Pesugihan Keluarga Ku

Pesugihan Keluarga Ku
Segel


__ADS_3

Aku membuka mata ku perlahan, dengan kepala yang masih sedikit pusing, aku melihat pemandangan air dan langit malam terbentang di depan ku.


"Liam". ujar Sezen yang duduk di samping ku.


"Sezen? apakah aku tertidur? seingatku aku sedang berada di alam ghaib dan bertarung dengan Iblis". ucap ku.


"apa kau tidak ingat, kalau kamu pingsan setelah nya?". ujar sezen.


"heh? .... ah iya, aku baru mengingat nya, setelah bertarung dengan Alundra, tiba-tiba saja kepalaku menjadi pusing dan jatuh pingsan". ucap ku.


"Liam.. ada yang ingin ku beritau kepada mu". ujar nya dengan wajah serius.


"tumben sekali aku melihat wajah serius mu". saut ku.


"dengarkan baik-baik, aku tidak akan mengatakan ini lagi atau dia akan mengetahui nya... Jangan sampai segel terbuka sendiri, kau lah yang harus membuka nya, atau dia yang akan menguasai mu... waktu mu tidak sampai 7 tahun dari sekarang". ujar sezen.


"sege--"


*DUUAARRRRRRRRRR*


Tiba-tiba saja ada banyak petir menyambar tempat ini, yang sekaligus memotong ucapan ku, namun aneh nya, petir tersebut berwarna merah.


"Sekarang pergilah...".


Setelah sezen berucap, pandangan ku mulai menggelap, dalam samar-samar aku melihat sezen berdiri dan berlari, entah apa yang membuat nya sampai berlari.


.


.


.


Perlahan aku membuka mata, dengan sedikit kepala pusing, aku memegangi kepala ku. Aku melihat ada suami cornelia tertidur di samping ku, dengan tubuh nya yang perlahan kembali seperti semula.


"Liam.. kau sudah sadar". ujar Cornelia yang duduk di samping kasur.


"ya seperti nya.. apa aku masih berada di castle mu?". tanya ku.


"ya.. kau masih di rumah ku, dan aku ingin mengucapkan terimakasih telah menyelamatkan suami ku". ujar nya dengan senyum.


"ya sama-sama.. tidak perlu di fikirkan". saut ku.


"tidak, sesuai janji ku, aku akan memberimu hadiah". ujar nya.


"kita bisa bicarakan itu nanti, lalu dimana teman manusia ku yang satunya?". tanya ku.

__ADS_1


"ohh dia sedang berbicara dengan khadam mu di lantai bawah, apa kau ingin aku memanggil kan nya?". ucap cornelia.


"tidak.. biar aku yang kesana". ujar ku sembari berusaha bangun dari kasur.


Lalu aku pergi kelantai bawah, dan langsung pergi ke ruang belakang sesuai intruksi Cornelia, ketika sampai di sana. Aku melihat meja lonjong yang sangat panjang, lalu Adolfo,Dagon dan Afif terlihat sedang berbincang.


Aku langsung menghampiri mereka, afifterlihat kahwatir dengan kondisi ku, namun aku mengatakan kepada nya agar tidak perlu khawatir, karna aku sudah baik-baik saja.


"ada yang ingin aku bicarakan". ujar ku sembari duduk bersama mereka.


"apa itu?". tanya afif.


Lalu aku memulai dengan menceritakan tentang jin bernama Sezen kepada mereka, dan di luar dugaan ku, Dagon dan Adolfo sama sekali tidak mengenal nya, padahal Sezen juga ikut menemani Aira semasa hidup nya.


Setelah nya aku juga menceritakan tentang segel yang Sezen maksud, yang aku tidak mengerti maksud nya.


"Segel.?". ujar Dagon.


"ya, aku sama sekali tidak tau, segel apa yang dia maksud, dia juga mengatakan kalau waktu ku hanyalah 7 tahun". jawab ku.


"Liam.. tunjukan kalung mu". ucap Adolfo.


Aku pun menuruti adolfo dengan melepaskan kalung pemberian Aira, dan menunjukan kepada nya.


"liam.. apa sebelum nya, retakan ini sudah ada?". tanya adolfo.


Seingat ku, aku tidak pernah melihat retakan di kalung ini, di tambah kalung ini terbuat dari Diamond, tidak mungkin akan retak jika hanya terbentur sesuatu yang tidak ku sengaja.


"Liam.. ini hanya pendapatku, mungkin maksud dari Jin bernama Sezen yang kau temui di dalam mimpi mu adalah kalung ini, dan jika memang benar, maka itu akan masuk akal". ujar Adolfo.


