak bisa sembarangan menyeberangi laut". saut cornelia.


Tiba-tiba saja Dagon muncul dari belakang ku, dan berjalan ke tengah ruangan menghampiri Adolfo.


"jangan-jangan... dia di tahan oleh nya?". tanya Dagon.


"ya.. benar dugaan mu, dia di tahan oleh nya". saut Adolfo.


"heh.. siapa maksud mu? apa kalian mengenal sosok iblis tersebut". tanya ku.


"Dia termasuk dalam 1 dari 8 iblis Aira seperti kami, ia bernama Aludra". saut Dagon.


"Aludra? kalau seperti itu seharus nya akan mudah untuk kalian meminta nya melepaskan suami cornelia". saut ku.


"hmmm.. masalah nya...". Gumam Adolfo.


"masalah nya?". saut ku.


"masalah nya Aludra memiliki kepribadian paling buruk di antara kami berlapan, dan hanya Aira lah yang bisa berkomunikasi secara leluasa dengan nya." ujar Dagon.


"maksud mu, kalian bermusuhan dengan nya?". tanya ku memastikan.

__ADS_1


"tentu tidak.. kami tidak bermusuhan, tapi di satu sisi kami juga tidak bisa di katakan berteman, ia begitu pendiam.. Namun memiliki sifat yang sungguh mengerikan". saut adolfo.


"mengerikan? seperti apa?". tanya ku kembali.


"Seperti yang sudah kau tau liam, dulu Aira suka sekali mengubrak abrik kerajaan Jin di pulau jawa.. Layak nya pejuang perang, kami tidak akan menyerang jika tidak ada niatan dari musuh untuk menyerang kami... namun berbeda dengan Aludra, dia akan membunuh siapapun yang ada di depan nya, bahkan ia suka membawa pulang beberapa jin untuk dia siksa dan menelan nya setelah nya". ujar dagon.


"hmm apakah iblis bisa mendapatkan kekuatan atau energi lebih setelah menelan jin?". tanya ku.


"Tergantung jin apa yang kami makan, jika jin tersebut memiliki kekuatan, maka kekuatan nya akan mengalir ke dalam tubuh kami.. namun normal nya , Iblis enggan untuk menelan atau memakan Jin, karna itu menjijikan". jawab adolfo.


"Jadi bagamainan menurut mu? apakah kita harus kesana dan meminta nya langsung, mungkin dia akan berbaik hati melepaskan nya". tanya ku


"hmm lebih baik kita mencoba nya, saat Aira dulu menemukan sosok nya, dia hidup menyendiri di lereng gunung... ". saut adolfo.


"Namun kita tidak bisa begitu saja ke sana Liam.. Sukma tidak bisa begitu saja menyeberangi lautan". ujar afif.


"apa alasan nya?". tanya ku.


"Aku pernah mendengar, jika Jin mencoba untuk menyebrangi lautan, mala jiwa mereka akan tertelan oleh Lautan... Begitu juga dengan Manusia seperti kita, jadi kita harus menyeberangi pulau dengan raga kita terlebih dahulu, baru kita bisa kesana". ujar afif.


"eh.. tapi waktu itu aku bisa menemui adolfo di hutan sumatra". saut ku.


"heh?"


"heh?".


"hahaha tenang lah, selama ada Dagon, bahkan Jin rendahan pun akan selamat melewati Lautan..". ujar adolfo dengan tawa.


Kami semua pun melanjutkan diskusi, dan memutuskan untuk pergi kesana secepat mungkin, dengan bantuan Dagon yang akan melindungi kami melewati Lautan, sebenarnya aku tidak ingin mengajak cornelia bersama kami, namun dia memaksa untuk tetap ikut.


Dagon berteriak begitu kencang, setelah nya terlihat ia merangkak seperti seekor Harimau.


"kita mulai". ujar adolfo.


.


.


.


.


"heh... cepat sekali". ujar ku.


Kami sudah sampai di dekat lereng Gunung Renjani, terlihat Dagon kembali kewujud semulanya, tulang-tupang panjang yang keluar dari dada dan punggung nya perlahan mulai masuk kembali ke dalam tubuh nya.


Aku sebenarnya penasaran tentang apa yang terjadi kepada nya, namun untuk sekarang akan ku simpan rasa penasaran ku, dan akan bertanya pada nya nanti.


Lalu Adolfo menunjuk ke arah utara, masuk ke sebuah hutan, setelah itu dia menghilang dari hadapan kami. Menurut Dagon, adolfo memiliki pengalaman buruk dengan Alundra, jadi dia cukup takut jika harus bertemu lagi dengan nya, dan memilih untuk menyembunyikan keberadaan nya.