"masuk akal? bisa kau jelaskan?". tanya ku kembali.


"Sebelum kau bertarung dengan Alundra kemarin, aku melihat secercik cahaya berwarna merah masuk ke dalam tubuh mu.... bisa jadi cahaya tersebut berasal dari kalung ini, dan semasa Aira hidup, Aira juga pernah menyinggung masalah iblis yang tersegel.. namun dia tidak pernah menjelaskan nya kepada kami". Jelas Adolfo.


"jadi maksud mu.. ada iblis yang terperangkap di dalam kalung ini?". tanya ku kembali.


"seperti nya ia". jawab adolfo.


Sebenarnya masih banyak sekali tanda tanya di dalam kepalaku, namun mendengar jawaban adolfo, sedikit demi sedikit aku mulai mendapat serpihan puzzle dari misteri ini.


Tidak lama setelah nya, cornelia turun ke lantai 1 dan menghampiri kami, ia langsung menghampiri ku dan bahkan hampir mau bersujud untuk berterimaksih kepada ku, namun aku menghentikan nya.


Lalu dia duduk bersama kami dan mulai menceritakan kisah nya dengan suami nya.


"Aku sudah bersama nya lebih dari 3000 tahun, aku bahkan berfikir untuk meninggalkan castle yang kami bangun ini, dan pindah jauh dari sini.. namun syukurlah dia bisa kembali". ujar cornelia.

__ADS_1


"jangan lupa kau harus tanyakan apa sebenarnya tujuan suami mu memanggil iblis, karna jika di biarkan, mungkin dia akan melakukan hal bodoh ini untuk kedua kali nya". ucap ku.


"tentu, aku langsung menanyakan nya setelah dia bangun..". ujar cornelia.


Setelah perbincangan cukup panjang, aku dan afif ingin berpamitan untuk segera pulang.


"tunggu sebentar.." ujar cornelia.


Aku melihat seorang pria tua menghampiri kami sembari membawa sebuah kotak besi di tangan nya, pria tua itu adalah yang kami temui saat pertama kali datang kesini.


"apa ini?". tanya ku.


"ini simbol yin dan yang, aku mendapatkan nya dari sahabat ku dulu, namun aku hanya memiliki setengah dari kalung ini.. Sebelum nya aku ingin memberimu harta, namun seperti nya kau tidak akan mau menerima nya, jadi aku memberikan ini.. ini adalah salah satu koleksi ku paling berharga". ujar cornelia.


ia memberikan ku sebuah kalung berwarna hitam dengan garis-garis emas, seperti yang cornelia katakan, ini berbentuk seperti yin, sedangkan bagian Yang nya tidak ada.


Dan ketika aku baru saja memegang nya, tiba-tiba saja aku merasakan panas yang luar biasa dan tidak sengaja aku menjatuhkan nya


"kenapa liam?". tanya cornelia.


"ahh tidak maaf". saut ku


Aku mencoba mengambil nya kembali, dengan cara menyentuh nya dengan jari telunjuk ku terlebih dahulu, dan ternyata sudah tidak panas. Aku pun menjadi heran, tapi aku menjadi tertarik dengan kalung ini, aku pun memutuskan untuk menerima nya.


Setelah nya, aku dan afif pamit dari tempat cornelia, dan langsung pulang ke alam kami segera, karna kami sudah terlalu lama menghabiskan waktu di sini.


.


.


.


Setelah kembali nya ke alam manusia, ternyata di sini sudah malam, aku pun melihat jam, dan waktu menunjukan pukul 2 pagi. Aku melihat ponsel ku, banyak sekali pesan dari Ai, dan aku juga menemukan misscall dari ibu sampai 21x.


Aku pun terkejut, padahal aku tidak begitu lama pergi, dan seharus nya hari ini adalah hari sabtu, jadi aku tidak ada kegiatan sekolah.


Namun aku di kejutkan setelah aku melihat hari nya di ponsel mu, ternyata ini sudah hari minggu, berarti aku sudah tidak pulang selama satu hari.


"fif...". panggil ku.


"hmmm?". saut nya.


"aku pas pingsan kemarin, berapa lama?". tanya ku.


"kurang lebih 18 jam". jawab nya.

__ADS_1


"HAHHH???". saut ku.


Aku pun langsung buru-buru pulang ke rumah, karna ibu pasti sudah sangag marah, sebelum berangkat untuk pulang, aku menyempatkan membalas pesan Ai yang sudah membanjiri kotak masuk, untuk sekedar meminta maaf dan mencari alasan, karna aku tidak mungkin memberitau nya alasan sebenarnya.


__ADS_2