Aku, Afif, Dagon, dan Cornelia berjalan memasuki hutan, setelah cukup dalam kami masuk, aku melihat ada sebuah rumah adat jawa begitu besar berdiri di tengah-tengah hutan.

__ADS_1


Dagon menyuruh kami untuk menunggu di depan, sedangkan dia akan masuk ke dalam dan memeriksa apakah Alundra ada di dalam. Namun sekitar 10 menit kemudian, Dagon kembali dengan mengegelengkan kepala, tanda dia tidak menemukan Alundra di dalam.


Aku meminta Adolfo untuk kembali muncul, namun ia terlalu takut untuk muncul, dan hanya mengatakan kalau Alundra sudah berada di dekat kami. Kami pun bertanya-tanya, jika memang benar Alundra di dekat kami, mengapa aku sama sekali tidak bisa merasakan keberadaan nya sama sekali.


"dia datang". ujar dagon.


Setelah Dagon berucap, aku mulai merasakan energi hitam yang begitu pekat di sekitar ku, walaupun aku belum tau pasti dimana asal energi ini.


"Dimana dia?". tanya afif.


*HIHIHIHIHIHIHIHIHI*


Terdengar tawa cekikikan wanita dari atas kami, dan benar saja, ketika aku menengok ke atas, aku melihat sosok sednag menggelantung di atas pohon, dengan posisi kepala di bawah dan kaki yang di sangkut kan ke dahan pohon.


"Turun lah Alundra, ada yang ingin aku bicarakan". ujar Dagon.


"Dagon.... dan Keraa, jangan kira aku tidak mengetahui keberadaan mu". ujar Alundra.


Setelah berbicara, Alundra melompat dan turun di depan kami, aku pun bisa akhirnya bisa melihat bagaiamana wujud nya dengab jelas. dari ujung kepala sampai kaki ia berkulit putih pekat, seperti tubuh yang penuh dengan Cat. Rambut panjang dan bola mata yang seluruh nya berwarna putih, ia tidak memiliki mulut dan juga hidung. ia memiliki postur tubuh yang kurus dan pendek,sedikit lebih pendek dari ku yang memiliki tinggi 171cm saat itu.


"Kau... kau memiliki Aura yang sama seperti Aira". ujar nya sembari berdiri tepat di depan ku.


"tentu... karna aku adalah cucu nya". jawab ku.


"ohhh aku jadi tidak kaget melihat Dagon dan Kera pecundang itu mau bersama mu". saut nya kembali.


Ketika dia membalikan badan nya, aku cukup di kejutkan dengan apa yang ku lihat di punggung nya, aku melihat sebuah Mulut yang menganga dan hampir menutupi seluruh bagian punggung nya, dengan gigi-gigi besar yang begitu tajam.


"Alundra.. ada yang ingin kami mintai tolong". ujar Dagon.


"kau ingin aku mengembali kan mainan ku? jangan harap, meskipun kau yang meminta nya Dagon, lagi pula meskipun aku mengembalikan nya, kalian pasti sudah tidak akan dapat mengenali nya". jawab nya.


"APA MAKSUD MU? KAU APAKAN SUAMI KU". Teriak cornelia sembari mendekati Alundra.


"Aku hanya mengunyah nya sedikit..... sedikir demi sedikit". ujar Alundra.


Setelah mendengar ucapan Alundea, Cornelia hanya bisa pasrah dengan wajah begitu lemas.


"Kau memang tidak pernah berubah". saut Dagon.


Lalu apakah perjalanan kami kesini hanya sia-sia saja, mendengar fakta bahwa Alundra sudah berbuat sesuatu kepada suami Cornelia.


"Dia yang memanggil ku, dan dia juga yang berani-berani nya menolak persyaratan kontrak dari ku.". saut Alundra.


"Bi..bisakah kau mengatakan alasan nya, alasan mengapa suami ku memanggil mu?". tanya cornelia dengan suara begitu lemas.


"entah.. dia belum sempat mengatakan apa keinginan nya". saut Alundra.


"Alundra.. apakah ada cara, agar kau mau mengembalikan Suami cornelia?". tanya ku.


"mengapa kau tidak percaya, meskipun aku mengembalikan nya kepada mu, kau bahkan tidak bisa mengenali nya". saut Alundra.

__ADS_1


Setelah berucap, Alundra mengeluarkan suara seperti bersiul, lalu tidak lama setelah nya, ada 2 sosok yang mirip seperti Alundra, muncul dari balik rumah sembari menyeret seonggok tubuh.


"Lihat... tidak bisa di kenali kan?". ujar Alundra.


__ADS_2